Banyak Roma menuju kemenangan dakwah

Bismillah…

Setiap umatNya memiliki potensi dan keahlian tersendiri untuk menuju kemenangan dakwah atau tegak dinul islam secara kaffah. Setiap manusia pasti punya, strtegi, metode, taktik dan siasat tercapainya kemenangan dakwah.

Mari ukhti wa akhi kita benahi diri, persiapakan amunisi dari berbagai arah menghadapi para-para syetan dan pengikutnya dengan membekali diri kita dengan keimanan dan ilmu (dunia&akhirat) terus menurus sebagai sarana menuju kemenangan dakwah.

Kenapa saya kata begitu gampang menuju kemangan dakwah? Pada kenyataan dan realita di medan dakwah tidak mudah untuk meraih kemenangan tersebut. Wahai ukhti wa ikhwa percaya kemenangan dakwah itu begitu gampang tidak serumit dan sesusah kita bayangkan. Tinggal kita mau atau tidak beristiqomah, berazzam, dan ikhlas menjalankan setiap proses kemenangan tersebut.

Jika sudah ikhlas dan mau, insyallah banyak jalan menuju roma kemenangan dakwah. Jangan pernah gentar dengan kapasitas musuh begitu kuat, dana nan luar biasa dan dipersenjatai senjata begitu canggih.

Ingat ukhti wa ikhwa pada zaman Rasullah Saw pernah terjadi kemenangan walaupun pihak islam begitu minin dari segala hal. Tapi mereka yakin dan percaya bahwa Allah bersama mereka maka saat itu lah mereka takbir “Allahu Akbar’ akhirnya kemenangan tercapai.

Allah menolongmu dengan pertolongan yang kuat. Dialah yang telah menurun ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin untuk menambah keimanan atas keimanan mereka. Dan milik Allah-lah bala tentara langit dan bumi dan Allah Maha mengetahui dan Maha bijaksana (Al-fath: 3-4)

Mari kita ukir kembali kemenangan dan kejayaan islam dengan profesi dan talenta kita, jadi itu sebagai landasan, pondasi, dan akar yang kokoh untuk menuju kemenangan dakwah.

 Apalagi saat ini begitu varian, bermacama, beragam, jenis-jenis, kelompok para pecintaa Rabbi Azza Wajalla memiliki skill, knowledge, strong, and financial jadi kan factor tersebut sebagai fasilitas mecapai kemenangan dakwah dalam sector, lini, dan komunitas.

Misalnya ukhti wa ikhwa mempunyai keahlian dalam programmer coba create and make program berkaitan dengan keislaman, kemudian talented dalam menulis mari buatlah tulisan yang persuasive mampu menggugah hati setiap manusia untuk mencintai Allah, selanjutnya berbakat dalam entrepreneur jadi sebagai ajang menjelaskan bagaimana indah ekonomi berbasis syari’ah, tertarik dengan siyasi maka berpolitik dalam menciptakan undangan berbasis ketuhanan maha esa, bahkan ada akhwat suka menjahit desainlah pakaian-pakain muslimah bisa menjadi trend dunia, sedangkan berprofesi pendidik “dosen, guru” jadi diri sebagai tauladan mereka insyallah jika selalu menabur semangat, spirit, kekuataan pada peserta didik mereka akan tertarik dan join komunitas mencintai dakwah begitu seterusnya.

Bayangkan jika setiap umat manusia sadar bahwa apapun profesi dan talenta kita bisa menjadi basis dakwah. Bukan Allah telah menjelaskan kepada kita semua bahwa tidak diciptanya Jin dan Manusia melain untuk beriman kepadaNya. Maka jadikan profesi dan talenta merupakan wujud cinta dan keberimanan kepada Allah.

Yakin lah dengan dakwah dan menolong agama Allah maka kita akan diteguhkan kedudukan baik dunia maupun diakhirat. Hal ini sudah Allah jelaskan dalam (Surah Muhammad: 7) Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.

So, frend fillah apalagi yang membuat kita taak ingin berdakwah sesuai dengan profesi dan talenta kita. Bagi frend fillah sudah berdakwa ayooo tingkat terus kecintaan tersebut semoga tetap istiqomah hingga kemanangan itu datang. Nah yang belum mari secara step by step, little by little, atau sikit-sikit kita memberanikan diri untuk berdakwa dengan metode, strategi dan siasat masing-masing.

Lebih eloknya kita renung kata-kata sayyid qutbh “Sesungguhnya orang yang hidup untuk dirinya sendiri, ia akan kecil dan mati sebagai orang kecil. Sedangkan orang yang hidupnya untuk umatnya, ia akan hidup mulia dan besar serta tidak akan pernah mati.

Wahai ikhwa wa ukhti perjuangan penegak dakwah membutuh waktu yang lama, kemenangan dakwah seharusnya tidak dilihat dari hasil yang singkat tapi proses perjuangan panjang dan kesabaran para aktivisnya sehinga Allah Swt mengirim pertolongannya dalam mengapai kemenangan.

Salam Perjuangan wahai ikhwa Fillah…Allah merindukan kita semua menjadi jundi-jundi dan mubaliq yang dibanggakan.

Regard

SimfoniKehidupan

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: