Himpunan menyatukan kami

Setiap Himpunan pasti memiliki cerita, moment, criteria dan identitas yang berbeda pula seperti itulah himpunan kami “Himpunan Mahasiswa Pascasarjana” Universitas Gadjah Mada. Lewat himpunan banyak bisa dipelajari dan renungan terutama masalah bagaimana behavioral dan toleransi antara keinginan dan tuntutan. Melalui Himpunan pula kita diberikan suatu kebebesan bagaimana memberi solusi terhadap permasalahan social baik dari kalangan internal maupun dari eksternal himpunan. Semua anggota himpunan berbaur dan berpadu untuk menyelesaikan permasalahan tersebut walaupun dalam keterbatasan. Seperti bagaimana begitu kompak Himpunan (HMP) jadi relawan walaupun disatu sisi orang tua menuntut agar mudik saja atas kerisauan erupsi merapi, tapi tak dihiraukan oleh teman Himpunan karena mereka sudah menjiwai bahwa ketika sudah komitmen untuk memberi perubahan dan menolong insyallah teman-teman himpunan akan melaksanankannya karena sangat menyadari bahwa Manusia diciptkan dimuka Bumi Allah adalah untuk saling menolong dan mengasihi serta menabur kasih sayang. Kemudian bentuk kegiataan lain yakni lewat Recovery merapi bagaimana antusiasnya teman untuk meluahkan semua pikiran dan fisik demi kebaikan sesuai dengan latar pendidikan. Teman himpunan tak menghirau panas yang membakar pori-pori kulit dan tak menghirau dingin rintihan hujan menacap diseluruh jiwa. Semoga apa yang kita lakukan dicatat Malaikat sebagai Amalan kita dan Allah curah dan sematkan rasa kasih dan sayang dalam jiwa kita untuk selalu meningkat rasa kepedulian dengan masyarakat terutama masyarakat yang terbelakang dan terkena musibah, karena itu adalah tanggung jawab kita semua sebagai orang intelektual.

Himpunan menyatukan kami semua tak ada lagi atas nama suku, warna, harapan, pikiran dan kepintar. Bahkan Tidak ada perbedaan antara tinggi dan rendah, tak ada perbedaan barat atau timur, tak ada perbedaan antara anak muda dan orangtua, tak ada perbedaan antara cerdas maupun kritis, tak ada perbedaan berdasarkan backround pendidikan. Kesemua itu menyatu lewat komitmen dengan visi yakni Terwujudnya masyarakat akademis yang intelek, beradab, berwawasan kebangsaan, dan bereputasi internasional sedangkan Misi (1) Membudayakan pemikiran dan sikap ilmiah, kritis, inovatif, dan solusi konstruktif, (2) Memperjuangkan aspirasi dan kepentingan mahasiswa, (3) Menumbuhkembangkan kepemimpinan dan kewirausahaan, (4) Mengembangkan jaringan internal dan eksternal dan (5) Meningkatkan kepedulian pada masyarakat. Begitu agung dan indah sekali misi dan visi tersebut, bisa teraplikasi jika rasa dan harapan telah menyatu. Serta visi dan misi tersebut hanya bisa terlaksana jika teman-teman dihimpunan mampu bersatu dan tidak merasa terbeban untuk melaksanakan amanah tersebut melalui program kerja.

Himpunann (HMP) memberi sense of belonging yang berbeda pula tiap anggota, ini terlihat dari sikap dan wajah anggota himpunan. Tapi itulah himpunan indah sekali telah menyatukan kami. Menyatukan dari perbedaan menjadi warna-warni HHeeemmm…!!! Menyatukan kami untuk selalu menjadi garis terdepan demi terwujud masyarakat penuh inovasi, entrepreneur yang berfondasikan pada agama. Bahkan himpunan telah menyatukan jauh menjadi dekat, tak ada menjadi ada, tak mengerti semakin peka, menumbuhkan kasih antara sesama, menumbuhkan silaturahmi, menumbuh harapan menjadi kenyataan, dan insyallah menambahkan berkah karena berkumpul dengan orang-orang yang sholeh yang menjunjungi tinggi asas kebersamaan. Sungguh himpunan begitu luar biasa memberi manfaat. Sehingga ada rasa kerinduan antara teman-teman himpunan ketika tak bertemu untuk menyelesaikan resolusi yang tertera dalam program kerja. tapi terkadang himpunan menimbulkan riak-riak seperti gelombang ombak  disamudra nan luas yang perlu strategi dalam menaklukkan ombak tersebut. Tapi riak tersebut tak begitu berarti dan memisahkan ikatan yang telah menyatu. Lewat riak menjadi history agar anggota himpunan ambil saripati ilmu yang sebenarnya karena lewat riak itulah memadukan antara teori dan kenyataan dilapangan maka itulah skill and knowledge yang berasas kasih sayang.

Sedangkan identitas himpunan yang telah menyatukan kami begitu banyak seperti tiap gathering selalu ada makanan plus guyonan ini mencirikan bahwa hidup harus selalu diselangi dengan tawa dan canda agar otak bisa mencernakan kata-kata dan kejadian. Serta adanya pembahasan begitu menarik tiap bidang dan departemen sesuai dengan informasi terupdate dalam menambahkan keilmuan baik pembahasan skala nasional maupun global, walaupun tak ditunjang oleh dana nan membadai. Sehingga melalui kegiatan seperti itu insyallah bisa ikut serta dalam pengembangan literasi seperti dicanangkan oleh pemerintah yaitu meningkatkan literasi masyarakat Indonesia. Maka apapun akan disampai dengan ketulusan akan terjangkau dengan indah. Seindah bunga ditaman yang memberi keharuman dan kesejukkan tersendiri bagi siapa yang memandang.  Kemudian momentum yang tak bisa terlupakan yakni ketika himpunan menyatukan kami, mula-mula merasa orang terasing hingga menjadi keakraban. Hal terihat saat anggota himpunan saling kenal mengenal satu sama lain dengan cara perkenal yang berbeda misalnya kenal gaya goyunan bahkan kenal dengan diam-dima hohohohooooo….!!! Misalnya ada yang sudah kenal dan sering menyapa tapi lupa dengan nama, bahkan ada tahu nama tapi tidak tahu orangnya.  Tapi setelah perkenalan tempatnya dibulan Oktober berlalu semakin akrab apalagi ketika ada acara Refreshment mencairkan kebekuan diantara anggota himpunan, gimana tidak mencairkan sebab setiap ketemu disekreteriat Himpunan yang dibahas yakni tentang kegiataan baik itu bentuk seminar, workshop, focus group diskusi (FGD) dsbnya.

Akhirnya himpunan memang telah menyatukan kami dimana telah bisa saling curhat tentang pontesi daerah masing maupun potensi diri masing-masing hhheeemmm lagii “hihihi”. Ini tak akan terlupakan dalam hidup kami, ini merupakan puzzle perjuangan kami dalam menuntut ilmu dan tanggung jawab sebagai orang intelektual.  Semoga lewat penyatuan ini yang Mahakasih limpahkan kekuataan pada kita untuk selalu berkelanjutan untuk menjadi garis terlini perubahan. walaupun suatu saat nanti kita kembali kedaerah masing-masing untuk pengamdian pada ibu pertiwi.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: