Teori Strukturisasi

Latar belakang dari penulisan buku ini adalah terjadinya inflasi terutama pada ilmu-ilmu social pada dasawarsa terakhir ini. Perkembangan hanya terfokus pada bagian utama teori social dan terutama pada cabang-cabang ilmu social yang paling mengguncang banyak kalangan terutama pada para peneliti sosiologi. Anthony Gidden memulai dari telaah kritis terhadap para pemilik mazhab ilmu sosiologi seperti pemikiran Karl Marx, Emile Durkeim dan Max Weber. Dari ketiga tokoh ini menggatakan refleksi berbagai pemikiran seperti Talcout Person dan sebagainya.

Secara khusus Gidden menaruh perhatian pada masalah Dualisme yang menggejala dalam teori social. Dualisme itu berupa antara subjektivisme dan objektivisme, volontuisme dan determine. Subjektivisme dan valuntarisme merupakan tendensi cara padang yang memprioritaskan tindakan atau pengalaman individu. Adapun objektivisme dan determisme merupakan kecenderungan cara pandang yang memprioritaskan gejala tindakan dan pengalaman individu.

Teori strukturisasi sebagaimana yang akan dijelas oleh Gidden yakni  berhubungan dengan tiga rangkaian isu utama yakni (1) menggunakan suatu pendekatan teori social yang khusus dengan menggabungkan satu versi mapan fungsionalisme dan satu konsepsi narutalistis dalam sosiologi. (2) menekankan karakter aktif dan relative dari perilaku manusia. (menolak aliran-aliran pemikiran itu sama-sama ortodok yang melihat perilaku manusia sebagai hasil dari kekuataan-kekuataan di luar control maupun pemahaman para perilaku tindakan). Dimana aliran pemikiran itu mengakui peran penting bahasa dan kecapan-kecapan kognitif dalam menjelaskan kehidupan social.

Teori social dalam strukturisasi ini mencakup isu-isu berhubungan dengan watak tindakan manusia (human action) dan petindak (the acting self), bagaimana interaksi terkonseptualisasikan dan hubunganya dengan institusi-institusi serta upaya memahami konotasi-konotasi praktis analis social. Serta untuk melihat atau memusat kajian tentang pada masyarakat maju atau modern. Focus pembahasan dari teori strukturisasi adalah upaya memahami agensi manusia dan institusi-institusi social. Kemudian dikaitkan dengan menggunakan teori social dengan tujuan memberikan konsepsi-konsepsi tentang hakikat dari aktivitas social dalam strukturisasi. Sehingga mampu menjelaskan proses-proses kongkret dari kehidupan social.

Unsur-unsur dalam teori strukturisasi antara lain agen, agensi. Agensi dan kekuasaan. Struktur, strukturisasi. ada 2 pendekatan yang digunakan dalam melihat unsur-unsur strukturisasi (1) pendekatan yang berlaku menekanan pada dominasi struktur dan kekuataan social (seperti personalian dan strukturilisme yang cendurung objeyektivisme. (2) pendekatan yang terlalu menekankan berseberangan. Kedua pendekatan bersebarang tersebut Gidden tidak memilih salah satu namun merangkup keduanya lewat teori strukturisasi. lewat strukturisasi menyatakan bahwa kehidupan social lebih sekedar tindakan-tindakan individual. Akan tetapi kehidupan social itu juga tidak semata-mata ditentukan oleh kekuataan social. Human dan agency dari struktur social berhubungan satu sama lain. Tindakan-tindakan yang berhubungan (repetisi) dari agen-agen individualah memproduksi struktur tersebut. Hal ini berarti terdapat struktur social seperti tradisi, insitusi aturan moral serba cara-cara siapa untuk melakukan sesuatu. Jadi, semua struktur itu bisa diubah ketika orang mulai mengubah, menggantikan atau memproduksi secara berbeda pada content ruang dan waktu.

Pada pandangan Gidden terdapat sifat dualitas pada struktur yakni struktur sebagai medium dan sekaligus sebagai hasil (outcome) dari tindakan agen yang diorganisasikan secara berulang-ulang. Maka landasan structural dari suatu system social sebenarnya tidak berada di luar tindakan, namun struktur dan agency tidak bisa dipahami secara terpisah pada tingkatan dasar. Struktur diciptakan, dipertahankan dan diubah melalui tindakan-tindakan agensi. Sedangkan tindakan dipengaruhi atau dimaknai hanya melalui kerangka stuktur. Sebab Jalur sebab akibat berlangsung dua arah. Sehingga membingungkan atau memungkinkan untuk menentukan apa yang menggunakan apa. Struktur seperti ini memiliki sifat membatas atau menggengkang serta membuka  kemungkinan bagi agen dalam bertindak.

Kemudian Gidden membahas kesadaran, diri, dan perjumpaan social tentang sejumlah persoalan konseptual mendasar yang dikatatengahkan dengan menghubungkan konsep-konsep utama teori strukturiasi dengan suatu tafsir terhadap hakikat kesadaran. Kesadaran, diri, dan perjumpaan social terdiri dari refleksivitas, kesadaran diskursif dan praktis. Tidak berkesadaran, waktu dan ingatan. Erikson rasa cemas dan percaya serta rutinisasi dan motivasi. Analisis ini secara langsung akan membawa pada penggujian sejumlah pandangan tentang interaksi antara agen dalam keadaan pertemuan muka. Meliputi tentang tubuh, sebagai lokus diri pertindak dan berada dalam ruang-waktu. Kemduain memusatkan pembahasan pada penentuan sifat-sifat psikologis tertentu dari agen dan analisisi terhadap interaksi-interaksi dalam situasi-situasi pertemukan muka-muka (co-presence) dan integrasi social, perjumpaan dan runitas, serial atau episode, pembicaraan reflevitas dan posisi.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: