The greatest Love

Sunyi dikelilingi bintang-bintang terang, setengah terang dan redup. B

Begitupula bulan sepertinya tak mau kalah menunjukkan indahnya  kilauan cahaya pada bumi. Kesunyian ini hanya ditemani dengan siara televise yang tak begitu ramai penayangan iklan-iklan, ini bertanda  menuju keheningan malam. Bahkan awan-awan putih di langit mulai turun kepergunungan-gunungan membasahi daun-daun dan perumputan. Akan tetapi keasyikan membaca  buku setebal 451 halaman semakin asyik dan greeergretan serta dibumbui senandung  korea. Semakin  betah membaca satu-persatu kalimat, halaman, dan bab dari buku penuh romansa cinta, pendidikan dan perjuangan  yang dikemas dalam ulasan  yang simple serta bermakna. Seakan-akan bacaan dalam genggam tangan, membawa pada sebuah kehidupan baru serta mengingat tentang sebuah untold story with someone at another place. Bahkan memberanikan diri mengatakan bahwa bacaan ini benar-benar menghilang kesadaran ia pada larutnya malam.

Melalui buku yang tebal ini coba memahami sebuah arti cinta seorang pria pada wanita yang terbentur oleh budaya, keinginan orang tua dan jarak.  Kebenturan tersebut tidak menyurut cinta mereka berakhir, namun cinta mereka dipertahankan melalui untaian doa tiada henti. akhirnya mereka dipersatukan dengan jarak begitu lama yakni 5 tahun sejak mereka dipisahkan oleh kelulusan dari sebuah universitas ternama. Dan selama lima tahun pula mereka tak pernah berkomunikasi melalui media apapun. Ini merupakan bentuk mereka menjaga kesucian cinta mereka.  Walaupun terkadang terbersit dalam nafsu mereka untuk berkomunikasi.  Namun nafsu itu terkalahkan oleh konsep cinta dan keimanan mereka pada penabur cinta. Rasa cinta dan rindu hanya diluapkan  melalui doa  terlafazkan dikehadirat pemilik cinta.

Itu pertanda, bahwa  betapa kedua anak manusia benar-benar menyemai cinta mereka dengan doa dan niat suci benar-benar atas izin pemilik penyatu cinta.

Keheningan malam mengajari ia tentang makna cinta suci antara dua anak manusia. Tetesan air mata pun membasahi buku sedang dibaca. Suara-suara senandung diputar lewat winamp terkalah oleh isak tangis ia. Bahkan bertanya-tanya dengan diri sendiri. Apakah cinta seperti ini benar-benar terjadi di bumi cinta atau cerita ini hanya sebuah kisah cinta fiktif? Apakah cinta ini ada atau tidak di kehidupan nyata!!! Tetap percaya bawa cinta melalui doa dan kesucian cinta akan disatukan seperti kisah cinta Fatimah putri nabi dan Ali sahabat nabi.

Jika  kisah cinta benar adanya, sungguh luar biasa perjuangan mereka dalam menyatukan cinta mereka yang terpisah oleh kondisi. Bahkan kisah legenda cinta dibeberapa novel seperti yusuf&zulaika, pudarnya pesona kleopetra dan kisah romansa cinta lainnya ia anggap novel ini lebih seru. Atau keseruan novel dalam genggam ini dipengaruh factor kesunyian malam yang ditemani bintang, bulan dan embu-embun. Ia rasa tidak, tapi  cerita yang diangkat dalam bacaan terjadi problema antara pendidikan, cinta dan perjuangan.

Dan lewat bacaan ini pula mengajari konsep sebenarnya cinta bukan cinta sebanarnya. Bahwa sebenarnya cinta tak pernah mengubar pesonanya pada siapapun kecuali cinta ia wujudkan lewat doa, cukup pemilik cinta mengetahui cinta sesungguhnya pada  makhluk bernama wanita dan tak henti  ia memohon kemudahan dari pemilik cinta untuk mempersatukan mereka dalam ikatan penuh keberkahan. ketika cinta meraka telah disatukan  disanalah ia curah dan taburkan benih sebenar cinta dengan mantainance terintergrasikan.

Akhir dari bacaan malam ini benar-benar memberi perspektif berbeda tentang konsep cinta dua anak manusia. Dan begitu pula dengan diri ku mulai bermain  imajinasi ku dalam mendeskripsikan wujud dua anak manusia yang memperjuang cinta mereka. Pastilah dua anak manusia adalah sosok memahami tentang kekuataan doa, restu orang tua dan kesabaran mereka menanti. hingga mereka dipersatukan kembali dengan cinta yang tak pernah minus, pudar dan kekang oleh situasi.

Bahkan cinta meraka tetap seperti semula dan bersemai saat mereka dipersatukan.

Ini benar-benar the gretest love…*__*

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: