Indahnya menyimak dan mengajari Pona’an Mengaji

Bismillah… :-D

Indah adalah kata-kata yang memenuhi mind and heart ketika /saat menyimak serta mengajari pona’an mengaji dirumah seperti indahnya memadang mentari pagi yang menghangat kolbu😛. Tiba-tiba melayang-layang setinggi-tingginya mungkin lebih tinggi dari gunung tertinggi di dunia sungguh luar biasa nikmat dan keindahannya bisa menyimak lafaz Alif, Ba, Tha hingga tawjid, dan makrol huruf yang terlefaz😛.

Tak begitu mudah untuk mengajak ia mengaji karena butuh rayuan gombal dan hadiah, setelah digombali “dibujuk-bujuk” baru mau mengaji tetapi itu hanyalah riak-riak kecil serta sangat wajar terjadi hal seperti itu😛. sebab ia masih usia puluhan jadi belum mengetahui betapa urgent dan wajib seorang muslim untuk mengaji.

 Hatipun tertawa😀 mendengar lantunan huruf hijaiyah terlafaskan didukung dengan suasana bumi yang menampakkan senja berwarna jingga bahkan terlihat pula awan di langit mulai berganti warna serta azan-azan mulai berkumadang dari suara, mesjid dan langgar.  Bagaimana tidak tertawa karena sambil mengaji masih merengkek antara mau dan keterpaksaan.

Heeemmm….ternyata begini ya jadi seorang Ummi harus banyak sabar dan pandai-pandai merayu, Jika dikeresin  ia semakin ngambek bahkan tidak mau belajar😛

Jadi teringat materi kajian muslimah membahas peran seorang ibu dalam rumah tangga. Ibu, ummi, bunda, mama harus mengetahui berbagai displin ilmu dan bisa memposisi diri menjadi profesi apapun mulai menjadi akuntan bagaimana mengelola keuangan keluarga, arsitek keluarga ‘berkaitan tata cara menata rumah”, psikologi harus bisa menjadi tempat konsultasi anak-anak/suami, guru akademik/mengaji dll. Intinya seorang ummi mampu memfokuskan diri dengan berbagai profesi😀.

Kembali pembahasan awal, Nan lucunya  tingkatan  ia mengaji berdasarkan level sekolah  misalnya kelas satu iqro satu, kelas dua iqor dua dan Alhamdulillah sekarang ada progress yakni saat di kelas tiga sudah masuk iqro empat karena hampir tiap hari diingatin kalau pulang dari TPA harus sering-sering repetition “mengulang”, terkadang ia ingat  namun terkadang keasyikan main…”it’s oce” :-D.

Inilah senandung cinta seorang ummi ketika bisa merangkul pona’annya mengenal huruf hijaiyah dengan landasan cinta dan keikhlasan. Allah lapangkan dan mempermudahkan ia mengenal ayat-ayat cinta Engkau Rabbi, agar ia mengerti tentang Ke maha Esaan, Keagungan, Kemuliaan dan Kecintaan Engkau Ilah. Dan jadikan ia genarasi-genarasi selalu melafaz, cinta, merenung, dan aplikasikan dalam sepanjang hayatnya🙂.

Regard

SImfoniKehidupan&OneFinger

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: