Renungan tentang kehidupan

Reflection about a living

Biasanya ketika mudik kekampung “Kerinci” selalu mendapat tugas untuk mengantar orang tua “red:ibu” kepasar belanja keperluan dapur. Nah ketika sampai dipasar tepat disore hari sekitar jam 17.00 Am duduk di salah ruko sambil menunggu selesain belanja. Selama setengah jam menunggu banyak hal bisa reflection “renung” tentang kehidupan yang mencekam. Kebetulan tempat menunggu orang tua dekat dengan ibu-ibu yang menjual sayur, kentang, beras, cabe, dan sebagainya.

Tiba-tiba bercerita dengan diri sendiri, ternyata hidup begitu susah, ternyata begitu sulit untuk mencari sesuap makan, ternyata benar jika bekerja dengan ilmu akan mempermudah kehidupan, dan sangat beda jika bekerja dengan tenaga hanya dibayar atau diperoleh berapa rupiah.

Saat melihat ibu-ibu yang berjual di pasar semakin jelas betapa banyak rakyat Indonesia hidup dibawah kemiskinan.  Apalagi beberapa bulan lagi tepatnya awal april 2012 pemerintah akan menaiki harga BBM (bahan bakar minyak) bahkan naiknya pun luar biasa bagi masyarakat miskin. Sedangkan harga BBM masih sekitar 4500 per liter masyarakat masih tertatih untuk mencari nafkah. Kenaikkan BBM ini akan berdampak sistimik kenapa dikatakan sistemik karena BBM merupakan unsur utama mengerakkan segala factor kehidupan manusia dan otamasi akan berdampak pula dengan harga-harga lain baik itu papan, pangan maupun sandang. Maka bertambah pula inflasi di Indonesia dan semakin tertatih pula rakyat Indonesia untuk mencari sesuap nasi.

Jadi teringat dengan salah satu pengamat Ekonom di salah satu televise swasta sebenarnya pemerintah seharusnya tidak menaiki BBM karena cadangan devisa masih cukup “Surplus”. Menurut ekonom tersebut naiknya BBM dipengaruhi oleh (1)  pemerintah Indonesia telah diintervensi oleh pihak asing “taat dengan kebijakan asing”  atau tidak berpihak pada kontitusi, dan (2) desakan membayar utang ke luar negeri dengan terpaksa pemerintah harus menaiki BBM. Sedangkan alasan pemerintah menaiki harga BBM yaitu harga minyak dunia naik. Maka untuk mengatasi defesit devisa Negara langkah harus diambil adalah menaiki harga BBM.

Apapun alasan pemerintah dengan menaiki harga BBM sangat berdampak pada masyarakat Indonesia, apalagi ketika berjalan-jalan pasar tradisional semakin banyak menemui ibu-ibu mengeluh dengan kehidupan kian hari semakin kritis. Sedangkan barang-barang para petani, buruh dan nelayan tidak diperhatikan.

Lihat saja bagaimana murahnya harga barang para petani, lihat pula betapa rendahnya gaji para buruh pabrik, dan lihat pula para nelayan yang tidak melaut karena tidak mampu untuk membeli BBM. Selain itu berpengaruh pula pada pendidikan, bagaimana tidak mempengaruhi untuk makan saja tidak mencukupi bagaimana untuk keperluan yang lain. Semakin buruknya pendidikan disuatu keluarga maka semakin terpuruk pula hidup dibawah kemiskinan.

Jadi teringat dengan salah satu buku yang membahas tentang membuka kejahataan internasional yang ditulis oleh mantan bandit ekonomi dunia “John frenklin”. Dimana dipaparkan bagaimana berperannya bandit ekonomi mempengaruhi  harga minyak dunia. Setelah membaca buku tersebut ada benang merah antara pasar, kenaikan harga BBM dengan buku yang dibaca beberapa minggu yang lalu.

Ternyata demi merebut minyak Negara atau siapapun rela menemupuh jalan curang terutama bandit ekonomi akan berperan aktif atau menginvertasi pihak-pihak pemeritah agar berpihak pada kebijakan asing “neoliberal” dengan tekanan maupun ancaman.

Bahkan setelah membaca buku tersebut suddenly “tiba-tiba” percaya jangan-jangan benar seperti dikatakan pengamat ekonomi dan urain buku tersebut. Kenaikan harga minyak di suatu Negara benar adanya dipengaruhi oleh intervensi asing, tekanan, dan konfirasi lain dibalik harga BBM tersebut.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: