mengukir kemesraan

Himpunan Mahasiswa PascaSarjana UGMKemesraan janganlah cepat berlalu, itu adalah lagu yang dinyanyikan pada penutup expo seni dan budaya Himpunan mahasiswa pascasarjana Universitas gadjah mada. Sungguh begitu indah dan banyak cerita dengan lagu tersebut. Seluruh panitia menyanyikan lagu tersebut dan memaknai dengan multi tafsir. Bagaimana tidak bermakna karena lewat acara tersebut banyak kemesraan terurai yakni kemesraan menjadi tahu tradisi khususnya tari-tari setiap daerah maupun Negara. Kemesraan perjuangan para panitia dengan semangat menyelenggarakan kegiataan tersebut serta dengan modal nekad, karena untuk menyelenggarakan kegitaan tersebut butuh anggaran dana yang luar biasa. Sebab pada pengurusan HMP 2010-2011 hanya mendapat anggaran dari Rektorat yang sedikit sangat banding terbalik pada pengurusan sebelumnya. Hal ini karenakan memang sengaja dipotong oleh para rektorat untuk digunakan penanggulangan merapai. Kemudian setiap kegiataan yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Pascasarjana selalu dengan dana minim. Tapi dengan keminim tersebut tidak mengurangi sedikitpun semangat teman di Himpunan Mahasiswa pascasarjana untuk melaksana kegiataan seperti Seminar Nasional, Expo, training kewirausahaan dan Refreshment dsb.

Kemesraan jangan lah cepat berlalu, Yakni bagaimana kemesraan panitian yang begitu kompak saling bahu membahu sehingga acara yang diselenggarakan lebih kurang 9jam tersebut sangat sukses dan dihadari lebih kurang 200 pengunjung dari berbagai fakultas maupun Universitas. Apalagi kemesraan ketika salah satu panitia membaca puisi karang WS.Rendra yang sangat mengilitik para intelektual muda (Mahasiswa), lewat puisi tersebut memesrakan pikiran untuk bertindak dan mewujudkan Indonesia jauh dari pengganguran.

Wahai kemesraan masih adakah suasana seperti ini akan terwujud lagi??? karena begitu indahnya kemesraan ini. Baru disadari bahwa kekompakkan silaturahmi yang terjalin selama di Himpunan Mahasiswa Pascasarjana memang telah memberi kemesraan tersendiri dalam qolbu dan sanubari. Jika suatu saat nanti telah tak terhimpun lagi dihimpunan masih adakah lagi silaturahmi itu, semoga ada. Tak ingin kemesraan hanya menjadi kenangan dan sejarah tak bermakna.

Kemesraan menjadi tali pengikat silaturahmi dan kedekataan dengan teman dari berbagai daerah di Indonesia. Tuhan begitu makna dan indah kemesraan yang tercipta pada hari itu. Andaikan masih ada hari-hari lain ciptakan lebih mesra pada acara expo tersebut. Entah kenapa lagu tersebut menghanyutkan koe pada sebuah moment pada forum yang memperkenal dan mendekat pada cahaya Mu Tuhan. Kemesraan telah mengukir arti sebuah kebersamaan, mengukir sebuah keikhlasan, kemesraan telah menyatukan jauh menjadi dekat, kemersaraan telah mengukir arti sebuah kenangan. kemesraan telah mengungkap yang indah.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: