The Third Way (Jalan ketiga)

Gambaran Kapital

Neo–liberalisme dengan 3 prinsip utamanya yaitu Deregulasi, Liberalisasi, dan Privatisasi itu seakan–akan menjadi momok yang menakutkan bagi negara–negara dunia ketiga. sebab dengan semakin maraknya globalisasi maka akan semakin mudah pula Neo-liberalisasi ini “menjajah” kelompok – kelompok miskin yang ada negara – negara dunia ketiga, yang kebanyakan berada di Asia dan Afrika. Kehancuran kelompok miskin dinegara dunia ketiga, dapat terlihat ketika munculnya semacam perjanjian–perjanjian perdagangan bebas, maupun oraganisasi – organisasi perdagangan dunia yang notabene dikuasai oleh negara maju. Seperti WTO, IMF, maupun organisasi lainnya. Munculnya WTO dan semacamnya itu tidak dapat dihindari, sebab mereka adalah aktor – aktor dari globalisasi tersebut, selain perusahaan – perusahaan multinasional yang ada itu tentunya. WTO sebagai aktor globalisasi menjadi semacam senjata utama bagi negara maju untuk dapat menguasai perdagangan dunia, karena bagi setiap negara anggota WTO harus dapat mentaati dan menghormati setiap perjanjian dan aturan yang telah disepakati sebelumnya didalam WTO tersebut. Namun ternyata aturan – aturan yang dibuat dan diberlakukan bagi setiap anggota WTO itu hanya berdampak buruk kepada negara berkembang, karena adanya penerapan standart ganda (double standard). Salah satu contoh nyata adalah adanya aturan Common Agricultural Policy (CAP) yang dikeluarkan oleh Uni Eropa.

Menyadari makin tingginya biaya produksi di sektor pertanian, maka negara – negara Uni Eropa merasa perlu memberikan subsidi kepada para petani mereka untuk menurunkan harga jual produk mereka. Negara – negara anggota Uni Eropa ini berinisiatif untuk mengumpulkan dana khusus yang kemudian didistribusikan kepada para petani di masing – masing negara. Adapun kebijakan subsidi ini merupakan salah satu bentuk standard ganda di sektor pertanian, dimana dalam persepakatan WTO, negara – negara maju telah menyatakan komitmennya untuk mengurangi secara signifikan subsidinya. Tetapi didalam konteks Uni Eropa, yang terjadi justru sebaliknya. Didalam hal pemberlakuan CAP ini, sudah dapat dipastikan petani – petani di negara berkembang akan semakin sengsara.

Gambaran Sosialisme

“Kapitalisme berjaya bersama kembarannya demokrasi liberal. Aliran ini adalah paham Sosialis yang didukung oleh beberapa pemimpin negara di Amerika selatan.  Aliran sosialistik sebagai kritik daripada paham Kapitalistik sebagai mainstream. Adapun secara garis besar prinsip dasar dari pemahaman sosialistik ini adalah lebih menekankan pada kesetaraan ekonomi, serta menempatkan negara didalam peran yang cukup signifikan dibidang perekonomian pada khususnya, sehingga dapat menciptakan kesejahteraan rakyat.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: