Between Education and networking

sebagian orang mengatakan pendidikan itu penting kalau ada koneksi (jaringan) dan sebagian berpendapat pendidkan tidak penting jika tidak ada jaringan.

Tentu teman pernah mendengar atau membaca kalimat tersebutkan! Kita boleh saja memilih dan berpendapat mana yang dahulu seperti kita bingung antara ayam dan telur…”eeepppp itukan beda lagi”

Baiklah kita tidak akan membahas mana dahulu anak ayam dan telur akan tetapi akan membahas apa yang didahulukan apakah pendidikan atau koneksi dulu???

Mari kita memulaikan pembahasan ini dari kutipan Sayyidina Ali bin Abi Thalib pernah berkata: “Kehidupan seorang pemuda –demi Allah– harus memiliki ilmu dan ketaqwaan # jika tanpa keduanya, maka kehidupannya tidak akan ada nilainya (tidak berharga)” serta dipertes dengan hadist ”(HR. Ibnu Abdil Bari) Mencari ilmu itu hukumnya wajib bagi muslimin dan muslimat

Bagi penulis Pendidikan sangat penting karena education is knowledge. bukankah umat islam diwajibkan menuntut ilmu “pendidikan”. tidaklah sama orang berilmu dengan orang tidak berilmu, tidaklah sama orang mengetahui dengan tidak tahu. Sedangkan ayat-ayat Al-quran begitu detail menjelaskan kewajiban bagi muslim untuk menuntu ilmu.

Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat (Q.s. al-Mujadalah : 11)

Insyallah dengan ilmu kita miliki secara alamianya membuka jaringan tersendiri. Kenapa? karena jaringan tersebut berkaitan dengan profesionalisme sedangkan profesionalisme dilandasi dengan ilmu…Setujukan dengan pendapat penulis…!!!

Kenapa penulis mengatakan dan menulis seperti itu karena ilmu merupakan langkah awal, the first step, patokan dan ukuran membuka pintu koneksi dengan siapapun. Tidak ada manusia ingin berrelasi, connection, networking dan mengundang yang bukan profesionalisme dalam bidangnya.

Coba kita lirik penjelasan dari hadist berikut ini  “Barangsiapa meniti satu jalan untuk mencari ilmu, niscaya –dengan hal itu- Allah jalankan dia di atas jalan di antara jalan-jalan sorga. Dan sesungguhnya para malaikat membentangkan sayap-sayap mereka karena ridha terhadap thalibul ilmi (pencari ilmu agama). Dan sesungguhnya seorang ‘alim itu dimintakan ampun oleh siapa saja yang ada di langit dan di bumi, dan oleh ikan-ikan di dalam air. Dan sesungguhnya keutamaan seorang ‘alim atas ahli ibadah seperti keutamaan bulan purnama daripada seluruh bintang-bintang. Dan sesungguhnya para ulama itu pewaris para Nabi. Para Nabi itu tidak mewariskan dinar dan dirham, tetapi mewariskan ilmu. Baramngsiapa yang mengambilnya maka dia telah mengambil bagian yang banyak”. [HR. Abu Dawud no:3641, dan ini lafazhnya; Tirmidzi no:3641; Ibnu Majah no: 223; Ahmad 4/196; Darimi no: 1/98. Dihasankan Syeikh Salim Al-Hilali di dalam Bahjatun Nazhirin 2/470, hadits no: 1388]

Semoga setelah membaca artikel serta didukung dengan ayat al-quran dan hadist menumbuh dan membakar semangat untuk selalu menuntut ilmu agama maupun dunia “pendidikan” setinggi-tingginya sehinga menjadi hamba Allah bermanfaat dan profesionalisme. Sebab ilmu merupakan salah satu penyelamat dan membawa shafaan umat manusia di yaumil akhir menuju surga Allah.

Regard

SimfoniKehidupan

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: