Wanita dan Hedonisme

Jika kita melirik media masa, siaran televisi dan majalah saat ini, luar biasa menyuguhkan acara-acara sangat tidak bermanfaat, konyol dan tidak mendidik terutama untuk kaum hawa “wanita”. Malah sebaliknya para wanita diberi ruang untuk mengubar aurat dengan penuh kepercayaan tingkat tinggi untuk memperoleh predikat tersebut. coba saja kita melirik sejenak acara apa saja yang membuat wanita jauh dari konsep islam mulai dari reality show hingga sinetron. Berikut ini adalah salah satu contoh acara “Miss Indonesia, Miss sinetron,  putri ponds, putri sampul, putri shampoo” itu hanya sebagian contoh dari sekian banyak acara realty show yang ditayangkan di televisi. Di acara tersebut kaum hawa diharapkan tampil seseksi mungkin, secantik mungkin dan  menggunakan pakaian yang sangat mini alias mengikuti kaum Yahudi….”Astafirullah”

wanita dan hedonis

Menurut masyarakat umum ajang tersebut sangat amazing dan bergensi bahkan hal tersebut juga di support oleh keluarga mereka. Ironisnya lagi ajang tersebut dari tahun ketahun selalu meningkat peminatnya dan mendapat tempat special di hati masyarakat.  Bagaimana tidak mendapat ruang special di masyarakat? karena acara tersebut dikemas dengan selegan mungkin, waah, dan dahsyat. Factor utama mendorong meningkatnya minat masyarakat adalah famous (ketenaran), dan financial (materi). Kemudian acara tersebut di iming-iming dengan hadiah yang sangat fantastis, misalnya mobil, uang tunai, tiket tour, rumah dan sebagainya.

Otomatis ajang tersebut mempengaruhi persepsi, perspektif dan pola pikir kaum hawa dalam menata kehidupan. Sehingga apa yang terjadi pada wanita sekarang yaitu rajin kesalon, perawatan, putik, happy fun, karoeke dan mall merupakan tempat harus dikunjungi tiap hari, minggu atau bulanan demi atas nama “Kecantikan dan kesenangan”. Hal ini pula merupakan muara terjadi masyarakat hedoniesme, materialisme dan jauh dari Tuhan. Menurut Collins Gem (1993) dinyatakan bahwa hedonisme adalah doktrin yang menyatakan bahwa kesenangan adalah hal yang paling penting dalam hidup. Atau hedonisme adalah paham yang dianut oleh orang-orang yang mencari kesenangan hidup semata-mata (Echols,2003). Mayoritas wanita berlomba dan bermimpi untuk bisa hidup mewah. Berfoya-foya dan nongkrong di kafe, mall dan plaza. Ini merupakan bagian dari agenda hidup mereka. Barangkali inilah efek negatif dari menjamurnya realty show yang tidak mendidik yang lebih mementingkan famous dan financial.

Sedangkan gaya hidup hedonisme sama sekali tidak sesuai dengan tujuan pendidikan bangsa kita. Tujuan pendidikan kita adalah menciptakan kreatifan, inovasi, dan ketuhanan yang maha esa. Ajaibnya lagi, malah hedonisme sudah dianggap sebagai culture and habbit timur. Hedonisme, terus terang tidak akan pernah memberikan kepuasan dan kebahagiaan. Ibarat minum air garam, makin diminum makin haus. Lebih parahnya lagi banyak wanita tidak mensyukuri bentuk tubuh mereka dan rela mati-matian operasi plastic, menurut mereka cantik adalah putih, tangan yang lembut, wajah yang bening, baju yang bermerek. Ini dilakukan demi atas nama kecantikan, ketenaran dan kebahagian sesaat. Sedangkan cantik bukanlah dilihat atau dinilai dari fisik semata tetapi dilihat dari cantik hatinya. Hati yang cantik dibentuk oleh kedekatan hati dengan Ilah. Terkadang wanita tidak menyadari bahwa dia adalah mahluk paling terindah  Hanya ada satu hal yang kurang dari wanita: Dia lupa betapa berharganya dia…

Bagi yang belum terlanjur menjadi pengidola realty show “hedonis” maka segeralah balik kiri, berubah seratus delapan puluh derajat. Bahwa menjadi wanita sholeh lebih elegan dan menawan baik dimata Manusia apalagi di mata Tuhan, saatnya bagi wanita kembali untuk menyuburkan akar-akar spiritual- kembali ke jalan Ilahi, hadirilah majelis zikir (ilmu), berbanyak membaca Al-quran dan pahami makna-makna dibalik ayat Al-quran, terus kembangkan skill “keahlian”, tumbuhkan jiwa kepekaan social buang jauh jauh karakter menjadi orang famous yang mengubar aurat. Bukan berarti tidak boleh dan dilarang wanita menjadi terkenal, boleh terkenal tapi melalui jalan Kecerdasan, dan professional keilmuan bukan dengan cara erotis tersebut.

Dan berbahagialah wanita setiap hari sibuk menata kecerdasan emosional dan intelektual, ikut kajian dimana-mana, aktif berorganisasi, aktif menulis, dan membaca. Karena pada zama pascamoderisasi dibutuhkan wanita memiliki kepribadian yang mampu menata emosional, tenang, sabar dan kreatif thinking. Jika wanita terkenal dengan keilmuannya akan dikenang oleh sejarah sedangkan wanita terkenal dengan kecantikan semata hanya dihargai sesaat.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: