Kenapa belum menikah

Keluarga SAMARA (Sakinah Mawadah Waramah dan Dakwah)

Kajian kamis sore yang diselenggarakan oleh organisasi islam di salah universitas ternama di kota yogya mengangkat tema pada kajian itu yakni keluarga SAMARA. Pertama Yuli juga bingung dengan makna keluarga SAMARA. Namun kebinggungan itu juga tak ditanyakan pada temannya, berpikir-pikir akhirnya makna keluarga tersebut  terjawab sudah.

HHHmmmm…begitu cantik singkatan  konsep keluarga sakinah. Akan lebih cantik SAMARA itu memang diaplikasi dalam Rumah Tangga, kalau yang belum menikah ya tidak mungkin bisa menjalankan SAMARA tersebut.

Yuli sampai di Mesjid kajian tersebut, sesampai sana kok tidak ada akhwat dan ikhwan Cuma ada orang-orang sholat. Jangan-jangan acara tidak jadi, jangan-jangan acara sudah selesai, jangan-jangan acara dipindah di tempat lain. Tetap Yuli duduk depan pintu mesjid sambil menatap lingkungan sekitar karena begitu rindangnya Mesjid ditumbuhi dan cerahi bunga-bunga indah.

Salah satu anggota ikut kajian memanggil Yuli….”mbak-Mbak” kalau akhwat di lantai II mesjid.

“ooo-oooo”, pantas dari tadi tidak akhwat satupun dan pantas juga ya ikhwan-ikhwan pada milirik pada Yuli. Tapi disana tidak tertempel “Area IKhwan”. Okelah Yuukkk kita keatas.

Satu persatu anak tangga di naiki dan sambil menghitungakan jumlah anak tangganya sekitar 13. Di lantai II juga belum ada akhwat dan panitia peyelenggara. Biasa kalau akhwat “jilbaber” ketemu teman cipika-cipiki dan salaman yang begitu khas, ini sudah tradisi. Bukan akhwat saja seperti itu kalau ketemu sekubu, ikhwan juga persis sama tak serupa HOHohoho…

Setelah selesai semua menyalam para yang hadir di acara kajian, Yuli cari posisi weeeehhh Enak (PW), Yuli duduk ditengah antara Bara dan Timur. Tak lama kemudian makin banyak yang hadir di acara kajian dan acara pun dimulai.

Saat mukadimah, ada intrsuksi dari panitia bahwa ustad yang mengisi acara tidak bisa hadir, YAaaahhhhhhh. Padahal ustad yang memberi taujih tentang konsep SAMARA adalah penulis ternama di Indonesia dan setiap buku yang ditulis selalu penuh kalimat Romantis dan MOtivasi yang luar biasa. Dan panitia mengatakan akan diganti oleh ustad yang lain.

Yaaa, apa boleh buat…Padahal ingit banget mendapat siraman rohani dari ustad tersebut dan ingin lihat secara langsung wajah ustad seperti apa sich???selama ini Cuma baca bukunya saja dan baca bibliografi di halaman akhir buku ustad. Salah satu buku yang beliau tulis yakni di Jalan Dakwah ku Menikah.

Yuli, mengeluar wet-wer (pulpen dan kertas) untuk menulis intisari yang disampaikan ustad, karena kalau di save di Memory (otak) cepat lupa. Kalau ditulis secara tidak langsung telah merekam secara digital.

Sebelum ustad memulai kajian. Ustad Tanya pada ikhwan –akhwat semua sudah menikah atau belum? Semua yang hadir hanya ketawa dan ustad pun ikut ketawa. Bagaimana mau menjelas tentang konsep SAMARA semuanya belum menikah.

“Ustad” Melanjutkan bagaimana untuk meraih dan menggapai keluarga SAMARA. Bagi Yuli konsep sangat Simple tapi tidak sesederhana dalam pelaksanaan.

Yuli, secara detail menulis apa yang diterangkan dan ceritakan ustad. Tak terduga hampir satu lembar kertas sudah penuh. Tapi hal yang disenangi kata dari ustad yakni tahu tidak kalian Canda yang berpahala yakni “bercanda dengan istri atau suami” HHHmmmm. Yuli berpikir ternyata menikah itu banyak kebaikkan seperti bercanda saja sudah berpahala, tetes keringat wanita yang bekerja di Rumah saja ibarat setetes darah para syudah. Subhanallah begitu tinggi kedudukan wanita dalam keluarga. Apalagi dalam menjalan Keluarga SAMARA semuanya adalah berkah.

Kemudian ustad bertanya kembali pada ikhwan-akhwat, menurut Yuli begitu sensitive jawabannya. Pertanyaan ustad “Kenapa belum juga menikah”. Ikhwa-akhwat semua tertawa hahahha….”ada-ada saja pertanyaa ustad”.

Yuli langsung Tanya disampingnya….

Mbak kenapa kok belum juga menikah? Mbak menjawab belum ada ikhwan yang mampu menaklukan hati saya HHHmmmmm, yakin gitu mbak iya dong. Dan Yuli Tanya mbak disamping kirinya, Mbak kenapa kok belum minakah di jawab pertanyaan Ustad? Mbak itu Cuma senyum kecil-kecil. Kalau mbak Yuli sendiri kenapa belum Menikah…? Yuli melontarkan mau jawab jujur atau jawaban diplomatis. Mbak disebalah kiri Yuli ketawa lagi, maunya di jawab keduanya jujur maupun diplomatis. Oke kalau mau seperti itu, jawaban banyak tapi ini saja dechhhhh….(1) Menikah ada rahasia Allah, (2) lagi mempersiapkan Bekal agar mampu mengaplikasi keluarga SAMARA, (3) ikhwan sekarang banyak tidak berani sdan udah takut dulu belum ta’ruf saja sudah mundur, dan (4) kalau keempat Tanya yang lain ya Mbak…hohohohohoho

Alhamdullah, banyak hikmah dan ilmu diperoleh. Semoga ilmu yang didapatkan semoga menjadi amal ibadah selalu memberi pencerahan dalam jiwa dalam menuju keluarga SAMARA. Yang terpenting untuk menyempurnakan Iman adalah Yakin dan berusaha orang yang telah dijanjikan untuk berdamping dengan kita susah ditetapkan tinggal proses saja. Tapi jangan terlena dengan doa saja kalau tidak pernah berusaha untuk berta’ruf. Kemudian dalam Rumah tangga yang terpenting adalah komitmen dan jangan pernah mencari yang suami ideal atau istri ideal. Tapi carilah orang memang diridhoi Allah dan terbaik dunia dan akhirat. Jika telah diridhoi Allah semua akan dipermudahkan baik rezki, nikmat dan kebahagian. Allahu Akbar….

Siapapun yang membaca yang belum menikah tolong dijawab pertanyaan ustad ya cukup dijawab dalam hati qolbu saja…”Kenapa belum juga menikah”….hhhhmmmm

Advertisements

3 Responses

  1. Ust.Salim kapan ya jadi ngisi lagi..terus terang kajian kemaren karena saya tertarik sama ustadnya..tapi sayang ga bisa dateng..ada acar keluarga. huhu
    Dan kali ini pun ga bisa dateng pula..padahal tema-nya menarik
    Semoga minggu depan bisa ke musholla apung lagi..amiiin

  2. kak tahu juga mbak kapan lagi beliauu memberi taujih….
    pokok e rugi bngett kemarennnn kgk hdirrr

  3. ass,ukh ana umur 26 ana dulu pernah ngajuin profosal dg MR ana tw nya sampe skg ga ada kbr stiap ana tanyakan katanya ngantri di SAMARA tw2 skg ana dapat kbr bhwa ada yang mau taaruf dg ana dia ga liqo tp dia ngaji di FKAM gmana menurut anti sedangkan ana pgn ikhwan liqo

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: