Di Hantui Bayangan



Kemana menghadap logika dan perasaan selalu ada bayangan sosok yang menghantui dan menari-nari dikelopak mata. Sungguh luar bisa dan dampak bayang tersebut dalam kehidupan. Tidak bisa konsentrasi, tak bisa untuk mengungkapkan, yang hanya bisa terlena dan termenung-menung.

Apakah bayangan ini dinamakan cinta…!!!

Apakah bayangan ini firasat yang sebenarnya…!!!

Apakah bayang ini melambangkan persaudaraan….!!!

Apakah bayang ini rindu yang begitu mendalam…!!!

Tersiksa dengan bayangan ini…

Coba mengalih perasaan dan logika pada benda-benda lain, namun tetap tak berhasil malah bayang tersebut membungai mimpi dalam kesenyuian. Betapa sulit untuk merangkai bayang-bayangan itu, bayangan itu seperti awan yang membentuk suatu samudra yang menunjukkan bayangan sosok itu di benua sana. Bayang itu semakin terang didepan jiwa ini seterang bintang, seterang, mentari dan seterang lampu Kristal nan begitu berkilau.

Tak mampu menghilangkan bayangan ini,

merasa semakin kesepian dengan bayangan ini,

seakan-akan bayangan ini memanggilkan untuk berlari kesana agar menghampiri  sosok itu,

Astafirullah kenapa bayangan ini? begitu menusuk seluruh tulang menulang dalam tubuh sehingga merasa kedinginan. Subhannalah kenapa bayangan ini selalu hadir tak kala melafazkan huruf hijzaih sambil mendenggungkan tawjid.  Apa arti bayang ini semua!!!!!!!

Bayangan ini semakin menyakitkan….

Haruskah mendustai naluri sendiri…

Haruskah terjerat dengan bayangan ini…

Siang dan malam bayangan itu telah memasuki segala ruas jiwa ini…

Kebijakan pengelolaan sumber daya informasi


KEBIJAKAN PENGELOLAAN SUMBER DAYA INFORMASI

PADA PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS NEGERI PADANG (UNP)

I. PENDAHULUAN

Perpustakaan berkembang pesat dari waktu menyesuaikan dengan perkembangan pola kehidupan masyarakat, kebutuhan, pengetahuan, dan teknologi informasi. Perkembangan tersebut juga membawa kepada “pengelompokan” perpustakaan berdasarkan pola-pola kehidupan, kebutuhan, pengetahuan, dan teknologi informasi tadi. Istilah-istilah perpustakaan  “membengkak” menjadi sangat luas namun cenderung mempunyai sebuah spesifikasi tertentu. Dilihat dari perkembangan teknologi informasinya, perpustakaan berkembang dari perpustakaan tradisional, semi-tradisioanl, elektronok, digital hingga perpustakaan “virtual”.

Perpustakaan pergurunan tinggi merupakan unit pelaksana teknis (UPT) perguruna tinggi yang bersama-sama dengan unit lain, turut melaksanakan tridarma perguruan tinggi dengan cara memilih, menghimpun, mengolah, merawat, serta melayankan sumber informasi kepada lembaga induknya pada khususnya dan masyarakat akademis pada umumnya. Yang dimaksud dengan perguruan tinggi disini meliputi universitas, institut, sekolah tinggi, akademis, politeknik dan perguruan tinggi lain yang sederajat.

Perpustakaan perguruan tinggi didirikan untuk mendukung visi dan misi perguruan tinggi tersebut dan berfungsi sebagai pusat informasi khusus terutama berhubungan dengan penelitian dan pengembangan. Perpustakaan ini biasanya juga memepunyai karakteristik khusus apabila dilihat dari fungsi, subyek yang ditangani, koleksi yang dikelola, pemakai yang dilayani, dan kedudukannnya.

Continue reading

%d bloggers like this: