Keramahan dan kelucuan dosen kami

Tiap Dosen pasti memiliki kharismatik tersendiri, kelebihan masing-masing dan memiliki cara mengajar sendiri pula tentunya. Bagi saya dosen yang mengajar di Ruang MIP semua asyik-asyik, mudah dipahami, memberi pengarahan yang jelas, dan pastinya memberi tugas yang berat juga. Tapi itu semua tidak membuat kita-kita (Anak MIP)  resah dan gelisah.  Malah membuat semakin semangat untuk tampil lebih bagus dalam diskusi atau presentasi, untuk menjawab pertanyaan dengan kebenaran sesuai dengan teori dan penglaman, dan pastinya membuat kita terpacu selalu membaca. Dari sekian banyak dosen yang mengajar di ruang MIP ada satu dosen membuat kita merasa gemetaran dan juga dosen membuat kita selalu tertawa diruangan perkuliahan. Misalnya pak IP adalah dosen yang selalu membumbui perkuliahan dengan tawa-tawa kecil, lewat tertawa kecil ini lah, suasana perkuliahan begitu mengalir dan tak merasa ngatuk. Walaupun terkadang lelucon beliau tidak masuk akal tapi kita-kita tetap saja tertawa hohohoho….”ternyata mengajar perlu dibumbui guyonan segar biar ruangan perkuliahan refresh and santai”.

Di lingkungan perpustakaan Universitas Gadjah Mada beliau sangat familier (bersahabat) apalagi dengan mahasiswa, selalu menyapa dengan sapaan Generation MIlleniall, gaya beliau yang begitu mudah di dikenal misalnya selalu menggunakan kemeja panjang dan kota-kotak. Barang beliau sering bawakan adalah computer kecil yang ajaib dimana memiliki Function Multi  (multi fungsi) seperti bisa Handphone, Kamera dan sebagainya. Beliau selalu menjelaskan materi perkuliah dikelas menggunakan Power Point dijelaskan secara rinci dan mengerti pastinya. Kemudian di semester 2 (dua) beliau menarapkan tugas tiap minggu, hal ini sangat bagus sekali menambah pemahaman kita-kita tentang penjelasan dikelas dan membiasakan kita untuk terus belajar serta membaca. Ini berbanding terbalik waktu semester awal beliau sangat jarang memberi tugas pada kita-kita hanya pada Ujian tengah semester dan Ujian semester. Semoga hal ini selalu diterapkan pada mahasiswa lain karena ini menurut saya sangat bagus sekali.  Oya…hampir lupa beliau selalu mengajar duduk dikursi biru, tidak pernah mondar mandir, mungkin kursi Ruangan MIP terlalu empuk jadi beliau jarang berdiri hohohoho….dan tidak pernah oret-oretan di Papan Tulis seperti dosen lain. Mungkin karena beliau orang Teknologi terbiasa menulis di Paperless (Leptor or computer, HHHMmmm).

Selanjutnya materi perkuliah yang disajikan dalam ruangan MIP selalu hal baru misalnya isu trends perpustakaan dan berkaitan dengan teknologi. Tugas yang diberikan pada kita selalu dikumpul lewat email. Dari kebiasaan mengajar beliau saja kita sudah menyimpulkan bahwa belaiu orang ikut trends dengan teknologi khususnya pada teknologi yang berkaitan dengan perkembangan perpustakaan. Selain itu tugas yang diberikan pada kita di kumpul melalui email memberi keuntungan tersendiri bagi mahasiswa MIP pertama tidak mubasir dengan kertas, tidak perlu printout tinggal klik langsung ke raga beliau.

Ada hal menarik membuat saya untuk menulis cerita singkat ini.  Kata-kata yang saya teroreh dalam bentuk kertas ini karena merupakan apresiasi saya pada beliau. Karena dalam pikiran saya beliau ada orang yang homoris ini terlihat dalam keseharian beliau mengajarkan kami MIP (manajemen informasi dan perpustakaan) sejak semester awal saya mengejak kaki diruang kelas MIP, mengajar selalu ada humoris. Walaupun humoris kecil tapi sangat lucu sekali, apalagi teman-teman duduk bangku bagian depan dan orang dikenal, selalu kena lelucon. Untung nama saya tidak kenal jadi tidak kena lelucon beliau. Tapi waktu semester pertama saya duduk bagian depan, kena sekali humoris beliau terpaksa saya ngomong iya…iya hehehehe…

Pemikiran beliau terhadap perkembangan perpustakaan khususnya di perpustakaan sangat visioner, sangat terlihat dari arsitektur dan desain perpustakaan tidak kaku (konvensional). Dan di ruangan MIP beliau juga sering menceritakan tentang kehidupan beliau menjadi narasumber seminar atau menjadi anggota baik diluar negerimaupun secara nasional. Ini menjadi nilau plus yang luar biasa (Track Record). Juga membangkitkan semangat anak MIP ingin seperti beliau bisa keluar negeri, biasa menjadi pembicara dan ikut partisipasi dalam perkembangan perpustakaan di Indonesia,,,(kapan bisa seperti itu, Amin). Beliau juga sering menceritakan, jika ada tamu yang ingin bertemu beliau sering orang beranggapan beliau sebagai karyawan biasa bukan sebagai Kepala Perpustakaan, mungkin “karena wajah bukan wajah orang birokrasi” “kata beliau”. Saya juga berpikir sendiri memang wajah birokrasi seperti apa ya….”hanya Pak IP yang tahu wajah birokrasi seperti apa”

Terimakasih pak telah begitu ikhlas memberi materi di Ruangan MIP, ilmu sangat bermanfaat. Apalagi berkaitan dengan perkembangan teknologi perpustakaan.

Teruntuk dosen-dosen ku yang telah ikhlas sharing ilmu pengetahuan dan motivasi selama kuliah…^__^

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: