Di jalan Dakwah kita bersahabat


coba mengingat dan mengemas kembali bagaimana pertemuan kita dalam dakwah “Kajian” dalam sebuah tulisan. walaupun tak begitu ingat untuk mengilustrasikan serta menganologikan awal pertemuan tersebut.  Bahkan tema kajian pertama kita bertemu juga sudah lupa, coba membuka satu persatu catatan kajian di tempat tersebut tetap tak bisa mengirakan. Dahulu kajian merupakan hal asing dan baru dalam dalam jiwa hingga hari ini kajian bukan hal asing dalam hidup bahkan menjadi bagian hidup harus dijalani.

Dijalan Dakwah kita bersahabat

Jika dalam satu pekan atau lebih dari itu acara kajian ditinggalkan terasa ada nutrisi atau vitamin iman yang hilang rasanya karena Tak hanya tubuh yang butuh mengkonmsumi vitamin akan tetapi jiwa sangat perlu Vitamin mulai dari vitamin B, E, C dan sebagainya. Ketika jiwa selalu disirami unsur vitamin keimanan, makan hasilnya adalah terbentuknya manusia bijaksana (Wise), penyabar (Pattiented) dan tenang (calm).    Walaupun kajian bisa meng progress lewat media lain tapi pertemuan itulah yang selalu dirindukan. lewat kajian pula selalu dipompa semangat untuk terus berusaha menjadi manusia terbaik terutama didepan Allah. Terkadang kajian merupakan tempat priceless dalam kontaplasi jiwa karena bisa langsung merespon perkataan ustad atau ustazah dengan sikap dan perilaku selama ini.

Berjalannya rotasi waktu ternyata kajian merupakan hal sangat positif terutama menambah teman, silaturahmi dan persahabatan. lewat kajian maka terbingkai sebuah persahabatan. tidak hanya sebagai tempat menimbun ilmu tapi memiliki multifunction ^____^. Teringat dengan nasehat ustad “sungguh bahagia dan bergembiralah kalian setiap minggu selalu mengikuti kajian, sungguh beruntung kalian selalu hadir dalam kajian, sungguh begitu berharganya kalian tetap istiqomah mengikuti kajian, dan orang-orang terpilihlah dipanggil oleh Allah untuk menghadiri kajian”. betapa banyak muslim dan muslimah tapi hanya sebagian yang menyadari betapa penting untuk menghadiri majelis ilmu. seharusnya memanfaatin sarana kajian tersebut sebagai area untuk menambah ilmu, saudara, teman dan meningkat ukhuwah. berdoa kepada Allah agar kalian diberi kemudahan untuk melangkah kaki menuju majelis ilmu dan tetap istiqomah dalam dakwah.

kini beberapa teman yang pertama kali bertemu dikajian menjadi seorang sahabat dalam menjalani hari untuk mengikuti kajian. Jalan yang jauh telah ditempuhi, hujan yang membasuhi jiwa raga telah dirasakan, kepanasan dan keringatan itu dirasakan diiringi kesabaran dan keikhlasan “Insyallah” serta dibumbui canda, tawa dan senyum persaudaraan. Itu semua adalah feature “kharateristik” perjalanan kita dalam perjalanan.   walaupun timbul rasa lelah dan malas menghantui perjalanan menuju sebuah tempat yang diridhai Allah. Tetap tegap dan tersenyum mengikuti irama-irama yang menghantui.

Terkadang ada pula tears “Air mata” mengalir di wajah ketika dipisahkan oleh ruang dan waktu untuk sekian lama karena harus kembali ke Site “daerah” kita masing-masing. But You Must Believed Friends…!!! pertemanan yang terbingkai dalam kajian itu telah monoreh kata cinta dalam sukma. walaupun jarak begitu jauh tetap persahabatan dan persaudaraan tak akan pernah jeda. sejak pertama kita disatukan oleh iman sejak itupula selalu ada rasa rindu, Allah hanya ingin mengajari kita tentang sebuah rindu agar kecintaan dan persaudaraan semakin iklas.

Semoga persahabatan semakin kokoh dan semakin berkah. Semoga Allah mengekalkan persahabatan hingga batas tak tertentu dan sampai bersandar di singgasana keabadian di Jannah Nya kelak sambil bernostalgia akan masa masa yang indah yg pernah dilalui ketika mengikuti kajian…Heemmm*__* dan semoga kebersamaan kita jalani dalam kajian merupakan  saksi di  Ya Umul Akhir, semoga kelelehan dalam kajian menjadi penambah timbangan amal, AMin. Akhir dari kehidupan kita apapun yang melekat atau dimiliki akan diminta bertanggung jawab dihadapan Allah.

Dimanapun kita berada nantinya dan bagaimanapun kondisi nantinya jangan pernah terlupakan bahwa betapa pentingnya kita untuk selalu mengikuti kajian. Apalagi nantinya kita telah berubah peran dari seorang Ukhti menjadi seorang Ummi. sedangkan peran Ummi begitu luar biasa, maka lewat kajian tersebut semakin tahu apa dan bagaimana memposisikan diri dalam keluarga.

“I STILL LOVED U FRIENDS”

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: