Intisari Doa

Doa merupakan intisari ibidah, cukup logis apabila seluruh Nabi perintah berdoa. Doa para nabi seluruhnya tercatat dalam Al-quran. Beberapa diantaranya berikut ini

  1. Doa Nabi Nuh a.s

Ya Tuhanku, jangalah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafi itu tinggal di atas bumi. Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hambaMu, dan mereka tidak akan melahirkan selain anak yang berbuat maksiat lagi sangat kafir (Q.S. Nuh 71: 26-27)

Doa ini dipanjatkan oleh Nabi Nuh a.s setelah beliau dakwah sekitar 950 tahun, namun umatnya tidak menghiraukan dakwanya. Perlu dicatat, meskipun doa ini perah diucapkan oleh Nabi Nuh a.s, tapi umat isalm tidak perlu berdoa seperti ini karena Nabi saw. Menagajarkan pada kita untuk mendoakan orang-orang yang tidak mengikuti ajakan dakwah agar dibukakan haitnya dan diberi hidayah.

Analisi ini mengambarkan bahwa ada doa yang memang cocok dipanjatka pada zaman nabi tertentu, tapi tidak cocok diucapkan oleh umat Nabi Muhammad Saw.

  1. Doa Nabi Luth a.s

Ya Tuhanku, selamatkan aku beserta keluargaku dari perbuatan yang mereka kerjakan. (Q.S. as-syu’ara 26:169). Doa ini dipanjatkan ketika Allah swt. Akan menurunkan azab kepada kaum Nabi Luth a.s

  1. Doa Nabi yusuf a.s

yusuf berkata, “wahai Tuhanku  penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak Engkau hindarkan dari padaku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung kepadanya dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh. (Q.S. Yusuf 12:33). Doa ini dipanjatkan ketika Nabi Yusuf a.s diancam dengna penjara karena tidak mau mengikuti rayuan julaikha

  1. Doa Nabi Ayyub a.s

Dan ingatlah akan hamba kami Ayyub ketika ia menyeru Tuhannya, “sesungguhnya aku diganggu setan dengan kepayahan dan siksaan” (Q.S Shad 38: 41). Doa ini mengambarkan bahwa Nabi Ayyub a.s ditimpa berbagai penyakit, da tidak menyalankan Allah swt tapi ai menyakini penyakit itu datangnya dari setan.

  1. Doa nabi Musa a.s

Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku. (Q.S Thaha 20:25-28). Doa ini dipanjatkan Nabi Musa a.s ketika akan bedialog dengan firaun.

  1. Doa Nabi Ibrahim a.s

Ya Tuhan kami, sesusungguhnya aku telah menempatkan sebahagan keterunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau yang dihormati, ya Tuhan kama (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanalh hati sebagian menusia cenderung kepada mereka dan beri rezkilah mereka dan buah-buahan mudah-mudahan mereka bersyukur (Q.S Ibrahim 14:37). Doa ini dipanjatkan ketika Ibrahim a.s meninggalkan istri dan putranya yang masih bayi, siti hajar dan ismail, dilembah yang tiada pepohonan yang sekarang menjadi kota Mekkah

  1. Doa Nabi zakaria a.s

Ya tuhanku janganlah engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan engkaulah waris yang paling baik (Q.S. Anbiya 21:89). Doa ini dipanjatkan ketika Nabi Zakaria a.s minta diberi keterunan yang akan melanjutkan perjuangan dakwahnya. Allah mengabulkan doanya dengan membernya Nabi Yahya a.s

  1. Doa Nabi Sulaiman a.s

Maka dia tersenyum dengan tertawa karena perkataan semut itu. Dan dia berdaoa “ Ya Tuhanku, berilah aku ilham (bimbingan) untuk tetap mensyukuri nikmatMu yang telah Engkau anugrahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau Ridoi, dan masukkanlah aku dengan rahmatMu ke dalam golngan hamba-hambaMu yang saleh” (Q.S. An-Naml 27:19)

  1. Doa Nabi Syu’aib a.s

Ya Tuhan kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan hak dan Engkaulah pemberi keputusan yang sebaik-baiknya (Q.S Al A’raf 7:89). Doa ini dipanjatkan ketika Nabi Syu’aib a.s dan pengikutnya akan diusir oleh pemuka-pemuka kaumnya yang zalim.

  1. Doa Nabi Isa a.s

Ya Tuhan kami, turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami, yaitu orang-orang yang bersama kami dan datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau beri rezkilah kami, dan Engkaulah pemberi rezki yang paling utama (Q.S. Al-Maidah 5:114). Doa ini dipanjatkan ketika kaum Nabi Isa a.s minta kepada untuk menunjukkan bukti kenabian (mukjizat) nya

Dipastikan semua Nabi pernah berdoa pada Allah swt dan doanya terekam dengan sempurna delam Al-quran. Ini membuktikan bahwa doa merupakan intisari ibadah yang menggambarkan kedekatan dan kerinduan pada Allah swt.

Dengan demikian, sudah sepantasnya kita rajin berdoa, selevel nabi saja rajin berdoa, masa level kita yang bukan nabi tidak pernah berdoa? Kalau kita tidak pernah berdoa atau jarang berdoa, ini menggambarkan bahwa kita jauh dengan Allah swt.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: