Sindrom semester akhir pasti keterpaksaan ke perpustakaan

Tidak mengherankan lagi mahasiswa semester akhir terpaksa untuk hadir di perpustakaan, lihat dan amati saja rata-rata memenuhi kursi perpustakaan adalah mereka yang sedang menyelesaikan skripsi, tesis dan disertasi dengan wajah keterpaksaan J.

Bahkan perpustakaan merupakan tempat kencan favorit dan waktu yang dihabiskan disana juga luar biasa sekitar 4-8 jam perhari kalau bisa dan dibolehkan menginap diperpustakaan mahasiswa semester akhir juga mau tuuuhhh…..”nasib-nasib”

Tujuan menghadiri perpustakaan pastinya mencari referensi, biar keren juga kali ya masak semester akhir kencan dimall wkwkkwkw…. Biar dapat wansit dan biar tenang serta adem mengeluarkan ide-ide segar…”eaaaahhhh”

Sindrom semester akhir sangat berbalik arah dengan mahasiswa tingkat satu, dua atau tiga. Tidak tahu perpustakaan itu dimana, tidak punya kartu mahasiswa bahkan tidak pernah sama sekali memasuki ruangan perpustakaan….”jangan sampe masih ada mahasiswa seperti ini” karena rugi sendiri.

Kenapa bilang rugi? Ya rugi lah, coba pikir, renung dan hayati dengan seksama sudah bayar SPP plus uang pembangunan maksa mahasiswa hari gini tidak tahu perpustakaan. Apa kata dunia dan mahasiswa lain.

Padahal perpustakaan sekarang itu bukan seperti perpustakaan delapan puluhan, kalau tidak percaya coba masuk perpustakaan tempat anda kuliah lihat, amati, analisis dan evaluasi apa beda perpustakaan sekarang. Dipastikan takjub dan kagum ternyata perpustakaan sudah kayak Mall…”semoga aja seperti itu hoooo”.

Berharap sindrom mahasiswa tingkat akhir memberi energy dan dampak positif bagi mahasiswa tingkat awal dan next day or next time untuk mencintai perpustakaan karena service nan excellent, prasana begitu lux dan kenyamanan ruangan nan damai.

Bagi mahasiswa yang mengakui sebagai intelektual membawa pembaharuan yuk-yuk-yuk pergunakan fasilitas dan sarana perpustakaan sebagai wahana learning common “discussion”, searching your information, and add knowledge.

Terakhir salam dari saya teruslah untuk mencintai perpustakaan karena perpustakaan adalah jantung pendidikan. Bayangkan kalau mahasiswa tidak pernah tahu dan manfaat dari jantung pendidikan tersebut betapa kroposnya landasan pendidikan.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: