From graduate students UGM to Indonesia

Dari Mahasiswa Pascasarjana UGM Untuk Indonesia

by sholiatalhanin


Pada kajian ketiga di bulan oktober tepatnya tanggal 20 Oktober 2011 bertempat di mesjid Apung UGM membahas tema tentang kontrubusi mahasiswa pascasarjana UGM untuk Indonesia. Tujuan diangkatnya tema tersebut adalah bagaimana mahasiswa pascasrajan “pemuda” membawa agent of change dalam segala aspek sebab tidak bisa dipungkiri bahwa UGM adalah gerbangan serta lahirnya para pakar dalam segala keilmuan.

Nara sumber kajian tersebut “KAMSO=Kajian kamis sore” adalah UST DR. Rahman Dosen Teknik Kimia UGM dan sesuai dengan CV yang di baca oleh moderator merupakan alumni UGM dan pernah menempuh pendidikan di benua Eropa “swedia” muali S2-S3 yakni antara tahun 2000-2008. Sangat Prade And Amazing paparan materi, terlihat rata-rata ikhwatifillah pada terhanjut dan begitu focus. Kemudian materi yang dibahas mix (campuran) antara agama islam, bagaimana pendidikan di Eropa, dan perbandingan perkembangan teknologi serta discovery dunia. Tujuan ustad mempaparkan kesemua itu adalah agar mahasiswa pascasarjana UGM mengetahui bagaimana kehidupan beragama dan pendidikan di Eropa serta perbandingan kehidupan di negara maju. Dari cerita ustad kelihatan beliau adalah orang sangat mencintai ilmu, gembar membaca dan jenius. Tapi ada satu kalimat yang mengkritik hati saya, kalimat seperti berikut ini adalah “Saya bukanlah orang yang cerdas dibanding dengan teman-teman saya, tapi Allah selalu memberi pertolongan dan kemudahan saya dalam mencapai harapan dan cita saya hingga bisa merasa pendidikan hingga Negara Eropa, itu karena saya selalu mencoba mendekat diri pada Allah”.

Berikut ini adalah point-point yang dibahas oleh ustad pada kajian KAMSO:

Tugas Seorang Muslim?

Pertanyaan yang dilontarkan ustad pada ikhwatifillah yaitu apa tujuan hidup seorang muslim dan  bagaimana tugas seorang muslim?. Kemudian ustad menjelaskan bahwa tujuan muslim di muka bumi ini adalah menyebar rahmatan Lil Alamin pada semua ciptaanNya, dimanapun muslim berada hendaklah mengarahkan mukanya pada Allah, dan menyerah diri pada Allah “tawakal” dengan aturan yang ditentukan Allah. kesemua itu akan Allah minta pertanggung jawaban di yamul Akhir.

kemudian kewajiban muslim dimanapun dan apapun profesi muslim tugasnya adalah mencegah nahi munkar di bumi Allah hal itu harus selalu melekat pada muslim.

seorang muslim jika dianalogikan seperti bangunan mesjid yaitu (1) pondasinya adalah rukun iman dan islam, (2) tiangnya adalah muamalah, mencegah nahi munkan dan (3) atapnya adalah dakwah dan jihad fisabilillah.

“(Yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, niscaya mereka mendirikan shalat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat yang ma’ruf dan mencegah dan perbuatan yang munkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan” (Al Hajj: 41)

Kesejahteraan

Negara atau dunia akan makmur ( sejahtera) yaitu ketika dipimpinn oleh peradaban atau generasi islam. seperti kita tahu dan sejarah telah membuktikan bahwa peradaban yang bertahan di bumi ini adalah peradaban islam.  seperti dijelaskan oleh  Dr. Yusuf Qardhawi dalam Malaamihu Mujtama’ Muslim Alladzi Nansuduh ini merupakan karya kontemporer dengan mengungkapkan fakta-fakta dan analisa sistematis, yang pada akhirnya sampai pada kesimpulan bahwa alternatif peradaban manusia di masa kini dan masa yang akan datang hanyalah Islam, sebagaimana terlihat dalam lintasan sejarah serta firman Allah dalam Al Qur’an.

Demikianlah, Kami jadikan kalian sebagai ummat yang adil untuk menyadi saksi bagiseluruh manusia, dan Dia jadikan seorang Rasul sebagai saksi atas kalian.” (Al Baqarah 143)

Dr. Yusuf Qardhawi d memaparkan gambaran utuh masyarakat yang tegak di atas pijakan yang kokoh serta dibangun di atasnya sistem kehidupan yang sempurna sebagaimana janji Allah bahwa ummat Islam adalah khairu ummah yang pantas memimpin peradaban

 Bahkan Discovery banyak dilahirkan oleh pemuda-pemuda islam seperti Berkembang pesatnya ilmu pengetahuan di Cordoba pada era kejayaan Islam telah melahirkan sejumlah ilmuwan dan ulama termasyhur. Cordoba merupakan pusat intelektual di Eropa dengan perguruan-perguruan yang amat terkenal dalam bidang kedokteran, matematika, filsafat, kesusateraan bahkan musik. Kontribusi para intelektual dan ulama yang lahir dari Cordoba sangat diakui dan memberi pengaruh bagi peradaban manusia. Di antara para ilmuwan yang muncul pada masa keemasan Islam antara lain Abul al Walid Muhammad Ibnu Ahmad Ibnu Muhammad Ibnu Rusydi, yang kemudian lebih dikenal dengan nama Ibnu Rusydi atau Averrous. Ibnu Rusydi merupakan seorang ilmuwan muslim yang sangat berpengaruh pada abad ke- 12 dan beberapa abad berikutnya. Ia adalah seorang filosof yang telah berjasa mengintegrasikan Islam dengan tradisi pemikiran Yunani. Itulah masa  kejayaannya peradaban islam banyak menginspirasi penulis barat yang banyak digambarkan oleh para ahli sejarah maupun politik sebagai cikal bakal pembawa kemajuan bagi Barat di masa sekarang.

Allah menjanjikan akan selalu mengirim wali-walinya di bumi untuk menyampai pesan (wahyu-wahyu) Allah pada manusia seluruh dunia. Seperti ungkapan bahwa untuk mengesuai discovery haruslah menguasi language Arabic. Ini bertanda bahwa ilmu science banyak dijelaskan dalam Al-quran, dan Al-quran telah menceritakan semua apa yang terjadi masa lampau, sekarang dan besok. Sesungguhnya apa yang terjadi atau kejadian pada zaman-zaman nabi akan selalu terulang pada masa sekarang hingga akhir zaman.  lewat Al-quran pula banyak pembuktian-pembuktian kebenaran terungkap yang tidak dapat dijelaskan oleh teori lain.  Untuk itu hendaklah kita belajar dari umat terdahulu, sedang media mempelajari umat terdahulu yaitu banyak diceritkan dalam Al-quran. Mari kita renungkan kembali bahwa islam adalah peradaban yang abadi tak akan pernah terganti dan step by step kembali menata perubahan dengan meningkat keilmuan dari sejarah peradaban islam dengan landasan Al-quran dan Sunnah.

Pemuda muslim harus memiliki people building atau karateristik (skill) tentunya identitas yang islami.

Terpenting sekarang ini adalah pemuda muslim wajib memiliki kelempok kajian atau kelompok belajar yang membahas segala aspek mulai aspek agama, social, politik, dan energy sumber daya manusia.  Salah satu sarana yang mudah yaitu hadirilah majelis ilmu karena merupakan salah bentuk pengembangan diri dalam berpikir kreatif, dan kritis. serta tempat tumbuhnya motivasi dalam membiasakan diri untuk kontribusi dakwah, menulis dan baca. sesuai dengan wahyu pertama yang diturunkan pada Nabi Muhammad Saw adalah Iqro “baca-bacalah”.

Bumi dan seisinya harus kita baca dan pahami. seperti penemu-penemu dunia yang mereka lakukan adalah baca, renungkan dan lakukan “jangan takut gagal”. Agar mampu seperti para ilmuan islam mulai dari sekarang untuk membaca ciptaan Ilah, karena Allah menciptakan makhluk hidup maupun mati semua ada manfaatnya.   Sehingga bermula dari iqro insyallah kita akan menjadi ilmuan dan peneliti, ini adalah salah satu identitas atau karakterk pemuda muslim harus ditumbuhkan.

Bagaimana Pendidikan Eropa Dan Indonesia

Tidak pantas sebagai perbandingan sunguh jauh ketinggalan dalam berbagai sisi baik dari teknologi, kesadaran untuk belajar, attitude, dan SDM. Namun perbandingan disini lebih memotivasi mahasiswa pascsarjana agar mampu meniru dan mengadopsi bagaiman keseriusan dan kesungguhan mahasiswa di Eropa untuk belajar.  Pendidikan di Eropa kegembaran belajar memang ditumbuhkan dari Taman Kanak-kanak hingga mahasiswa, hal  ini juga didukung oleh sarana yang sangat memadai seperti perpustakaan yang menyediakan koleksi best seller, Internet dengan kecepatan tinggi, dan subsidi pendidikan (anggaran) lebih tinggi dibandingkan dengan Indonesia dan biaya pendidikan yang murah.

Namun memperhatinkan adalah gaya kehidupan Masyarakat Eropa pada umumnya atheis, akhir pekan antrian di bar sangat luar biasa bisa bisa dikatakan mengadopsi kehidupan Hedonisme.   apa yang membuat mereka seperti itu? Hal ini terjadi karena peradaban yang dibangun oleh Barat –sebagaimana kita saksikan kerapuhannya pada saat ini — menafikan aspek-aspek fundamental yang seharusnya ada dan mengesampingkan nilai-nilai moralitas yang melingkupinya. Bahkan secara tragis menghancurkan nilai fitrah kemanusiaan manusia. Mereka tidak meyakani adanya Tuhan hanya mengikuti aturan-aturan yang buat sendiri tanpa ada kosenkuensi.

Fenomena lain kita saksikan lahirnya ‘tuhan-tuhan’ baru berupa sepakbola, televisi dan berbagai sarana pemuas nafsu syahwat. Juga kita saksikan mereka melontarkan gagasan untuk”Back to Nature” meski dalam prakteknya justru semakin parah, yaitu lahirnya kaum nudis.

Peradaban barat benar-benar telah mencapai puncak ‘kemajuannya’ sekaligus sedang menggapai kehancurannya. Karena sesungguhnya sistem nilai yang ditegakkannya berada di luar fitrah kemanusiaan, sebagaimana dipaparkan oleh Abul Hasan Ali An-Nadwi dalam Madza Khasiral ‘Aalam Binhithathil Muslimin bahwa, “Sesungguhnya agama yang dipeluk bangsa Barat dewasa ini adalah materialisme.”

Kembali pembahasan pendidikan bahwa pendidikan Indonesia seperti apa dan bagaimana?  Sangat menyedihkan mulai dari  kesadaran belajar yang sangat rendah, minat baca jauh dibawa rata-rata, biaya pendidikan mahal, perpustakaan yang jauh nuansa nyaman, dsb. Namun itu semua bukanlah kendala bagi pemuda muslim untuk pesimis belajar dan perubahan. Yang terpenting dari sekarang bagaimana mahasiswa pascasarjana UGM bertekad menuju perubahan Indonesia.  Mahasiswa pascasarjana UGM harus mampu menyentuh masyarakat dari segala lini, aspek, dan pendidikan dengan landasan keimanan karena bangsa Indonesia hanya membutuh orang berilmu dan baik (Muslim Sejati).   kita tahu bahwa di Indonesia banyak orang pintar tapi apa yang terjadi kepintarannya dijadikan sebagai alat untuk merampas kekayaan masyarakat, menindas rakyat miskin, dan menjabat semena-mena seperti terjadi korupsi, mafia, dan sebagainya itu semua dilakukan oleh orang-orang pintar di Republik Indoenesi.

Jadi, yang dibutuhkan bangsa Indonesia adalah orang pintar tapi baik “sholeh dan sholeha”. Ketika semua aspek kehidupan publik mulai dari pemerintah hingga swasta telah diduduki pemuda muslim yang pintar dan sholeh/sholeha insyallah peruban untuk Indonesia akan cepat terwujud. kenapa perlunya pemuda muslim sholeh/sholeha karena mereka tahu mana yang haq dan bathil, mana tidak boleh dan boleh prinsip tersebut selalu menjadi landasan utama dalam mengambil keputusan, kebijakan atau aturan demi fitrah kemanusian. sungguh indah bukan menjadi orang pintar tapi sholeh/sholeha. Dan berbahagia dan beruntunglah kita dilahirkan dalam keyakinan Rahman Lil Alamin, Dimana aturan ditetapkan dengan keseimbangan, tiap pilihan yang ditetapkan oleh Allah ada konsekuensi dan ganjaran. “sungguh indah bukan^_^”

“ Ingat Keberadaan  mahasiswa pascasarjana UGM  dalam masyarakat bagaikan batu bata dalam sebuah bangunan, dan sebuah bangunan tidak akan baik apabila batu batanya rapuh”.

Dan tidaklah hijrah Nabi SAW ke Madinah kecuali dalam kerangka usaha untuk membangun masyarakat yang mandiri yang terpancang di dalamnya aqidah Islam, nilai-nilai, syi’ar-syi’ar dan aturan-aturannya.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: