Journey At Hongkong

Journey at Hongkong

sampai dihongkong sekitar jam 12 malam waktu hongkong kalau di Indonesia sekitar jam 11 Cuma berbeda satu jam seperti berbedaan Indonesia barat dan timur. via kita lalui menuju hongkong yaitu dari Macau terus naik Very dan jembutin mobil pariwisata. Perjalanan dari Macau menuju Hongkong lebih kurang satu jam perjalanan. Ini untuk pertama kali naik Very mungkin daerah kepulauan seperti batam very merupakan transportasi utama masyarakat batam. Hal dirasakan ketika naik very adalah seperti naik guayan dan pusing sepertinya mabuk laut heeeee….^__^ akhirnya sampai juga di pelabuhan Hongkong subhanallah sesampai disana lihatin pemandangan laut luar biasa tapi sayang tak sempat mengabadikan pemandangannya yang dihiasi Lighting “penerangan” lampu-lampu berkilau dengan berbagai warna pantas si Gayus mau banget liburan ke Macau hooooo kok sampe ke gayus pula…. The Next History  Bayangkan pelabuhan saja sudah seperti apalagi bandara dan kota Hongkong ya???.

lebih kurang setengah jam berjalan menuju kota hongkong dan sempat diceritakan guidenya bahwa kita akan melewati bawah laut, dan melihatin pelabuhan antara dua kota hongkong. walaupun berjalan dibawah laut sepert jalan ditol biasa aja. tetap pemandangan jalan dibawah laut tak bisa diabadkan semakin capeknya^____^ akhirnya sampai juga di hotel. semakin tertakjub sesampainya di hongkong rata-rata gedung disana seperti pencakar langit. ketika dihotel dapat kamar paling atas semakin bebas  atau lepad (freelance) mata memandang gedung bertingkat disekitar Hotel. bahkan bisa dikatakan rata-rata gedung disana tinggi semua dan sangat jarang rumah penduduk seperti Indonesia.

Fhoto di Hongkong

pagi pun datang dan mengawal pagi dengan prepare  serta Basmallah menuju lokasi workshop and tour. Tapi sebelumnya berangkat harus serapan dulu. Hoooooo….ketika sarapan banyak keanehan (1) ruangan makan Hotel sangat minim mungkin lebih minim rok Mini sehingga harus antri kayak antri daging kurban, kemudian disana makan yang laris oleh kita adalah Telur bulat, Roti bakar, dan Teh Hangat sedangkan makan bahan dasar daging pada takut semua menyentuhnya “takut daging babi” gak papalah wanti-wanti dari pada kemakanan makanan haram, padahal pertama makan ambil sosis tapi gara-gara dibilangin teman hati2 jangan daging babi terpaksa dech sosis disingkirkan, Parno bangetkan ckkkkkk….. (2) Ternyata makanan hongkong kebanyakkan bersaus alias tak berbau Pedas seperti orang Sumatra. (3) orang Hongkong Menyeduh Teh tidak menggunakan Gula alias Teh Hijau Karena orang hongkong takut kegemukkan “obesitas”  pokoknya makan dihongkong menghilangkan selera yang ingat Cuma Makanan Indonesia “ I love food Indonesia especially padang foods”.

workshop pertama di Universitas Hongkong, selama dalam perjalanan menuju Universitas Hongkong yang berada di atas Bukit. lagi-lagi takjub melihat Indah kota hongkong yang dihiasi oleh gedung-gedung pencakar Langit matapun tak mau berkedip sedikit pun untuk melihat keindahan Hongkong. lebih kurang 1 jam perjalanan dan Alhamdullah gak kena mancet “Mangnya Jakarta pake macet-macet segala hiiiiii” sampai di Universitas Hongkong ini adalah Mapping Universitas Hongkong

ketika memasuki area universitas Hongkong bertambah takjub ternyata sangat beda universitas yang ada di Indoesia. kesan pertama terlukis dalam benak yaitu gedung-gedung sangat Indah, kokoh, taman-taman kampus begitu asri serta nan Hijau, tertata dengan rapi tanpa ada sampah satupun. setelah berkeliling di area universitas hongkong langsung menuju Perpustakaan ini tujuan kita. sesampai disana langsung disambutin oleh librarians the university of Hongkong sambil mengenalkan “Introduction” tentang history and deveploment of library. Akhirnya dibagi two group “dua cluster” yaitu cluster Technology and Collection or circulation library.  lagi-lagi takjub ternyata jauh berbeda perpustakaan Indonesia dengan Hongkong disana rata-rata sudah berbasis Techonology kemudian tata pelayanan serta display collection juga berbeda. akan tetapi perpustakaan Universitas Hongkong sebelum seberapa jika dibandingkan dengan Perpustakaan Provinsi/kota “Hongkong of central library” seperti Mall banget. Semoga suatu saat perpustakaan Seluruh Indonesia bisa seperti perpustakaan diluar negeri. Amin “tapi Kapan ya hiiiiii”

Dilanjutkan kegiataan berikut adalah mengunjung perpustakaan Hongkong University science and technology dimana universitas tersebut juga berada puncak bukit. luar biasa sesampai disana semakin takjub lagi dengan pemandangan melihat kota Hongkong dari universitas science and technology. jadi kepengen kuliah diluar negeri pula rasanya heeeee….”semoga Allah mempermudahkan langkah walaupun logika bilang mana mungkin tapi ketika Allah berkehendak pasti bisa, I’am believed it”. pastinya hal tidak boleh dilupakan adalah foto-foto. langsung menuju perpustakaan yang berada dilantai the first floor. sebelum mengeliling lokasi perpustakaan tersebut kita memasuki area workshop tujuan adalah untuk mengenal terlebih dahulu lika-liku perpustakaan dan berakhir juga pengantar tentang perpustakaan. Kemudian dilanjuti pada pengenalan satu persatu ruangan dan koleksi perpustakaan tersebut. semakin berjalan dari satu keruangan lain, dari satu tingkatan gedung ketingkat lebih tinggi lagi-lagi mengeleng kepala “luar biasa” perpustakaan diluar Negeri. perpustakaan didesain senyaman mungkin, difasilitasi selengkap mungkin, dan ditambah lagi pemandangan nan indah.  Bagaimana tidak mahasiswa betah dan menjadi perpustakaan menjadi rumah kedua bagi mahasiswa. ada beberapa hal yang bisa disimpulkan dari mengunjungi perpustakaan Hongkong Science And Technology yaitu  Hendaknya perpustakaan diciptakan senyaman mungkin dengan dekorasi funny, fasilitas serba techonology, dan disuguhi pemandangan. Tapi mungkinkah Indonesia bisa meniru perpustakaan hongkong science and technology????. Insyallah bisa tapi perlu waktu begitu lama dan panjang. Hongkong Science And Technology memang menerapkan filosofi perpustakaan adalah jantung pendidikan. kalau Indonesia benarkah perpustakaan jantung Pendidikan!!!! I don’t knew…

The Next Activity yaitu menuju Hongkong of central library (Mungkin perlu pembahasan secara khusus tentang Hongkong Of Central Library), jadi ditinggalin dulu tentang Hongkong Of central library dimana perpustakaan tersebut berada dipusat kota hongkong dan bersebelah Taman Victoria salah satu tempat berkumpulnya TKI Indonesia dan berdekat Indonesia of Embbassy. Walaupun sepintas melihat Taman Victoria tapi sudah mengambarkan suasana seperti apa!!!!. Taman tersebut umumnya dimanfaat untuk bersantai ria, bermacam olahraga, dan diskusi. Taman Victoria memang bagus tempat menghilangkan lelah tapi lebih nyaman lagi di Hongkong of central library seperti Mall…”amazed” bahkan di hongkong taman kota begitu banyak dan jarak satu taman dengan lain juga tak begitu jauh. Kenapa hongkong menerapkan banyak taman karena rata-rata masyarakat hongkong tinggal apartemen (rumah susun) jadi jarang heran pagi-pagi taman di hongkong dipenuhi masyarakat hongkong.

Pokok seharian penuh tepatnya tanggal 4 Juni 2011 Full of activity,  walaupun padatnya kunjungan tapi tetap happy funny as long as day not annoyed or joy.   ini dia nich yang ditunggu teman semua yaitu shopping time. Namun sebelum kita shopping night day kita mengujungi tempat wisata  Madame Tussaud’s Hong Kong yaitu tempat  patung-patung orang tekenal di dunia seperti Sharul Khan, Eistein, Raja dan ratu Inggris, Jek lie, dan lain-lainnya. Hhoooo….hampir semua patung orang ternama diphotokan ya kapan lagi, karena di Asia Madam Tussaud’s Cuma ada dihongkong,  ticket masuk yaitu 100 dolar Hongkong yaitu sekitar 120 Indonesia. di Gedung Madame Tussaud’s tersebut bisa melihat kota Hongkong dari ketinggian tapi sayang kita kesana siang-siang katanya kota hongkong lebih indah dilihatin Malam hari.

Fhoto bareng di Universitas Science and Technology Hongkong

The Next Journey Is Shopping Time!!! kita tahu bahwa hongkong adalah pusat belanja termurah di asia. Sebenarnya dielnya dari Indoneisa bakal shoping di Ladies Market tapi ada suatu problem yaitu guide curang kita dibawah tempat yang mahal dan menyatakan bahwa ladies market bukan tempat belanja murah dengan terpaksa belanja disekitar  Stanley Market merupakan pasar yang sedikit lebih ‘bergengsi’ dibandingkan dengan pasar-pasar lainnya di Hongkong.

lewat shoping tersebut terbukti bahwa orang Indonesia adalah Konsumtif “geleng-geleng kepala lihatin teman belanja”.  Hampir semua barang ditawar pada lahap alias diborong, lucunya saat shoping yaitu terhambat dengan bahasa terpaksa menggunakan bahasa isyarat^___^. Masih ingat waktu teman nawarin pake bahasa Indonesia dan ketawa ngakak-ngakak hooooooooooo emang disini bringHarjo pho*__*…. waktu yang dihabiskan untuk shopng sekitar 4jam padahal waktu diberikan untuk shoping yaitu 2jam. HHeemmm mana cukup 2jam buat shoping dengan terpaksa pulang ke Hotel naik taksi. Belanja di Hongkong tak ada puas-puas karena perbedaan shoping hongkong dan Indonesia beda tipis. Pantasan kalau jalan-jalan kehongkong rugi kalau gak shoping. selain murah dan kualitas juga lebih bagus dibanding Indonesia bukan berarti barang Indonesia dibawah standar.

The Last Journey not yet last at Hongkong berakhir di Stanley Market and prepare penerbangan selanjutnya yaitu Singapura perjalanan penuh kenangan dan ilmu. I hope someday Godbless to journey another abroad, Amin.

 

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: