Goresan Qolbu dan Logika

 

Padahal baru seminggu sampe di yogya tapi entah kenapa rasa rindu pada rumah sangat luar biasa terutama rindu pada ibu. Hadirnya rindu  ketika melelapkan jiwa dan bangun dari tidur di pagi  hari dan rindu itu sangat memuncak. Di kosan semua dengan sendiri seperti mulai dari makan sendiri, ketawa sendiri, nangis sendiri, belajar sendiri. hal ini di lakoni selama 7 tahun diperantauan. kalau dirumah ada bu, ponaan, bapak dan abang-abang temanin ketawa dan bercanda. Sungguh rindu dengan keluarga begitu dahsyat walaupun semalam bulan ramadhan (1bulan) sudah ketemu mereka semua. tapi itu tak cukup bagi saya untuk melepaskan rasa rindu. ingin selalu berada disamping mereka dan “sungguh luar biasa perjuangan jadi mahasiswa” belum lagi masalah dikampus birokrasi tak jelas sehingga harus bolak-balik dari ruang satu keruangan yang lain.

Apalagi saat ini di uji dengan cobaan tak pernah terpikirkan, hanya bisa menangis dengan kesendirian sambil mengeluh kepada Allah.

“Ya allah kenapa tak pernah henti-hentinya cobaan hadir, kenapa selama ini memohon pada Engkau jauhkan hamba dari segala cobaan, permudahkan segala urusan saya”. tapi apa!!!

Meyakini ini semua adalah atas kehendak Engkau,

saya tahu kalimat ini sangat tidak pantas saya ucapkan dihadapan Allah. namun itu bentuk saya menghilang rasa resah dalam jiwa. Bukan pula maksud saya tak percaya dengan pertolongan Allah dan bukan pula tak mensyukuri nikmat Engkau Allah. Tapi entah kenapa cobaan ini memang membuat saya tak bisa berpikir dan selera makanpun entah dimana. hanya bisa menangis, berdoa dan berusaha semoga setelah cobaan ada nuansa indah dan cinta menghampiri jiwa. sehingga pikiran ingin mudik, berada disisi bu, dan bercanda dengan pona’an.

walaupun begitu paham dengan konsep bahwa untuk menjadi orang sukses harus diuji dengan berbagai coban. namun terkadang konsep tersebut melebur entah kemana dari logika. Serta sangat membutuhkan seorang teman yang setia mendengarkan keluh kesah saya. namun kesah itu hanya mampu dilepaskan dengan helaian nafas nan panjang itu adalah bentuk tak keperdayaan dalam menghadapi masalah ini.

Ya Allah… kini mengerti dan sadar betah kuatnya kekuataan doa, zikir dan perhatian keluarga dalam perjalanan hidup. begitu pentingnya keluarga dalam kehidupan, karena dengan adanya keluarga dan orang kita cinta ada tempat kita untuk mengungkap permasalahan. ingin rasanya untuk melepaskan rasa bergejolak dihati pada siapa ingin mendengar. tapi itu tak mungkin!

Ya Allah…

Tolong Engkau lihat hamba dan dengar hamba ketika memohon pada Engkau, biar cobaan bisa saya hilangkan satu persatu. karena Engkaulah mencipta dan memusnahkan segala yang terjadi di bumi.

Ya Allah…

Dekaplah selalu

jaga selalu

tegurlah selalu hamba ini, Allah.

semoga bisa menerima dengan ikhlas

mampu menjalankannya dengan sabar

masukkanlah hamba dalam golong yang Engkau Berkahi

jadikan rindu ini sebagai kontemplasi bagi jiwa ini

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: