Pudarnya Pesona Ikhwatifillah

Pagi-pagi nan cerah di daratan gunung membuat suasana begitu cerah dan riang. Nuansa pagi cerah di sambut called mysister dari kota bukti tinggi. Setelah sekian lama tidak bercerita, tertawa dan berkomunikasi bareng akhirnya komunikasi terjalin kembali ketika sinar matahari begitu ganas menyinari bumi.

 Riangnya hari itu tidak seriang dengan cerita dibahas via handphone. Ini tentang  pudarnya pesona ikhwatifillah, astagafirullah. Ini bukan maksud untuk membuka aib saudara apalagi menebar fitnah. Tujuan bercerita tentang ikhwatifillah tersebut tidak lain tidak bukan sebagai evaluasi diri untuk seorang yang bernama ikhwatifillah. Bahkan terkaget-kaget dengan new up date tersebut!!!

 “Kok bisa akhwat itu seperti itu”

“Mana mungkin”

“Yang benar saja”

“Emang sejak kapan seperti itu”

“astafirullah”

Kenapa tidak percaya dan kaget??? Karena tahu bagaimana si ikhwatifillah tersebut ketika masih dalam lingkaran dakwah termasuk orang yang begitu kritis, tegas dan taat aturan  dakwah. Apalagi dilihat dari cara pakaian subhanallah begitu menutup aurat, jika digambarkan jilbabnya begitu panjang, selalu menunduk pandangan, dan ngajinya jika dilevel sudah top Liqo dach, ditambah lagi sudah mempunyai beberapa mutrabbi. Bahkan sudah termasuk dewan syuro disuatu organisasi ternama.

Tapi itulah hati manusia benar-benar berbolak balik seperti dijelaskan dalam al-quran bahwa hati manusia itu berbolak-balik. Dikarena berbolak baliknya hati hendaklah ikhwatifillah berteman dengan orang-orang sholeh, lingkungan sehat, sefikroh, selalu memohon agar Allah menunjukkan jalan yang lurus “shirotol mustaqin” dan mengikut kajian.

Sebenarnya cerita ikhwatifillah pacaran, jilbab sudah pendek,  pake jin, dan tidak mengaji. Sudah bukan hal biasa bahkan tak asing lagi dalam dunia dakwah. Sering kali mendengar baik dari teman, artikel, blog, social networking, dan radio. Apalagi ketika aktivis dakwah kembali daerah masing-masing maka sangat rentang terkontaminasi dengan hal-hal seperti itu.

Walaupun besarnya harus terkontaminasi dalam kekufuran iman, jika aktivitis benar-benar menghayati dan paham tentang ajaran dipahami dalam lingkaran ukhuwah(red:islam),  insyallah masih bisa terbenteng sekuat mungkin rayuan-rayuan yang datang. Ajaran islam benar-benar mengatur tata kehidupan dengan esotik, indah dan berkeadilan.

Ya Allah…

semoga ikhwatifillah yang masih istiqomah dijalan dakwah ini

 Engkau lindungi meraka dengan kenikmatan Iman dan persaudaran

Ya Alllah…

Kokoh hati dan cinta mereka benar-benar dilabuhkan ditempa yang sah

Bukan di atas landasan tak syar’i

Ya Allah…

Semoga ikhwatifillah yang bergugur dalam naungan Engkau

Engkau ulur kembali hidayah di hati mereka

Ya Allah…

Satukan kembali ikhwatifillah di naungan Engkau

Bukan naungan dalam rayuan-rayuan berasas perasaan sesaat

Semoga pesona ikhwatifillah

semakin pesona akhlak, ibadah, cinta, dan ilmu di hadapan Rabbi.

Semoga ikhwatifillah yang masih dipercayai oleh Allah menikmati indahnya iman, mari kita memanilisir kontaminasi tersebut dengan menjalin silaturahmi dengan lingkaran dakwah. Jangan pernah merasa terasing dengan pahaman dipelajari dalam lingkran ukhuwah dan jangan sampai terbujuk rayu untuk mencicip bagaimana indahanya pacaran, TTM atau apalah istilah sekarang.

Memang tidaklah mudah untuk menjaga keistiqomahan. Akan tetapi keistiqomahan tersebut akan mudah dicapai benar-benar niat dakwah untuk Allah bukan atas factor lain. Bahkan kebanyakkan factor pudarnya pesona ikhwatifillah karena didasari oleh kekecewaan, ada niat lain selain allah misalnya supaya bisa dikata orang sholeh atau sholeha, atau mungkin supaya bisa dapat si akhwat/ ikhwan tersebut. Masih banyak orang berhijrah dengan niat tersebut.

Mari ikhwatifillah yang masih Allah taburkan rasa istiqomah dihati kita untuk cek and rek niat kita. Agar tidak futur seperti cerita ikhwatifillah diatas. Dan masih percaya masih banyak ikhwatifillah yang benar-benar berhijrah dengan kesadaran untuk mendekat diri pada Allah dan meraih predikat sholeh dan sholeha.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: