ARAFAH “

Bu,,,
Malam ini kau menelepon ku dari kejahuan…
Kau berbicara dengan airmata,,aku tak tahan dengan harumu…
Dan akupun jatuh dalam menangis…

Bu,,,
seharian tadi aku berpuasa juga untukmu..
Hari tadi Kunang-Kunang’Ku dan Kunang-Kunang’Mu jg melakukannya…
Dan kami merindu,,Bu…

Bu,,
Disini gemah takbir membahana terdengar,,
Sedang diselah telingaku Mama berkata,,, “Nak mama sehat-sehat…”
Dan airmataku menjadi luruh untukmu…

Bu,,
Bila aku jumpa engkau nanti,,,Ku ingin menciummu..
Ceritakan apa yang perlu kuketahui dalam perjalanan’MU
Dan aku selalu mendengarkan pesanmu

Bu,,,
Bukan hari ini untuk kita tersisihkan lagi…Tapi dulu…
Secara perlahan dan semakin aku sadar,,bahwa inilah KITA yg dulu dan sekarang..
Dan aku berharap kehidupan Bu bisa berjalan baik denganku..

Bu,,,
Memang mudah dilihat orang bahwa orang itu,,melalui peristiwa yang amat berat….
Sangat jelas,,Tapi disisi lain orang itu harus temukan jalannya sendiri…
Dan orang itu aku Elang’Mu, Kunang-kunang’Mu, Capung’Mu, …

Bu,,
Kita adalah Fakta dalam berkeluarga,,,,Kita berpikir keras bagaiman menjalani hari-hari kita…
Mama selalu bilang kekami anak-anak Bu “Nak…Bu mau kalian putar Otak untuk masa depan kalian..Gunakan tenaga dan kemampuan kalianBu tau kalian anak-anak yang hebat…”
….

Bu,,,
Aku ingin segera Bu pulang,,,Aku rindu…
Aku ingin menatap mata Bu…
Dan dinina bobokan dipangkuan Bu seperti dulu…

Bu,,
Peluk cium dariku,,ELANG’mu…
Peluk cium juga dari Kunang-Kunang’Mu..Kekasih si Elang..
Dan juga dari Capung lincah,, yang selalu ceriwis..Cucumu …

-m.sir-
06 – Nov – 2011…
Special Dedication for My Mom.

Puisi ini sengja simfoni kopas “kopi paste” dari note teman difacebook serta sangat kebetulan banget teman difacebook mempulish note tersebut. puisi tersebut mewakili banget bagaimana perasaan simfoni dan  simfoni baru saja telepon orang  tua lagi dipadang Arafah yaitu sekitar jam 16.30 ( 06 – Nov – 2011) waktu indonesia bagian barat, apa yang terjadi yaitu bu menangis terisak-isak dan simfoni pun tak sanggup untuk menahan tangis dan rindu pada bundo. Entah apa membuat simfoni begitu bijak di depan bundo dengan mengatakan pada bundo serahkan semua yang terjadi pada Allah, cukup Allah melindungi bundo,yang terpenting bundo khusyuk melaksanakan satu persatu rukun haji serta sampaikan salam simfoni pada bapak^__^. Padahal jauh lubuk qolbu simfoni pengen menangis sekencang-kencangnya tapi harus menguatkan mereka ditanah suci untuk memperjuang menjadi umat Islam yang dihapuskan segala dosanya serta tercapai Haji yang mabrur.Amin. Namun setelah telephon dimatikan simfoni menangis diatas sejadah panjang sambil mengadu pada Allah lindungi mereka, mempermudahkan segala urusan mereka dan berharap semoga Allah mudah kaki, niat dan rezki agar simfoni secepat mungkin ketanah suci “Allahuma, Amin”. Tanah suci  adalah tanah yang dirindui untuk beribadah agar semakin mengenal keEsaan Allah.

bundo… Insyallah simfoni always prayer to parents in there.   lirik puisi diatas sangat mengambar perasaan simfoni yaitu merindui bu. kemudian ada beberapa kalimat simfoni edit.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: