Keeping-Keping nostalgia di kerata ekonomi part two

 Bismillah…

Kemaren ane sudah post keeping-keping nostalagi di train ekonomi bagian satu. Nah saat nya ane share histori bagian dua ketika tinggal Jawa (bandung) Alhamdulillah diberi kesempatan  kedua kalinya menaiki train walaupun tetap dengan kelas yang sama (ekonomi) harus disyukuri juga^__^. Heeemmm cerita lebih seru, dahsyat, gila bahkan aneh dari cerita menaiki train di padang.

Oke ane ceritakan bagaimana keeping-keping kenangan di train sampai kepala geleng-geleng dan ketawa guling-guling (LOL) melihat kondisi train ekonomi. Waktu itu kita satu kelas berniat journey ke yogya bertetapan hari libur. Waktu libur biasa dimanfaatkan untuk adventure di berbagai daerah jawa terutama daerah asal teman sekelas. Dari pada pulang kampong berat diongkos mendingan ongkos pulang kampung dipergunakan untuk jalan-jalan.

Tujuan menentukan daerah asal teman sebagai tempat adventure pertama agar bisa jalin silaturahmi dengan keluarga teman, kedua biar tidak berat diongkos (biar dapat nginap gratis dan makan gratis huaaakkkssss, gaya anak kosan banget) dan ketiga yogya adalah pilihan terbanyak divote.

Maka jatuh lah pilihan kita satu kelas mengunjung kota yogya ane lupa bulan berapa dan tahun berapa pertualangan tersebut. Setelah dirinci dengan akurat jumlah keuangan harus dikeluarkan lumayan buanyak menurut pandangan mahasiswa jadi harus mencari solusi kredibel biar rencana tersebut tidak batal apalagi gagal.

 Akhirnya keputusan diputuskan supaya bisa menghemat biaya dan bisa berlama diyogya, terpilih kendaraan digunakan yaitu economic train secara ongkos Cuma Rp 26.000.

Waktu berangkat pun dimulai dan start up from jatinangor 05.00 wib Alhamdulillah sudah ada angkot yang berlalu lalang dan jatinangor termasuk operasional angkot 24 jam beda dengan yogya.

Sekitar jam 06.00 sampai di stasiun kreacondong dan Alhamdulillah train belum berangkat sedangkan ditiket tertara keberangakatan jam 06.00 wib. Tapi tetap was-was karena salah satu teman belum datang jua padahal sudah janjian datangnya jam segitu dasar si bro tidurnya kelamaan, kita pada komat-kamit miscall bergilirian tetap tak bisa dihubungi. Sekitar setengah jam menunggu belum kelihatan juga wajah cakep bro r*m* dan mau tak mau serta penuh penyesalan bro ditingal aja. Byee-byee kota bandung kau ku tinggal untuk kembali hohoooo…

Perkiraan waktu ditempuh bandung-yogya lebih kurang 8 jam, bayangkan sich lo naik train eknomi dengan jarak begitu lama tapi apa boleh buat sudah pilihan hati suka tidak suka, mau tidak mau harus bisa mengkondisikan dengan situasi train ekonomi.

Ini nich serunya keeping-keping nostalagi di kereta ekonomi bagian dua. Pertama pasti dan harus reputan tempat duduk kalau tidak mau rebutan jangan harap kebagian dan ada kesian lihat kita berdiri. Terpaksa mengatur strategi bagaimana kita semua kebagian tempat duduk persis seperti para politisi kampaye yang rebutan kursi huakkssssss dan Alhamdulillah berkat kebersamaan dan kekompakkan mahasiswa kreatif akhirnya kesemua kita kebagian kursi walaupun duduk terpisah…(tetap enjoy coy)

Kedua kaget dan geleng-geleng kepala ternyata begini toh kondisi, situasi, keadaan dan atmosfir train ekonomi. Tak terbayang bahkan terlukis dalam pikiran jika kondisi seperti itu lebih parah dari kerata ekonomi pernah ane naiki ketika di padang. Semua kita belum pernah naik train ekonomi tertawa tak henti-hentinya, kaget luar biasa, dan was-was juga.

Kekagetan pertama berkaitan dengan si kewer-kewer (bencong) luar biasa banyak di atas train bahkan yang datang mengamen bergantian dengan perilaku aneh pula (jadi harus siap receh lebih) demi keselamatan dari para bencong-bencong (iiiiihhh ekeeee). Astafirullah ini pertama kali melihat bencong dengan tingkah aneh, jangan sampe dech ketemu lagi si kewer-kewer.

Kedua lihat pedagang mondar-mandir di atas kereta persis seperti kondisi ane naik damri. Tak habis pikir kok diperbolehkan pedang masuk train, jualan juga bak dipasar raya mulai dari jualan sepatu, makanan, sayuran, pakaian, dsb ane tak hapal lagi jual para pedangan…(emang ane petugas pasar harus tahu tek bengkek macam-macam jualan para pedagang)

Ketiga ternyata di train ada juga makan enak walapun harga kaki lima tapi rasanya bintang lima (hehehe iklan benget ye). Terpaksa belajan di train secara timur tengah sudah berkali-kali memanggil, atas saran teman lebih enak kalian beli pecel. Maka secara serentak dan seragam pesan pecal, dari penyajiannya, bumbu digunakan, dan piring digunakan sangat unik…(kreatif). Jika melihat kondisi tidak memungkinkan untuk makan di train karena jauh dari stereil apalagi bersih.

Satu kesimpulan bisa ana ambil hikmanya saat makan pecel di atas train ekonomi ternyata ketika perut sudah lapar mampu menyampingkan factor kebersihan, kesterilan dan Alhamdulillah masih mempertimbangkan factor kehalalan.

Tapi satu hal ane syukuri perjalan (bandung-yogya) disuguhi pemandangan terdahsyat Allah ciptakan untuk manusia, bisa melihat bagaimana indah pergunungan, sawah terhampar begitu hijau, pohon jati menjulang tinggi,para petani sedang berjalan walaupun panaramo seperti sudah sering ditonton dikampung namun tetap berbeda makna, berbeda pesona, berbeda cerita, dan berbeda keindahan. Dengan suguhan alam Allah hamparkan untuk manusia mampu menimalisir duka selama dalam perjalanan…(Nikmat Tuhan manakah engkau dustai)

Alhamdulillah terdengar dari microphone pengemudi train menjelaskan bahwa sebentar lagi memasuki kota yogya. Sungguh senang tak terkira akhirnya ane bisa juga bertamu kekota pelajar (yogya) dan terhindar dari kewer-kewer. Selama ini hanya sebatas angan-angan kapan ya ane bisa keyogya? Akhir Allah beri kesempatan menikmati indahnya kota yogya.

Sesampai stasiun lembuyangan telah ditunggu keluarga mba A”R”M sebelum menaiki mobil tak lupa berpose ria dengan angel tercantik…(kapan lagi narsis)

Eeeppp masih ada puzzle bagian ketiga tunggu aje ya habis tangan ane sudah pegel mencet keyboard A-Z dari tadi insyallah ketiga lebih booming lagi Heheehe…

Regard

Simfonis “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: