Hujan Dan Anak Jalanan

Terjebak dengan hujan…

Berteduh di antara gedung-gedung beton

Di iringi music alami ciptaan maha memiliki

Door…daar…duur di atas kepala

Suara petir yang begitu dahsyat

Berteduh di sela-sela gedung

Hanya mampu beristiqfar dan terbelisit ketakutan

Hujan mendinginkan segala raga

Daun-daun seakan begitu riang dengan  rintahan hujan…

Tanah-tanah di banjiri genang air

Bercampur sampah-sampah dan aroma tak sedap

Lampu-lampu di sepanjang jalan mennyala di tengah kota

Seakan-akan menerangi dan mencahayai kedinginan di balik tembok…

Di saat hujan…

Menatap berada di berbagai sisi…

Akan tetapi ada satu sudut menimbulkan rasa sedih

Yakni “anak jalanan” yang malang melawan kerasnya kehidupan

Namun kemalang itu tidak mereka sadari

Membuat hati semakin iba, pilu dan tak mampu menjawab tentang hakikat takdir

Seketika itu teringat dengan pepatah…

Bahwa hidup ini kita yang menentukan apakah ingin bahagai atau sebaliknya

Tetapi anak jalanan ini tidak mengerti konsep seperti itu

Mereka hanya tahu ngamen, cukup untuk makan sehari dan tak memiliki arahan kehidupan…

Walaupun dalam jiwa mereka terbesit jauh dari jalanan

Akan tetapi  optimis untuk lebih indah dan lebih baik

Selalu berperang dengan perasaan mereka sendiri…

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: