cerita Indah bersama bunda…

ku tatap wajah itu penuh dengan cinta dan kasih melebihi dari segala yang ada di bumi. wajah yang selalu membimbing dan mengasuh dari segumpal darah hingga menjadi manusia berakhlak serta berpendidikan. wajah tempat berkeluh kesah, meregek, bahkan mecurahkan harapan dan cinta. wajah itu tak berhenti-henti ku lupakan senyumnya, wajah yang memberi kehangatan bagi ku, wajah membuat semangat untuk mencapai segala niat yang terpatri dalam Qolbu. wajah membuat ku selalu menangis ketika mendoakan, wajah yang tak pernah henti-henti ku rindukan.

malam ini terasa seperti bulan purnama ketika melihat wajahnya. wajah separuh tua ini adalah seorang ibu selalu memperhatikan ku hingga bisa menjadi wanita mampu mengerti sebuah konsep dinul islam. Kemudian berkat kasih dan cinta yang tercurah memberi metamerfosis dari seorang anak yang tidak mengerti tentang benda di permukaan bumi secara berlahan mulai paham dengan ciptaan Tuhan. sungguh ibu tanggung jawab mu pada ku sangat luar biasa yang tak bisa diuraikan itupula membuat ku selalu kontemplasi tentang  begitu tingginya serta agungnya menjadi seorang ibu.

ibu…

sungguh sangat senang hingga detik ini masih bisa mendengar suara nan bergetar menasehati dan menanya kabar ku. sungguh senang masih bisa mengantar ibu kesana kemari walaupun terkadang menolak ajakan ibu tapi itu bukan bentuk tak mau. sungguh senang masih bisa tidur disamping bu seperti ketika masih taman kanak-kanak walaupun sudah saat ku untuk berrumah tangga. sungguh senang masih bisa jalan beriringan dengan ibu walaupun teman-teman ku telah banyak berjalan dengan pendamping hidup meraka. sungguh senang masih bisa ketawa terbahak-bahak dengan bu walaupun terkadang sering juga menangis dengan sikap bu. sungguh senang bu engkau membeli baju baru untuk ku teringat pula masa-masa masih sekolah seharusnya saatnya ku membeli dan memberi untuk bu. sungguh ibu engkau adalah anugrah yang terindah bagi ku. entah dari apa terbuat hati bu sehingga cinta dan kasih bu selalu ku rindu…

ibu…

ku bahagia dilahirkan dari rahim mu walaupun terkadang orang lain persepsi tidak-tidak tentang ibu. tapi biarlah mereka meremehkan bahkan mencaci ibu. namun ku tetap bersyukur pada Allah ku dilahirkan dari seorang ibu yang sederhana, pendiam, punyai pendirian yang kuat, pekerja, dan penuh cinta tentunya. lewat rahim ibu terlahirlah anak-anak yang mempunyai harapan begitu agung…”bu always love U”

ibu…

separuh jiwa dan tubuh mu bu dibawa untuk bekerja demi cari nafkah untuk ku. terlihat dari urat-urat jari bu yang kasar bukan seperti tangan bu teman ku yang halus, lembut dan cemerlang. itu adalah bentuk tanggung jawab bu ku untuk memberi bekal kasih dan pendidikan.  bu, tak pernah kenal dengan kata mengeluh. bu, maaf selama ini ku jarang memenuhi kehendak bu bahkan terkadang ku membuat menangis dengan sikap yang tak wajar. tapi itu semua bukan koe tak sayang bu…

ibu…terimakasih telah mau dengari cerita ku dan begitupula bu telah mau bercerita tentang apapun pada ku.  lewat cerita bu, koe paham keinginan dan harapan bu. sungguh terkadang membuat ku sembilu mendengar bagaimana pahitnya hidup bu ketika berumah tangga hingga menyekolah kami semua hingga meraih gelar master. Entah dengan apa bisa ku balas semua kebaikan dan kasih bu pada kami. Namun hanya bisa membalas kasih bu dengan doa dan perhatian. ku yakin itu semua tak akan terbalas dengan belain kasih bu selama ini.

ibu…

I love u

I need u

I hope for u always prayer to me.

just will always happineis… “bu”

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: