Rindu dan Cinta


Langkah terhenti

Perasaan tak menentu

Hanya ingin menangis dan teriak sekeres-kerasnya

Untuk mengatakan R.I.N.D.U

Perasaan itu hadir secepat petir menyambar

Kilatan R.I.N.D.U

Semakin menerang membentuk kata C.I.N.T.A

Berteduh  dengan berdoa, zikir dan bermohon

Agar R.I.N.D.U dan C.I.N.T.A

Tak salah dan diberkahai yang maha menabur kasih sayang

Namun, tetap kehampaan dan kerinduan

Tak kuasa tertahan

Air mata menetes diatas sajadah  dan kerudung taubat

Sungguh begitu lemah dan tak berdaya

Dengan R.I.N.D.U dan C.I.N.T.A

Pada sosok kelembutannya…

Sosok kesabarannya…

Sosok sayangnya sepanjang jalan…

Sosok keikhlasannya…

R.I.N.D.U dan C.I.N.T.A

Semakin mengunung, semakin mekar, semakin melebar

Di setiap nafas selalu ada wajah tersenyum menanti…

Tapi tak ingin kalah dengan R.I.N.D.U dan C.I.N.T.A ini

Harus bertanggung jawab dan harus bersikap bijak

Biarlah R.I.N.D.U ini sebagai percikan untuk terus meraih Impian

Seperti pernah terungkap pada sang Ibu…

walaupun begitu berat dan sakit

Biarlah C.I.N.T.A ini sebagai akar kesabaran dan istiqomah

Agar selalu bergerak zona kebenaran.

Hanya dengan doa dan perhatian mu Ibu…

Mampu bertahan hingga Akhir

Walaupun akhir itu tak pernah Nampak

Tapi percaya, kegigihan dan kesabaran ini

Akan berbunga, berbuah dan berdaun

Seperti  keindahan  butiran-butiran salju

Seindah tawa dan tangisan ketika kecil…

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: