Siapapun boleh membaca

Bismillah…

“Al Qur’an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Fushilat: 44).

Jika kita menonton televise sedangkan menyiarkan film, sinertron maupun drama pasti ada pembatasan siapa boleh menonton tayangan tersebut bahkan ada kode atau insial seperti BO “bimbingan orang tua”, D “dewasa” A “anak-anak” bahkan ada juga tertera di screen television dibojok kiri biasa bertuliskan BO&A.

Begitupun pada majalah dibuat katagorinya siapa-siapa saja boleh membaca baik kalangan dewasa, remaja, umum dan anak-anak. Kenapa diberi kode seperti itu!!! tentu dengan adanya pelabean seperti tujuannya untuk menggingat agar tidak terjadinya kesalahan bagi pembaca. Seperti itu juga terhadap makanan harus ada label siapa boleh menyatap atau mengkonsumsi makan tersebut sehinga ada label Halal, kandungan dosis, kadarluarsa dan jadwal penyatapan baik bagi anak-anak maupun dewasa.

Namun hal tersebut tidak berlaku dengan Al-quran siapapun dipersilahkan baca tanpa ada pembatasan maksimal ataupun minimal umur seseorang tanpa menentukan katagori, tidak mengenal kadarluarsa serta dipersilahkan membaca kapanpun, dimanapun dan kondisi apapun. Semakin sering dan banyak maka semakin berlimpahnya pahala.

“Katakanlah: “Ruhul Qudus (Jibril)11 menurunkan Al Qur’an itu dari Rabbmu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”.” (QS. An Nahl: 102)

Ini menandakan bahwa Al-quran merupakan rahmatan bagi bumi dan seisinya tanpa harus ada bimbingan orang tua untuk membacanya beda dengan bacaan yang diciptakan manusia masih banyak keraguan. Terutama keraguan keabsahannya dan tulisan hanya dikhusus untuk usia maupun kalangan tertentu saja.

Walaupun ada bimbingan hanya saat anak-anak masih kecil belum mengerti atau paham cara membaca Al-quran setelah sudah mengerti dan lancar maka tidak ada lagi bimbingan. Ini jelas menunjukkan bahwa Al-quran diperuntuk untuk siapa saja dan Al-Qur’an adalah firman Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Di dalamnya terkandung berbagai petunjuk bagi umat manusia (Albaqarah: 2) yang tidak pernah kekang atau ketinggalan zaman walaupun masa terus berganti.

Al-Qur’an adalah sumber ilmu pengetahuan bagi siapapun baik itu teruntuk sijabang bayi, bayi, anak-anak, remaja, dewasa, orang tua, binatang, tumbuhan. Di dalamnya juga dibahas berbagai hal, baik akidah, ibadah, akhlak, maupun ilmu pengetahuan lainnya, seperti fisika, kimia, biologi, astronomi, dan sebagainya. Andai manusia itu menulis sejumlah ilmu Allah, mereka tidak mampu menuliskannya. Karena, ilmu Allah sangat luas (Albaqarah [2]: 255; Almu’min [40]: 7; Almulk [67]: 1) dan tidak ada yang cacat sedikit pun (Al-Mulk [67]: 4). Bahkan, andaikan lautan atau samudra dijadikan tinta niscaya manusia tidak akan mampu menuliskannya kendati ditambahkan tujuh lautan lagi (Alkahfi [18]: 109, Luqman [31]: 27).

Coba kita cari kitab mana yang mampu memperjelaskan secara detail, lengkap, konfrensif dalam satu kitab. Karena itu, tak ada kitab suci yang serupa dengan Al-Qur’an dan selengkap Al-quran yang mampu memperjalaskan bumi dan seisisnya bahkan berkaitan dengan benda tak tertampak oleh manusia.

Bahkan, dalam hal bacaannya, gunung-gunung pun turut berguncang karena kebesaran dan kemukjizatannya. ”Dan, sekiranya ada suatu bacaan (kitab suci)  dengan bacaan itu gunung-gunung dapat diguncangkan atau bumi menjadi terbelah atau oleh karena itu orang-orang yang sudah mati dapat berbicara, (tentulah itu hanya Al-Qur’an saja). Sebenarnya, segala urusan itu adalah kepunyaan Allah. Sesungguhnya, Allah tidak menyalahi janji.” (Arra’du [13]: 31).

 Kemudian setiap siapapun  membaca Al-quran maka akan memperoleh pahala tak terhingga, membaca satu huruf Al-quran saja pahala 10 kali lipat sesuai penjelasan (HHR. Tirmidzi) “Barangsiapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah (Al Qur’an) maka baginya satu kebaikan dan satu kebaikan itu dilipatgandakan dengan sepuluh (pahala).

 Mari kita jadikan Al-quran sebagai teman sejati kita dalam mencari kebenaran, landasan untuk bertindak dan Sebaik-baik kamu sekalian adalah orang yg belajar dan mengajarkan Al Quran. (HR Muslim)

Ingat dengan membaca Al-quran maka membawa syafa’at untuk orang tersebut “Bacalah Al Qur’an karena sesungguhnya Al qur’an itu akan datang di hari kiamat untuk mmeberi syafa’at bagi yang membacanya” (HR. Muslim)

Yuk saudara kut, kita paksakan diri kita untuk membaca Al-quran minimal satu Juz dan maksimal semampu kita. Jika hari-hari kita dipenuhi dan disibukkan membaca Al-quran maka ingatlah perjanjian Allah pasti akan mempermudah dan menggangat derajat serta meneguhkan hambaNya.

Regard

Simfonis “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: