Pujian mereka salah besar, Ukhti

Bismillah…

Hati-hati teruntuk ukhti fillah yang cintai dan dibanggai Allah betapa banyak kasus terjadi disekitar kita terutama dalam dunia maya “FB, Twit, YM, Blog” terlena dengan pujian dari lawan jenis.

Seharusnya pujian tersebut membuat kita malu bukan sebaliknya bangga dan merasa melayang sampai langit ketujuh “untung saja gak sempe terbang, ya gak mungkinlah bisa sampe terbang apalagi sampe langit ketujuh kalau aja iya dipastikan masuk MURI ckckckckkc”.

Jangan sampai pujian dari lawan jenis membuat Allah cemburu dan sedih apalagi sampai menyalahkan atau mengabaikan aturan Allah. Anggap saja pujian tersebut angin lalu. Jika bisa benteng sekuat mungkin atau sekeras mungkin pujian tersebut dengan hati dan pikiran yang cuek.

Apalagi akhwat begitu cepat ke-geer-an!!! Kalau gak bercaya coba sesekali ikhwan bilang aje mereka cantik, sholeha, statusnya bagus dan always like status mereka dipastika mereka ke-geer-an ditambah lagi dengan ungkapkan ukhti cantik, ukhti cerdas, ukhti sholeha banget dan blaaaaaaaaaa makin buat berdesir dech hati.

Tapi tidak bisa universelkan kasus tersebut dan rata-rata seperti itu terutama akhwat belum menyempurnakan diennya. “bukan maksud memojok akhwat tapi itu lah realitanya”

Padahal para ikhwa fillah belum tahu aib kita, kejelekakan kita, kebodohan kita mereka hanya tahu kita front stage ya pantas mereka memuji. Andai mereka tahu bagaimana kelakuan kita di backstage tidak akan mau memuji seperti itu lagi dan mereka salah besar

Saya yakin pula ketika ikhwan berani menguyon akhwat melalui comment status atau message personal tidak hanya berlaku pada seorang akhwat pasti di beberapa akhwat juga diperlakukan dengan hal yang sama. Jadi kita jangan terlalu cepat kegeeraaaaaaaaaaaaaaaaaaaan

Jangan sampai akhwat kita tergoda, terayu, terbujuk, terbawa perasaan dan kegeeran, berdesir, degdegan dengan hal seperti itu.  Ingat Allah maha melihat, maha mengetahui, maha teliti, maha mendengar baik terbesit maupun terungkap.

Jika kita pernah bahkan sering mari akhwat dan ikhwan kita sama-sama perbaiki diri. Yakin tak ada asap tanpa api, tak ada hujan tanpa air, tak ada panas tanpa mentari, tak pedas tanpa cabe, tak ada manis tanpa gula.

Andai sudah terlanjur anggap saja itu kekhilafan dan bergegas memperbaiki diri. Allah rindu air mata kekhilafan tersebut dan Allah sayang dengan kita maka kita diberi cobaan berupa pujian lawan jenis, agar kita tahu sejauh mana level kita menjaga hati nan bersih itu.

Ingat….cukup keluarga, anak dan suami kita memuji seperti itu karena mereka tahu lebih bagaimana pola kehidupan kita di backstage.

Renungan ini ana didikasi untuk diri sendiri agar hati-hati menjaga hati^__^

Regard

Simfonis “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: