Ilustrasi kematian

di suatu mesjid…

Sedang diselenggarakan kajian rutin setiap kamis sore. Salah satu santri bertanya pada ustad. Saat itu ustad sedang menjelaskan tentang Indahnya kematian

Tiba-tiba salah satu santri menunjukkan tangan dan bertanya  Santri: ustad kenapa banyak manusia takut Menghadapi kematian? Bisakah ustad jelas kenapa manusia ketakutan ketika menghadapi ajal

 Ustad: Insyallah…akan dijelaskan. Dan kamu saya perintahkan  amati anak kecil  keluar rumah dengan pakaian bersih. Hingga mereka pulang dengan berpakain kotor. Dan apa yang kamu lihat semua hendaklah besok bercerita kepada kami Tentang kegiatan anak kecil tersebut.

 Keesokkan harinya…

santri pergi ketempat anak-anak bermain.  Semua anak-anak datang dengan pakain sangat bersih&bagus  tanpa kotoran sedikitpun Namun ketika anak-anak diberi waktu bermain Dilapangan luas, disana terdapat tanah liat, debu, cat dan pasir Anak-anak menikmati mainan mereka Tanpa disadari benda-benda disekitar mereka bermain  dapat mengotori pakain mereka.  Dan waktu main telah usai, Anak-anak baru sadar kalau pakaian mereka sudah kotor dimana-mana. Bahkan ketakutan pulang  dan bagaimana mempertanggung jawabkan kepada orang tua mereka.

 ustad: bagaimana hasil pengamatan   ketika anak-anak pulang kerumah menghadap orang tua mereka???

 Santri: ketika saya amati, kebanyakan anak-anak ketakutan pulang dan tidak bisa menjawab pertanyaan orang tua mereka. Anak-anak hanya bisa menjawab bahwa mereka tidak menyadari saat bermain tidak melihat adanya benda-benda mengotori pakaian dan mereka keasyikan bermain.

 Ustad: ya itulah jawabannya. Hikmahnya yaitu apabila jatah waktu Allah berikan kepada manusia hanya digunakan bersenang-senang dan tanpa disadari kesenangan tersebut telah mengotori jiwa dan pikiran dihadapan Allah. Maka, saat berhadapan dengan kematian ketakutan dan tidak bisa mempertanggungjawabkan waktu Allah berikan. Yang ada hanya penyesalan diri sebab seluruh jiwa telah terkotori/ternodai oleh hiasan dunia.

 Hendaknya manusia memanfaat dan menghargai waktu luang sebagai lahan ibadah, meningkat keimanan bukan Cuma bersenang-senang dan tamak dengan dunia. Dan Ingatlah kesenangan dunia hanya sesaat.

 Mari kita renungkan ayat dibawah ini:

Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (surah Al Munaafiquun: 11)

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan. ( surah Al Anbiyaa’:035).

Wahai kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu.

(surah Al Haaqqah: 27).

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: