Serpihan Rasa


Heeemmm….

pagi penuh aroma cinta. seakan-akan pagi ini terasa sedang jatuh cinta tapi jatuh dengan siapa???. hingga perasaan terasa berbunga seperti baru ketemu dengan seseorang yang sangat penting dan dibumbui suara-suara melodi dari “winamp” yaitu sepanjang hidup “maherzain”. Semakin semerbak dech perasaan^__^. Padahal selama tapak tilas kehidupan hanya mengerti cinta seorang bu pada anak, cinta kakak pada adik, cinta seorang teman pada sahabat dan cinta pada pona’an….

 Seakan-akan merasa berada di sebuah kebun-kebun yang ditemanin dengan kupu-kupu berwarna yang menghampiri melati, burung-burung pun berterbangan dan berkicau melihat rona wajah merasakan cinta. “Dan bahkan merasa sebagai manusia baru mengenal cinta…”Pretikiuuuuwwww”.

Cinta ini benar-benar menyejukkan hati, sepertinya mentari pagi juga mengerti jiwa-jiwa yang berbunga sehingga silauan cahaya mentari pagi mewarnai alur rasa. semoga rasa cinta ini bukanlah sebuah jarak untuk menjauhkan nikmat Allah. Tersenyum dengan tersibu-sibu….kok bisa dishubuh hari merasakan energri cinta entah datang dari mana merasuki seluruh anatomi. bahkan mungkin cinta yang hadir efek melantukan ayat suci al-quran, ataukah mungkin pengaruh doa-doa terurai diatas sejadah maron, ataukah mungkin ini adalah pernak-pernik shubuh…!!! cinta ini sangat menjemaikan jiwa untuk tetap melangkah kaki menuju suatu tempat.

Berharap cinta shubuh ini selalu terulang indah menghiasi perasaan wanita hingga waktu tak terbatas. Semoga cinta bermuara pada suatu labirin. kan ku jaga fluktuatif rasa ini dengan friksi hati. Tiada daya dan kuasa untuk membudarkan kilauan cinta. Pada Mu Tuhan ku pedamkan rasa dan simpankan dalam ruangan hati.. Karena Engkau Lah sesungguh tahu makna rasa. ku pun tak ingin tahu lebih dalam dengan cinta ini. biarlah serpihan rasa merupkan celupan warna-warni shubuh.

Ya Allah terimakasih pagi ini engkau curahkan Rasa cinta walaupun tak tahu makna dari rasa yang berbunga…Ya Allah limpahkan selalu rasa cinta Mu pada ku sebagai kekuatan untuk melirik makhluk Mu dengan cinta. yaitu cinta bersimpati dan Empati dalam konsep dinul islam. Ya Allah moga aroma cinta ini sebagai landasan untuk melihat segala sesuatu dengan Positif thiking “Insyallah”.

“Kontemplasi Rasa”


Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini).” (Al-kahfi: 10)

Di kedalaman hati ini
Tersembunyi harapan begitu indah
Di dalam pikiran ini
Tersembunyi kontemplasi rasa
Biarlah kesembunyian itu semua
Wujudkan dengan pengorbanan dan kesabaran
Belum saatnya untuk mengungkapkan dan mengapai itu semua

Biarlah harapan dan kontemplasi
Usaha hingga batas waktu dan semari meminta intervensi Ilahi
Meyakini kehendak dan janji Engkau Ilah
Walaupun harus mengalami proses begitu panjang
Untuk mewujudkan

Jangan Engkau biar ku Ilahi
Hidup dengan harapan tanpa wujud
Jangan Engkau biar ku Ilahi
Hidup dengan sebatas kontemplasi tanpa ada Resolusi

Duhai sang maha mewujudkan
Kokohkan selalu niat dan proses ini
Agar selalu berada dalam lingkaran rahman Mu
Duhai sang maha Mendengar
Cukup Engkau yang tahu semua yang tersembunyi
Tetaplah selalu mendengar helaian harapan ini
Selalu dilafazkan ketika sujud pada Mu
Mohon uluran tangan Engkau Ilahi

Hanya dengan Rahman Mu mampu menguatkan ku
Untuk terus termotivasi untuk mewujudkan
Harapan yang tersembunyi

“Salam SImfoni Kehidupan”

cerita Indah bersama bunda…


ku tatap wajah itu penuh dengan cinta dan kasih melebihi dari segala yang ada di bumi. wajah yang selalu membimbing dan mengasuh dari segumpal darah hingga menjadi manusia berakhlak serta berpendidikan. wajah tempat berkeluh kesah, meregek, bahkan mecurahkan harapan dan cinta. wajah itu tak berhenti-henti ku lupakan senyumnya, wajah yang memberi kehangatan bagi ku, wajah membuat semangat untuk mencapai segala niat yang terpatri dalam Qolbu. wajah membuat ku selalu menangis ketika mendoakan, wajah yang tak pernah henti-henti ku rindukan.

malam ini terasa seperti bulan purnama ketika melihat wajahnya. wajah separuh tua ini adalah seorang ibu selalu memperhatikan ku hingga bisa menjadi wanita mampu mengerti sebuah konsep dinul islam. Kemudian berkat kasih dan cinta yang tercurah memberi metamerfosis dari seorang anak yang tidak mengerti tentang benda di permukaan bumi secara berlahan mulai paham dengan ciptaan Tuhan. sungguh ibu tanggung jawab mu pada ku sangat luar biasa yang tak bisa diuraikan itupula membuat ku selalu kontemplasi tentang  begitu tingginya serta agungnya menjadi seorang ibu.

ibu…

sungguh sangat senang hingga detik ini masih bisa mendengar suara nan bergetar menasehati dan menanya kabar ku. sungguh senang masih bisa mengantar ibu kesana kemari walaupun terkadang menolak ajakan ibu tapi itu bukan bentuk tak mau. sungguh senang masih bisa tidur disamping bu seperti ketika masih taman kanak-kanak walaupun sudah saat ku untuk berrumah tangga. sungguh senang masih bisa jalan beriringan dengan ibu walaupun teman-teman ku telah banyak berjalan dengan pendamping hidup meraka. sungguh senang masih bisa ketawa terbahak-bahak dengan bu walaupun terkadang sering juga menangis dengan sikap bu. sungguh senang bu engkau membeli baju baru untuk ku teringat pula masa-masa masih sekolah seharusnya saatnya ku membeli dan memberi untuk bu. sungguh ibu engkau adalah anugrah yang terindah bagi ku. entah dari apa terbuat hati bu sehingga cinta dan kasih bu selalu ku rindu…

ibu…

ku bahagia dilahirkan dari rahim mu walaupun terkadang orang lain persepsi tidak-tidak tentang ibu. tapi biarlah mereka meremehkan bahkan mencaci ibu. namun ku tetap bersyukur pada Allah ku dilahirkan dari seorang ibu yang sederhana, pendiam, punyai pendirian yang kuat, pekerja, dan penuh cinta tentunya. lewat rahim ibu terlahirlah anak-anak yang mempunyai harapan begitu agung…”bu always love U”

ibu…

separuh jiwa dan tubuh mu bu dibawa untuk bekerja demi cari nafkah untuk ku. terlihat dari urat-urat jari bu yang kasar bukan seperti tangan bu teman ku yang halus, lembut dan cemerlang. itu adalah bentuk tanggung jawab bu ku untuk memberi bekal kasih dan pendidikan.  bu, tak pernah kenal dengan kata mengeluh. bu, maaf selama ini ku jarang memenuhi kehendak bu bahkan terkadang ku membuat menangis dengan sikap yang tak wajar. tapi itu semua bukan koe tak sayang bu…

ibu…terimakasih telah mau dengari cerita ku dan begitupula bu telah mau bercerita tentang apapun pada ku.  lewat cerita bu, koe paham keinginan dan harapan bu. sungguh terkadang membuat ku sembilu mendengar bagaimana pahitnya hidup bu ketika berumah tangga hingga menyekolah kami semua hingga meraih gelar master. Entah dengan apa bisa ku balas semua kebaikan dan kasih bu pada kami. Namun hanya bisa membalas kasih bu dengan doa dan perhatian. ku yakin itu semua tak akan terbalas dengan belain kasih bu selama ini.

ibu…

I love u

I need u

I hope for u always prayer to me.

just will always happineis… “bu”

Pesona Yogya


Bagi saya yogya adalah kota penu pesona, walaupun saya bukan asli yogya tapi merasakan indahnya yogya. Yogya adalah perpaduan begitu unik antara budaya dan pendidikan. Tidak bisa dipungkiri hal tersebut. Saya yakin siapapun pernah menetap dan mengejam pendidikan dikota yogya pasti akan kembali lagi. Dengan kedua perpaduan tersebut membuat kota yogya semakin dikenang baik nasional dan internasional.

Yogya memberi pesona yang berbeda dalam kehidupan saya..disana begitu banyak uraian kisah yang terukir. Yogya saya ibarat sebagai kota yang sangat dinamis dalam berbagai hal mulai dari kreativitas ini terlihat tiap tahun selalu ada hal baru lahir dikota gudeg ini. mulai dari seniman hingga pendidikan karena yogya banyak melahirkan para seniman muda dan pendidikan tidak bisa diremahkan lagi yogya adalah kota pendidikan. Tergambar begitu banyak universitas terkemuka diyogya, kemudian lahir pula pengerakan islam dimana kita kenal dengan tokoh muhammadiah yaitu ahmad dahlan yang mengabadikan hidupnya untuk menyebarkan islam diseluruh tanah jawa hingga saat ini gerakan tersebut terus menerus berkibar.

Yogya…

Tak beberapa bulan lagi yogya merupakan kota ketiga (Padang, Bandung dan Yogya) sebagai sejarah perjalan kehidupan seorang perempuan dalam berdidikasi menuntut ilmu. bahkan satu-satu persatu telah terlukis pula cerita indah di kota yogya. cerita itu seperti ilustrasi yang terjadi pada film “Ada apa dengan cinta”. Namun content cinta disini lebih kepada bagaimana seorang perempuan berjuang dengan konsep mencintai dengan kesendirian dan mencintai disini lebih kepada bagaimana perempuan itu mencintai segala yang terjadi padanya dengan konsep cinta “sabar, ikhlas, ikhtiar dan mendekati jiwa pada Ilah”. walaupun terkadang konsep cinta terkadang fluktatif karena dipengaruhi elemen dari luar mempengaruhi juang.  namun dengan ketidak stabilan tersebut merupakan perjuangan sesungguhnya. Dikota pendidikan pula…banyak perkenalan dengan orang-orang yang bersahaja, sabar, dan smart dalam berbagai keilmuan. outomatis hal itu mempengaruhi pula pola pikir dan sikap dalam menatap kehidupan.

Bertumpuk-tumpuk rasa yang hadir dalam sukma, yakni antara tak ingin dan segara bergegas melarikan diri dari sini (yogya). terkadang menggetarkan jiwa, terkadang dan menyedihkan untuk menyelesaikan semua kisah hidup diyogya. Namun apa boleh buat waktu telah memutuskan bahwa harus segara meninggal kota ini untuk meraih asa yang telah direncanakan, masih banyak harus diperjuangkan. maka harus mengalah dengan pesona kota yogya.  Andaikan bukan karena rasa rindu dan rencana telah ditetapkan, mungkin masih ingin menetap di sini (yogya) untuk salamanya.  Heeemm*__*…biarlah apapun yang pernah terjadi diyogya menjadi legenda tersendiri bagi seorang perempuan.

Berharap someday anda sometime, Tuhan menggerakkan kaki perempuan untuk mengunjungi kota pendidikan. Insyalla getar-getir hidup selama diyogya akan abadi. karena konsep mencintai itu telah terikat oleh tali pesona cinta dan menjadi mahadaya cinta….”hhemmm”.

Goresan Qolbu dan Logika


 

Padahal baru seminggu sampe di yogya tapi entah kenapa rasa rindu pada rumah sangat luar biasa terutama rindu pada ibu. Hadirnya rindu  ketika melelapkan jiwa dan bangun dari tidur di pagi  hari dan rindu itu sangat memuncak. Di kosan semua dengan sendiri seperti mulai dari makan sendiri, ketawa sendiri, nangis sendiri, belajar sendiri. hal ini di lakoni selama 7 tahun diperantauan. kalau dirumah ada bu, ponaan, bapak dan abang-abang temanin ketawa dan bercanda. Sungguh rindu dengan keluarga begitu dahsyat walaupun semalam bulan ramadhan (1bulan) sudah ketemu mereka semua. tapi itu tak cukup bagi saya untuk melepaskan rasa rindu. ingin selalu berada disamping mereka dan “sungguh luar biasa perjuangan jadi mahasiswa” belum lagi masalah dikampus birokrasi tak jelas sehingga harus bolak-balik dari ruang satu keruangan yang lain.

Apalagi saat ini di uji dengan cobaan tak pernah terpikirkan, hanya bisa menangis dengan kesendirian sambil mengeluh kepada Allah.

“Ya allah kenapa tak pernah henti-hentinya cobaan hadir, kenapa selama ini memohon pada Engkau jauhkan hamba dari segala cobaan, permudahkan segala urusan saya”. tapi apa!!!

Meyakini ini semua adalah atas kehendak Engkau,

saya tahu kalimat ini sangat tidak pantas saya ucapkan dihadapan Allah. namun itu bentuk saya menghilang rasa resah dalam jiwa. Bukan pula maksud saya tak percaya dengan pertolongan Allah dan bukan pula tak mensyukuri nikmat Engkau Allah. Tapi entah kenapa cobaan ini memang membuat saya tak bisa berpikir dan selera makanpun entah dimana. hanya bisa menangis, berdoa dan berusaha semoga setelah cobaan ada nuansa indah dan cinta menghampiri jiwa. sehingga pikiran ingin mudik, berada disisi bu, dan bercanda dengan pona’an.

walaupun begitu paham dengan konsep bahwa untuk menjadi orang sukses harus diuji dengan berbagai coban. namun terkadang konsep tersebut melebur entah kemana dari logika. Serta sangat membutuhkan seorang teman yang setia mendengarkan keluh kesah saya. namun kesah itu hanya mampu dilepaskan dengan helaian nafas nan panjang itu adalah bentuk tak keperdayaan dalam menghadapi masalah ini.

Ya Allah… kini mengerti dan sadar betah kuatnya kekuataan doa, zikir dan perhatian keluarga dalam perjalanan hidup. begitu pentingnya keluarga dalam kehidupan, karena dengan adanya keluarga dan orang kita cinta ada tempat kita untuk mengungkap permasalahan. ingin rasanya untuk melepaskan rasa bergejolak dihati pada siapa ingin mendengar. tapi itu tak mungkin!

Ya Allah…

Tolong Engkau lihat hamba dan dengar hamba ketika memohon pada Engkau, biar cobaan bisa saya hilangkan satu persatu. karena Engkaulah mencipta dan memusnahkan segala yang terjadi di bumi.

Ya Allah…

Dekaplah selalu

jaga selalu

tegurlah selalu hamba ini, Allah.

semoga bisa menerima dengan ikhlas

mampu menjalankannya dengan sabar

masukkanlah hamba dalam golong yang Engkau Berkahi

jadikan rindu ini sebagai kontemplasi bagi jiwa ini

Salahkah Mereka Bertanya…”?”


Tiap waktu dan momentum pastinya kita akan mengalami perubahan kehidupan, peristiwa dan pertanyaan yang berbeda. Perubahan, peristiwa dan pertanyaan tersebut diajukan pada kita sesuai dengan bertambahnya usia dan kematangan kehidupan kita. Orang-orang disekitar kita pasti bertanya tentang segala aktivitas kehidupan kita misalnya ketika masih duduk di sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Lanjutan Tingkat Atas pertanyaan yang ditanyakan adalah mau melanjut kuliah dimana. kemudian setelah kita dibangku perkuliahan (Universitas) dan selesai maka, pertanyaan yang diajukan berbeda yaitu sudah selesai kuliah atau kerja. Selanjutkan ketika telah bekerja otomatis pertanyaan dilontarkan adalah kerja dimana, sudah menikah dan seterusnya. Begitula kehidupan ini kita selalu berkelut dengan dunia pertanyaan. Pertanyaan yang diajukan selalu bersifat materi dan duniawi karena materi merupakan ukuran dan standar melihat orang sukses, bahagia atau tidak. sangat jarang orang-orang yang hidup dilingkungan kita bertanya bagaimana hubungan kita dengan Allah dan Manusia sebab hal tersebut sangat sensitive.
Hal itulah yang dirasakan ketika mudik kekampung halaman begitu banyak pertanyaan yang diajukan mulai pertanyaan yang enak didengar hingga pertanyaan yang tak bisa dijawabkan. namun lewat pertanyaan yang dilontarkan sedikit banyak ada suatu makna bagi saya untuk evaluasi diri, menyedihkan bahkan terkadang memberi peringatan agar kita tidak terlena dengan sandiwara kehidupan ini.
Bahkan dalam menjalan kehidupan, kita membutuhkan orang-orang yang mau bertanya tentang diri kita, sebagai alaram dan rem bagi kita dalam melaju cita dan cinta. Saat kita mengkonsep sebuah cita dan cinta terkadang kita lupa bahkan lalai untuk mewujud tersebut karena terbawa harus sandiwara kehidupan.

Tuhan…
Terkadang pertanyaan dari umat Mu menguras logika,
Terkadang menyentuh sanubari,
Terkadang sebagai irama kehidupan.
Andaikan manusia tak saling bertanya mungkin dunia ini akan penuh kesunyian???

Dari sekian beberapa pertanyaan yang dihamparkan dalam jiwa, terkadang ada satu rasa, satu makna, satu tujuan, dan satu logika untuk bergegas untuk menciptakan semua pertanyaan tersebut. Akan tetapi ketika coba merenung kembali pertanyaan tersebut memberi kesadaran yang luar biasa bahwa baru mampu bisa berencana indah. semoga keindah scenario itu tersebut sesuai dengan scenario Allah serta semua pertanyaan tersebut insyallah saya wujudkan dengan ridho Allah dan orang tua.
Tapi biar segala pertanyaan itu saya simpanan indah dalam qolbu (jiwa) hingga batas waktu, sembari berdoa, berusaha dan terus meningkatkan pengetahuan baik melalui pengalaman, amatan dan curahan hati orang-orang yang mau bercerita dengan saya sebagai guru dalam upaya memwujudkan pertanyaan tersebut. seperti sepotong lirik Nasyid berikut ini
Masa muda usia ku ini, warna hidup tinggal ku pilih, namun ku putus hidup di atas kebenaran. masa muda karya untuk mu Tuhan yang kupersembahkan sebagai insan beriman. ini jelas tiap langkah ku..

Tuhan…
Engkau maha mendengar dengan segala pertanyaan yang diajukan pada hamba
Mohon intervensi Engkau dalam kehidupan ini
Agar mampu mewujudkannya dengan mudah…
Dan mohon tuntunan dari Engkau dalam menutun hati dan kaki
Pada suatu tempat penuh keberkahaan

cc: Ketika pertanyaan menjadi sebuah pertanyaan kehidupan “Jambi:2011”

Muslimah Harus Beda


Seorang muslimah sejati harus beda dengan wanita-wanita lainnya, walaupun kita sesama umat Islam tapi tidak semua umat islam  bisa menjadi muslimah sejati. Apalagi muslimah telah mengalami metamerfosa kehidupan khususnya meterfosis pendidikan hingga pascasarjana. maka dari itu muslimah intelektual harus beda dari berbagai aspek. baik itu dari tata cara bertutur kata, berdandan, berpikir, dan cara sosialisasi pada masyarakat luas.

Jika muslimah pascasarjana pakaiannya masih membuka aurat, memakai pakaian serba minim dan berdandan ala yahudi, apa gunanya intelektual yang dianggap cemerlang masyarakat luas? ternyata dandan masih seperti masyarakat Jahiliah. Jika muslimah pacsarjana tutur katanya masih selalu menyakiti perasaan orang lain, apa guna kita belajar norma-norma timur dibangku perkuliahan? jika muslimah pascasarjana cara pikirnya masih seperti kaum terbelakang apa guna analisis yang dipelajari di area universitas?. Sedangkan muslimah pascasarjana dianggap sebagai masyarakat expert (ahli) dalam bidang keilmuan.

untuk itu, jangan pernah mau menjadi predikat sama dengan masyarakat umum….(bukan maksud sombong) karena memang seharusnya muslimah sejati mempunyai add value(nilai tambah) tergantung dengan keilmuan muslimah masing-masing. Hal ini senada dengan pembahasan kegiatan only muslimah tepatnya dimesjid kampus (MASKAM) Universitas Gajdah Mada diberi taujih yang luar bisa yaitu bagaimana menjadi muslimah memberi magnet bagi orang-orang disekitarnya dan dimanapun berada.  Tujuannya agar dimanapun posisi muslimah harus mampu memberi manfaat dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat untuk menebar rahmah dan rahim.

Muslimah tidak hanya harus berbeda akan tetapi muslimah sejati juga harus mampu menjadi tauladan dan panutuan bagi masyarakat luas. ketika muslimah telah mampu menjadi tauladan dan menebar manfaat, maka apapun kegiatan masyarakat pasti diminta pendapat pada muslimah. selanjutnya lewat kesholeahan muslimah pula masyarakat luas menjadi percaya dan mau bersahabat.

Sebaiknya muslimah sejati memiliki program mingguan, bulan, triwulan, semester dan tahun. program tersebut harus ada progress serta evaluasi baik perencanaan berhubungan dengan masyarakat, diri sendiri maupun pada Allah. ketiga hal tersebut harus terintegras dan balanced dengan baik . Karena untuk menjadi seorang muslimah sejati harus banyak latihan dan terus menerus meningkat ilmu baik dari sisi agama maupun pengetahuan umum. seperti kata pepatah untuk meraih dunia dengan ilmu, untuk mendapat akhirat juga dengan ilmu. Muslimah sejati tidak hanya beda dalam dandanannya tapi harus mempunyai expert (keahlian) hal itu merupakan pokok utama perbedaan muslimah sejati dengan wanita-wanita luar sana.

Muslimah sejati bukan hidup dalam ala hedoniesme (berfoya-foya) akan tetapi muslimah sejati prinsip penuh dengan kesederhanaan dari mengkonsumsi apapun. walaupun dandanannya sederhana dan tutur cara tegas, bukan berarti cara pikir dan sosialisasinya sederhana pula. bahkan sebaliknya cara pikir muslimah sejati selalu rycle (lingkaran) dalam melihat segala sesuatu (positif-negatif). Kemudian cara sosialisasi muslimah sejati selalu menjunjung kebersamaan dan kepentingan bersama. sungguh ideal muslimah sejati…..!!!!

sungguh indah dan  begitu indah dan mari seorang muslimah selalu bersyukurlah supaya mampu menjadi muslimah tuntunan bagi siapapun….”muslimah lebih indah dari seisi Dunia”

%d bloggers like this: