Surat cinta untuk calon Imamku

Assalamua’alaikum wr.wb

Dear Imamku di bumi cinta

Surat cinta

Apa kabarnya imamu hari ini?

Sudahkan harimu ini diawali

dengan syukur, kesabaran, keikhlasan dan cinta

Dalam menatap kembali

Fananya hidup ini

Sudahkah air wudhu, zikir, dan ayat suci

Menyegarkan kembali ingatanmu

Atas amanah yang saat ini tengah kau genggam?

Wahai calon imamku

Tahukah engkau betapa

Allah sangat

Mencintaiku dengan dahsyatnya

Disini aku dilatih untuk menjadi dewasa

Disini pula diberi pelajaran untuk merenungi

Makna kehidupan sejatinya

Agar aku lebih bijak menyikapi

Sebuah kehidupan dan siap mendampingmu kelak

Meskipun kadang keluh, ketidak sabaran, ketidak ikhlasan

Dan putus asa sering beringap dalam hati dan pikiranku

Dalam menunggu kehadiranmu

Kadang aku bertanya-tanya

Kenapa Allah selalu mengujiku

Tepat dihatiku

Bagian terapuh diriku

Kadang aku menangis terseduh-seduh

Diatas sajadah ketika berdoa pada Rabbi

Mengeluapkan segala rasa yang hadir dalam ku

Namun kini aku Tahu jawabannya

Allah maha tahu kapan waktu indah

Bersua dengan mu imamku

Kemudian ujian demi ujian

Hadir dalam helaian nafas dan langkah hidup

Mungkin dengan cara ini Allah

Agar ku tetap selalu ingat denganNya

Insyallah itu semua

membuatku menjadi lebih tangguh

Sehingga saat kelak kita bertemu

Kau bangga telah

Memilih dan Memiliki aku

dihatimu

Calon imamku…

Entah dimana dirimu sekarang

Tapi aku yakin engkau ada di bumi cinta

Sedangkan berjalan menuju sebuah terminal

Tempat kita akan bersua

Dan

Aku yakin pula, Allah tengah melatihmu

Menjadi mujahid dan pemimpin yang tangguh

Hingga akupun bangga memilikimu kelak

Apa yang kuharapkan darimu

adalah kesalihan, kesederhanaan dan kesabaranmu

Semoga sama halnya dengan dirimu

Karena apabila kecantikan yang kau harapkan dari ku

Hanya kesia-siaan yang akan kau dapati

Aku masih haus akan ilmu

Everyday learning by doing

Dengan perbekalan ilmu yang ada saat ini

Aku berharap mendapat keridahaan

Allah dan dirimu

Serta mampu menjadi bekal dalam menata keluarga kita

Wahai calon imamku…

ketika aku masih dalam lindungan ayah dan bundaku

Tak lain doaku agar menjadi anak yang sholeha

Agar kelak dapat menjadi tabungan keduanya di akhirat

Dan kelak doa anak sholeh mampu memberat timbangan

Mereka nantinya,amin

Namun nanti dan lusa, setelah menjadi istrimu

Aku berharap menjadi pendamping yang soleha

Menjadi bidarari keluarga

Agar kelak di syurga cukup aku yang menjadi bidarimu

Mendampingi dirimu yang soleh

Aku ini pemburu berat

Tapi kalau Allah dan Rasullah

Lebih kau cintai daripada aku

Aku rela berharap begitu pula dirimu

Aku yakin kaulah yang kubutuhkan

Meski nanti kau bukanlah orang ku harapkan…

Calon imamku yang tawaduk dan penuh kesabaran…

Apabila hanya sebuah gubuk menjadi perahu

Pernikahan kita

Takkan kunamai dengan gubuk derita

Tapi disana awal markas dakwah kita

Dan aku menjadi indah ketika kita hiasi

dengan cinta dan kasih….

Dan lantunan ayat-ayat al-quran

Selalu bergema

Jika Allah kelak telah mempercayai pada kita

Lahir genarasi penerus dakwah islam

Dari pernikahan kita

Bantu aku untuk bersama mendidiknya

Dengan ilmu dan harta yang halal

Terutama dengan menanamkan pada diri mereka

ketaatan

Kepada Allah Taala dan menumbuhkan rasa empati

Pada mereka

Bunga akan indah pada waktunya

Yaitu ketika bermekaran menghiasi taman

Maka kini tengah kepersiapkan diri ini sebaik-baiknya

Bersiap menyambut kehadiranmu

Dalam kehidupanku

Ini aku sedang belajar menjadi yang terbaik

Meski bukan umat terbaik

Tapi setidak berusah terus menjadi yang terbaik

Disisi Allah dan disisimu

Calon imamku…

Inilah sekilas profil harapan yang kuukirkan

Dalam rangkain kata dan doa.

Sepertia kata orang

Tidak semua dirasakan dapat diungkapkan

Dengan kata-kata dan doa

Itulah yang kini kuhadapi

Kelak saat kita tengah bersama

Maka disitulah kau akan memahami diriku

Sama halnya dengan diriku

Yang akan belajar memahamimu

Doakan selalu

Agar Allah

Mempertemukan kita dengan kemudahan

Menuju sebuah pernikahan penuh keberkahaan

Semoga Allah mencintai dan menjagamu

Agar tak tersentuh yang bukah mahrammu

Meski hanya seujung kuku…

Agar kau bisa mempersembahkan dirimu

Seutuhnya untukku

Sepertinya hal nya aku

Segala energi cinta

Juga ingin dipersembahkan

Seutuhnya Hanya untukmu

Salam cinta, kedamaian dan ketegaran untukmu imamku…^__^

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: