Learning COmmons

Learning Common

Selama 2 semester selama itu pula hari-hari saya habis di pojok perpustakaan karena mata kuliah sudah habis dan focus  dengan penelitian yakni thesis. Hampir setiap pekan menghadirkan diri diruangan perpustakaan. Banyak hal yang biasa dikalakukan diperpustakaan tapi banyak pelajar atau mahasiswa tak mau mengunjungi perpustakaan. Malah ini berbanding terbalik dengan Mall, hampir dimana mall dipenuhi kunjungi mahasiswa atau pelajar. Apakah tujuan mereka memang untuk belanja atau jalan-jalan atau cuci mata. Satu hal yang saya bertanya kenapa mahasiswa atau pelajar suka jalan-jalan atau cuci mata keMall dan  tak mau mengunjungi perpustakaan??? Padahal mahasiswa dan pelajar kerja ya belajar bukan shopping, maka tak salah dikatakan bahwa Masyarakat Indonesia adalah masyarakat konsumtif dan hedonism dalam mencitrakan diri. Biarlah mereka seperti itu yang terpenting saya tidak termasuk golongan-golongan suka Mall-shoping, happy fun dikafe dan ketawa-tawa tak jelas.

 Kemudian Perpustakaan memberi suatu ketenangan bagi saya untuk belajar dan menyelesaikan thesis, biasanya datang perpustakaan sekitar jam 8.30-16.00. apa yang saya kerjakan diperpustakaan? Bukan hanya ingin internetan gratis tapi perpustakaan memberi suasana berbeda dalam jiwa saya.  Memang benar perpustakaan tidak ada tempat untuk belajar tapi untuk berkreasi,  apalagi saat ini perpustakaan sudah seperti kafe-kafe tidak seperti perpustakaan tujuh puluhan maupun delapan puluhan. Dimana perpustakaan bagai tempat yang menyeramkan tapi sekarang perpustakaan sudah berubah 180 derajat. Sebab perpustakaan saat serba berbasis teknologi, kenyaman, kesenangan dan happy fun. Kalau masih ada mahasiswa atau pelajar tidak mau mengunjungi perpustakaan, sekali lagi bilang sangat rugi. Perpustakaan jendela ilmu bahkan jantung meraih ilmu seluas-luasnya.

Kini perpustakaan membuat perubahan dalam pendidkan saya, ketika dikosan tak begitu tenang untuk belajar coba melarikan diri keperpustakaan hingga ketiduran diperpustakaan, sambil mendengar music, sambil makan, sambil download jurnal luar negeri sebagai bahan referensi thesis saya, sambil membahas soal-soal dan sambil networking dengan teman-teman seindonesia serta dunia.  Sehingga ada salah teman saya dengan mengjust “dasar pustakawati” karena setiap pekan selalu ada diperpustakaan dan duduk ditempat yang sama pula. Tapi tidak apa-apa saya dibilang seperti itu yang pasti saya merasa enak diperpustakaan dan memperoleh manfaatnya.

Diperpustakaan pula saya bisa nulis essay begitu banyak karena diperpustakaan memang kondisi sangat mendukung saya untuk menulis, sebab ketika saya kurang referensi atau kalimat untuk tulis saya coba buka situs tentang filsafat, agama, seni dan etc. sehingga menambah pendaran kalimat ketika saya menulis.

Dan jujur saya katakan, perpustakaan adalah tempat saya melarikan diri ketika saya rindu dengan keluarga. Karena diperpustakaan saya bisa berinteraksi dengan teman-teman berbeda jurusan sambil diskusi. Tempat paling favorit saya ketika berkunjung diperpustakan yakni Ruangan corner  “NBC” Nation Building corner sebab ruang ini begitu indah dan bersih serta ditunjang dengan buku-buku Nasionalisme pasti buku best seller, serta ada koleksi Video dan furniture yang unik sangat merasang otak untuk mengukir dan merangkai kalimat nan indah.

Mari teman-teman kita membiasakan diri kita untuk keperpustakaan, perpustakaan jangan hanya untuk internatan gratis dan perpustakaan bukan lah tempat yang seram, perpsutakaan adalah  tempat kita mengcreate dan merasang otak untuk menulis atau merancang sesuatu.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: