Keping-Keping nostalgia di kerata ekonomi (part one)

Bismillah…

Kereta api (train) merupakan salah satu transportasi familier bagi masyarakat jawa mulai dari kelas eksekutif, bisnis dan ekonomi. Setiap kelas memberi pelayanan berbeda dan semakin tinggi kelas maka semakin wah pelayanannya.

Teringat pertama kali menaiki train ketika tinggal di padang menuju kota pariaman yakni saat ada walimahan salah satu ikhwa fillah dan bareng rombongan wisma. Saat itu waktu perjalanan train Cuma hari libur seperti sabtu-minggu kebetulan naik train wisata, stasiun pun hanya tempat tertentu kalau tidak salah di padang Cuma ada dua stasiun tapi ana lupa nama stasiunnya secara sudah lama banget tidak mengunjungi padang.

Itu kenangan pertama menaiki train betapa lucu kenangan waktu itu dimana kita harus rebut-rebutan takut tidak kebagian kursi coba bayangkan bagaimana heroiknya lihatin rombongan akhwat rebutan menaiki train (hooooooooooo)…(watt-waatt-waatt

Kemudian back to padang hampir ketinggalan train karena tempat walimahan ternyata bukan di kota pariaman tapi masuk lagi kedesa-desa dikeliling hamparan sawah, pohon kelapa dan listrik belum ada disana. Dan kebayangkan bagaimana serunya lihatin ikhwa fillah berlari-lari menghampiri train sehingga tak ingat plang train di antam. Betapa indah kebersamaan dengan ikhwa fillah waktu itu.

Lebih kurang satu jam berjalan pariaman-padang akhirnya sampai juga dikota padang (tabing) kelihatan wajah-wajah kelelahan, keceriaan dan petualang. Sesampai di wisma tak henti-henti tertawa dengan kranalogi rebutan tempat duduk, berlari-lari mengejar train, tertawa melihat wajah sudah dipenuhi debu dan keringat.

Untung waktu itu tidak kebagian piket masak jika kebagian wooooyyy betapa capek dan lelahnya. (untung-untung).

Itu lah secuil keeping-keping kenangan nostalgia naik train pertama. Heeemm pertama itu benar memberi makna mendalam dan tak mampu dihilangkan walaupun musim berganti, walaupun tempat telah dijelahi, walaupun telah berganti cerita disetiap nuansa.

bersambung dengan cerita lebih seru dan gergetan ^__^

Regard

Simfonis “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: