Suka Duka masa-masa penelitian (Thesis)

Masa penyusunan tesis (penelitian) merupakan masa yang sangat menegangkan. bagaimana tidak tegang dan menakutkan!!! Masa penelitian (tesis) saya menghabiskan waktu (durasi) lebih kurang 1 tahun sejak mengcreate proposal, ujian hasi dan pendadaran. Menurut saya Ini termasuk  penelitian paling lama dan rata-rata teman juga menghabiskan waktu penelitian antara rangking tersebut. Sedangkan ketika Strata satu (S1) hanya 4 bulan penelitian selesai. namun tesis saya membutuhkan 1 tahun penelitian. hal ini disebabkan oleh beberapa factor mulai dari factor internal dan esternal. Dan mungkin juga dipengaruhi oleh metode penelitian yang digunakan, karena metode yang dipakai sangat mempengaruhi cepat atau lambatnya selesai penelitian. Tak kalah penting mempengaruhi cepatnya selesai tesis juga dipengaruhi oleh pembimbing.

Kemudian hal yang menakutkan masa-masa penelitian yaitu ketika ketemu dosen pembimbing mulai dech deg-degan mungkin lebih degdegan ketemu mertua kali ya hooooo…. Padahal sudah sering ketemu di ruang perkuliahan. tapi tetap kalau ketemu dosen pembimbing degdegan semakin menjadi, karena takut aja kalau dosen tidak menyetui tema penelitian atau ganti, takut  tidak mendapat referensi, terus bagaimana mempertahankan tulisan di depan pemimbing…”pokoknya rasa takut selalu menghantui selama tesis”.

Terkadang antara pemimbing dan mahasiswa memiliki pola pikiran berbeda dalam menyikapi tema dan solusi. Bahkan ada juga dosen pemimbing yang tidak pernah memberi saran ataupun coret-mencoret tesis, kalau sudah seperti ini mahasiswa jadi manut aja alias mengikuti maunya Dosen. Hal ini membuat hilang arah bahkan jadi bingung sendiri mahasiswa, kenapa? Jadi, tidak tahu content mana yang harus ditambah atau dikurangi. Nah yang lucunya lagi ketika tesis dicoret semua oleh dosen pemimbing tambah makin runyeemmm…^__^.  Tak kalah hebonya ketika tak pernah ketemu dosen pembimbing. hanya titip di loker besok diambil lagi loker yang sama.

Sedangkan sisi lain beberapa cobaan menghampiri, mulai permasalah terkecil hingga yang tak sanggup dibebani menurut Manusia. Nah ini dia hal yang seru dan gergetan masa-masa penelitian (tesis)

  1. Tidak bisa  ketemu dosen tanpa adanya konfirmasi terlebih dahulu padahal sudah tunggu berjam-jam demi untuk berkonsultasi. Hal ini banyak merisau dan mengeluh mahasiswa. Umumnya hampir terjadi pada siapapun pada masa bimbingan. Anehnya lagi adalah selalu menunda-nunda jam bimbingan mahasiswa malah ada yang lupa….”waleeehh”
  2. Ada salah satu teman saya harus mengetik ulang dari halam satu hingga halam 100. Gara-gara memory leptopnya rusak dan parahnya lagi file tesisnya tidak ada backup. Jadi, buat teman-teman sebaik mungkin mempunyai backup tesis, skripsi atau disertasi sebanyak mungkin. karena tidak tahu bahwa leptop akan bersahabat terus dengan kita. ada baik file tesis di simpan email kita masing-masing.
  3. Tiba-tiba sakit menyerang padahal merasa sehat. mungkin dampak stress dan pikiran yang menumpuk. hendaknya ketika masa penelitian rileks walaupun penelitian gagal terus dan tesis dirombak terus….^__^. ketika stress memacu menguasi tubuh maka rasionalitas agak susah untuk focus.
  4. Bahkan sebaliknya tiba-tiba dosen pemimbing yang terserang sakit atau dioperasi. apalagi dapat pembimbing sudah berumur biasanya sangat rentan terjadi seperti itu. karena hal ini memang terjadi pada masa-masa penelitian sehingga yang terjadi adalah tidak bisa bimbingan sampe waktu yang ditentukan oleh pemimbing kapan bisa ketemu. kalau seperti ini jasi stagnan.
  5. Tidak dapat referensi satupun walaupun sudah searching kemana-mana “Mulai dari jurnal, toko buku, pinjam teman atau media lainnya. nah ini jadi pusing banget maka hal ini juga menghambat untuk berkonsultasi dengan pemimbing.
  6. Pada masa seperti ini sangat membutuhkan keluarga dan teman untuk mendengarkan curahan hati. ada baiknya apa terasa dan dirasakan di luapkan agar tidak terjadi penyakit. sebab kita tahu orang yang sering menahan emosi gampang menimbulkan penyakit. Akan lebih elok luapan emosional kita curhatkan pada Pemilik segalanya.

Nah…

Yang terpenting walaupun cobaan silih berganti dan bertubi melanda jiwa-jiwa para peneliti. Jangan begitu stress menghadapi, hendaknya kita harus berpikir positif, dekat diri pada Allah, perbanyaknya melakukan hal-hal disunnah oleh dinul islam seperti sholat dhuha, zikir, qiyamulail dan sebagainya. Insyallah hal tersebut akan mempermudah jalan kita dalam penelitian. percaya atau tidak oleh teman-teman, disuatu tempat sebut saja perpustakaan waktu itu saya lagi mencari buku yang sangat penting untuk menambah argumentasi latar belakang penelitian saya. padahal sudah keliling-keliling dari rak yang satu sampe rak terakhir tak ketemu buku tersebut.

Entah dari mana tiba-tiba buku tersebut ada didepan saya duduk. kebetulan saat itu ada beberapa buku yang bertumpuk diatas meja perpustakaan dan apa yang membuat tangan saya untuk mengambil buku tersebut. kaget, ini kan buku saya cari dari tadi. Memang dibumi tidak ada kebetulan tapi yakinlah ini adalah pertolongan dari Allah. seperti dijanjikan oleh Allah siapa yang melaksanakan sholat dhuha maka akan saya penuh dan cukupi rezki dan kebutuhan merka. ini adalah salah satu keajaiban dhuha dalam kehidupan saya.

kemudian ada teman yang sangat rajin membantu kita baik berkaitan dengan birokrasi maupun bantu lainnya. sehingga dia dipermudah oleh Allah pada masa-masa penelitian. kenapa saya katakana dia dipermudahkan dimana kita sudah beberapa kali bimbingan belum juga diizin penelitian. sedangkan teman yang suka menolong ini baru 3 kali pertemuan langsung dipersilahkan penelitian. yang ajaibnya adalah sekali bimbingan hasil langsung bisa pendadaran. sungguh amazing banget, kalau dilihat dari content dan metode belum begitu fix (maksimal). Maka dari itu hendaklah selama penelitian atau dalam permasalahan apapun tidak hanya mementingkan diri sendiri, kalau ada teman butuh pertolongan tolong lah dengan seikhlas mungkin.

Sedangkan teman yang lain punya cerita yang berbeda pula, dimana ia diberi cobaan oleh Allah yaitu dosen pemimbing sakit dan otomatis tak bisa konsultasi. tapi apa daya ternyata bisa ujian akhir juni karena dosen pemimbing sebuh awal juni sedangkan tesisnya bisa dikatakan sudah finall sejak februari. sehinga apa yang dilakukan teman ini adalah memperbaiki tesis dan berkonsultasi pada dosen lain untuk meminta saran apa lagi harus di tambahkan. Subhanallah setelah mendapat cobaan tersebut apa  yang diraih oleh teman saya adalah lulus dengan nilai memuaskan (A) dan dipuji oleh dosen penguji dengan pernyataan seperti berikut “Tesis Anda Sudah Melebih Karekteristik Tesis Bisa Dikatakan Sudah Mendekati Penulisan Disertasi”.  Jika kita berandai-andai, seandainya dosen pemimbing tidak sakit mungkin teman saya tidak begitu serius mengoreksi tesis dan antusias minta saran kesana-keseni. ini adalah salah satu terkadang cobaan menghampiri kita memberi dan mempengaruhi serta keseriusan pada kita untuk semakin semangat menyelesaikan tesis.

Maka hendaklah kita positif thinking selalu dengan cobaan yang datang, menghampiri dan singah kehidupan merupakan bagian keberhasilan kita. yakinlah kalau kita tidak pernah mengalami cobaan maka tidak akan tahu bagaimana cara dan manisnya kebahagian tersebut. bahkan setiap orang pasti mengalami permasalahan dan cobaan seperti kita alami. Hanya yang berbedanya adalah komposi dan bentuk dari permasalahan yang kita hadapi. serta yang terpenting adalah bagaimana cara kita memfokuskan diri untuk mencari solusi dari permasalahan tersebut. Bukan lari dari permasalahan karena hal tersebut tidak menyelesaikan masalah malah menambah masalah. seperti paparan Ibrahmim elfiky seorang traniner internasional serta telah menerbit buku best seller skala internasional  berikut ini “Kalau bukan karena kepedihan, tidak akan ada ketenangan. kalau bukan karena penderitaan, kita tidak akan mengenal arti kebahagian. segala sesuatu memiliki tatanan dan kekuatan”

Disinilah saya menyadari bahwa begitu luar biasanya para pejuang  dalam dunia pendidikan. Antara harapan dan pengorbanan menjadi satu dalam logika. Begitu banyak pengorbanan harus dikorban mulai pengorbanan waktu, kesehatan, pikiran dan keikhlasan. Dari sini pula saya sangat menghargai orang-orang yang berproses, jangan meremehkan proses siapapun dalam mengapai impian. Jangan pernah kita hanya menilai dari hasil saja, akan lebih baik dan bijak kita menilai serta mengapresiasi orang dari proses. lewat proses tersebut akan terlihat kesungguhan dan niat seseorang.

Semoga cerita singkat ini dapat jadi ambil hikmah “ibroh” untuk teman dalam masa penelitian “skripsi, tesis dan disertasi” bisa menjalankan dengan ikhlas serta tawakal pada Allah. Karena antara suka dan duka selama penelitian (tesis) bercampur (mixed) dan berdampingan. Mungkin teman-teman juga pernah mengalami bahkan merasa bagaimana repot dan butuh focus sangat tinggi agar peneletian dapat diselesaikan dengan deadline.

Ingat kunci sangat sederhana yaitu dekatkan diri pada Allah, perbanyak melaksanakan Sunnah, tolong menolong dalam kebaikan, zikir, positif thinking dan serahkan hasilnya pada Allah bagaimana dan apapun hasil dari proses yang kita kerjakan terimalah dengan tersenyum. Jangan pernah menganggap diri sebagai manusi bodoh, membandingkan hasil kita peroleh dengan orang lain. Yakinkan diri ini adalah terbaik menurut Allah. Sebab Allah maha tahu dan selalu menciptakan ciptaanNya dengan keseimbangan “ada awal pasti ada akhir, ada sedih pasti akan bahagia”.

Insyallah jika sudah menjalankan itu semua dengan ikhlas, ingat pertolongan Allah semakin dekat, kebahagian akan menghampiri dan tetap semangat mencapai cita-cita. Amin

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: