from made in china to made in indonesia

Renungan untuk kaula Muda Indonesia

dari Made In China to Made In Indonesia

Hampir seluruh   pasar di Indonesia maupun dunia telah dibanjari produk made in china. Mulai dari pasar tradisional hingga supermarket atau Mall. Mulai dari barang kecil-kecilan hingga barang sangat prticise.  Tidak bisa dibungkiri bahwa made in china telah merabah segala factor dan lini kehidupan manusia. Hal ini juga melanda pada  kelangan atasa untuk eye content pada made in china.

Kenapa produk made in china? Begitu gampang dan mudah diketemukan baik di pasar konvesional maupun  berkelas atas seperti Mall sebut saja di Ramayana? Coba kita melirik kesana ada beberapa produk made china terpajang misalnya kebutuhan rumah tangga mulai dari sendok, gelas plastic, etc. sedangkan Alasan pertama masyarakat Indonesia suka pada made in china adalah MURAH sedangkan kualitasnya belum bisa dijamin bagus dengan made in yang lain. Kemudian masyarakat luas telah percaya dan familier dengan produk tersebut.

Kemudian lihat pula made china pada Eletronik sungguh luar biasa membajari pasar Indonesia dari pusat kota hingga pelosok desa. Bahkan setiap rumah di seluruh Indonesia rata-rata telah dihiasi oleh made in china. Percaya atau tidak coba cek masing-masing peralatan atau perabot rumah kita? Pasti ada satu atau dua bahkan lebih made in china.

Nah, made in china tidak hanya membumi atau disukai di Indonesia saja ternyata di Madinah dan Mekkah produk made in china telah membanjiri pasar local maupun pasar modern. Kenapa berani mengatakan seperti ini??? Karena ketika orang tua “parents” pulang menunaikan rukan islam ke Lima yaitu Haji pada bulan November 2011. barang atau oleh-oleh dibelikan baik di mekkah atau Madinah ternyata rata-rata barang tersebut made in china misal jaket, sandal, tas, sejadah etc.

Ini menunjukkan bahwa made in china benar-benar telah menguasai seluruh belahan bumi. Hal ini senada dengan penyataan seorang dosen Fakultas ekonomi bisnis UGM pada seminar bahwa china merupakan salah satu Negara memiliki devisa Negara paling besar di dunia dan pertumbuhan ekonomi berkapita bertahun selalu meningkat. Dengan devisa Negara yang besar tersebut china tidak takut dengan ancaman-ancaman dari luar menekan ekonomi china serta mampu bertahan dengan krisis global baru terjadi.  Maka pantaslah umat islam dituntut menuntut ilmu hingga kenegeri cina, karena cina merupakan Negara begitu giat mengembangkan “Kaizen” dan ATM “amati, tiru dan modifikasi”.

Pernahkah rakyat Indonesia membayangkan, jika  made in indonesia mampu membajiri seluruh pasar dunia? Maka Indonesia juga bisa bangit dan menyemai china. Paling tidak tidak ada lagi rakyat Indonesia kelaparan, putus sekolah, rebut beras miskin, terlantar dijalan dan bahkan utang luar Indonesia pad IMF mungkin bisa terbayar dengan segara. Dengan penguasaan made in Indonesia dalam segala sector mampu meningkatkan cadangan devisa dan mungkin berhenti berutang pada IMF. Tapi yang jadi pertanyaannya adalah mungkin Indonesia mampu bisa seperti china?

Sebenarnya Indonesia memiliki peluang emas untuk bersaing di pasar global karena Indonesia memiliki sumber daya alam berlimpah ruah. Seperti dipaparkan dalam buku Madilog “materialisme, dialelitika dan logika”  pernah meramalkan jika kalau suatu negera seperti Amerika mau menguasai samudra dan dunia, mesti rebut Indonesia lebih dahulu buat sendi kekuasaan. Kenapa? karena Indonesia terdapat kekayaan alam begitu dahsyat. Misalnya minyak disumatra, kalimatan, irian sudah begitu kesohor diseluruh dunia dan rempah-rempah di Maluku.

Tapi sayangnya, Indonesia kurang menyadari limpahan kekayaan dan kekurangan source “tenaga kerja” yang berkompeten dan professional. Kekurangan sources dan kesadaran sangat dipengaruhi oleh knowledge (pengetahuan). Sedangkan pengetahuan tersebut sangat berkaitan dengan pola pendidikan yaitu membaca dan merenungi seperti yang banyak dilakukan oleh para penemu dunai. Renung dan berilmu saja tidak cukup tapi ilmu yang dimiliki harus ilmu yang terunggul. Hal serasi dengan ungkapan Francis Bacon yang berhasil negeri Bensalem makmur dan bahagia dengan cara “orang-orang harus banyak berpikir dan bereksperimen untuk lebih memahami kehidupan. Dengan berusaha memahai kehidupan secara sistimatis, manusia akan menemukan cara untuk lebih bahagia. Bensalem adalah sebuah bangsa yang didasari oleh sains.

 Jadi tugas kedepan bagi anak muda Indonesia adalah bagaimana menjadi manusia berkompeten tingkat dunia, berkrackter, dan berakhlak mulia. Bukan seperti kalangan muda saat ini yang banyak tersendara dengan korupsi, sabu dan tawuran serta hedonisme.

Dengan demikian anak muda Indonesia harus terus berjuang mengisi kemerdekaan dengan berpikir dan eksprimen. Selagi kekayaan alam Indonesia masih berlimpah dimana-mana dan meningkat membaca serta mempunyai Sources terunggul dalam segala sector.    Seperti dijelaskan oleh Ibn Khaldun bahwa perabadan tidak akan selamanya di bawah dan juga tidak selamanya di atas karena berbagai factor. Ini menjelaskan masih ada harapan untuk mewujudkan Indonesia sebagai peradaban Imperium. “Why not and we  believed can do it”

Namun ada hal harus diingitakan dan PR bagi Negara di dunia ingin menjadi peradaban besar yaitu “tantangan menjadi peradab besar akan mempunyai kompleksitas dan tantangan yang juga besar. Sering kali masyarakat justu menjadi apatis, menjauhkan diri dari upaya-upaya merespons tantangan-tantangan itu dan melarikan diri dri baik dari surga dunia (hedonisme) maupun surga di langit (monastisme sufisme islam atau gereja)”.  Tapi persoalan seperti diatas dapat diselesaikan atau  dipecahkan dengan menunjukkan kepemimpinan yang percaya diri dan meyakinkan karena sering kali masalah terbesar dari suatu bangsa adalah moral, semangat dan kepercayaan.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: