PROFESI PUSTAKAWAN INDONESIA DI ERA GLOBALISASI

Globalisasi adalah suatu proses, suatu perubahan, suatu fenomena yang mendunia (mengglobal). Masyarakat tidak lagi terkotak-kotak dalam kelompoknya sendiri, tetapi telah berubah menjadi suatu masyarakat global atau masyarakat dunia. Globalisasi berlangsung sangat cepat dan serentak di seluruh belahan dunia. Globalisasi, merupakan proses transformasi dalam aspek kehidupan manusia, sosial, budaya dan politik sebagai dampak dari modernisasi yang secara sistimatik terjadi akibat berkembangnya secara cepat teknologi komunikasi. Di era globalisasi, informasi telah menjadi kebutuhan utama dalam kehidupan manusia. Pemanfaatannya telah merambah ke seluruh aspek kehidupan tidak terkecuali di bidang perpustakaan yang penyampaiannya telah sedemikian canggihnya sebagai dampak dari perkembangan teknologi informasi seperti pada pustakawan. Tuntutan kebutuhan akan informasi, apalagi terkait dengan era globalisasi saat ini akan semakin meningkat dan bervariasi. Hal ini menuntut kualitas intelektual yang semakin tinggi.

Kemudian Pada saat ini yang sangat mendesak pada perpustakaan adalah kesiapan seorang pustakawan menghadapi era globalisasi. Globalisasi berkaitan dengan kemampuan seseorang untuk berkompetisi dan bekerjasama untuk memenuhi kebutuhan, dimana sumber daya manusia dan kemampuan manusia untuk berinteraksi dengan lingkungannya menjadi faktor yang amat penting.

Pustakawan dalam era globalisasi dituntut untuk bekerja secara professional. Kalau perlu pustakawan harus  beberapa langkah di depan pemakainya. Artinya, pengetahuan dan strategi akses informasi pustakawan harus lebih canggih dari pemakainya. Pustakawan memiliki berbagai sarana akses dan mengetahui berbagai sumber informasi serta strategi untuk mengetahui dan mendapatkannya. Ini hanya dapat dilakukan bila pustakawan selalu mengembangan wawasan atau pendidikan, mengikut pelatihan, studibanding dan share informasi sesama pustakawan dalam maupun luar negeri serta trampil menggunakan sarana teknologi informasi dan kemampuan komunkasi, terutama bahasa Inggris.

Kemudian fungsi pustakawan masa era globalisasi tidak hanya melayani, penggolahaan, dan penggadan. Tetapi mampu mempasarkan atau promosi kepada masyarakat, mampu mengikuti trend, dan berkeloga dalam jejaring antara pustakawan atau penggunjung seperti dikatakan oleh Tilke ciri-ciri pustakawan masa sekarang (globalisasi) yakni (1). Kemampuan untuk mengikut tren perpustakaan, (2) Kemampuan untuk bekerja di kolegial, lingkungan jaringan untuk perpustakaan, (3) Menghargai pentingnya pemasaran /PR…”. Selanjutnya pustakawan selalu menjadi yang terdepan dalam penggunaan teknologi, menekankan perangkat tambahan bagi pengguna, dan bukan hanya teknologi untuk kepentingan teknologi.  Karena pustakawan memiliki kesempatan besar untuk berbagi informasi berharga dan bertindak sebagai pembela bagi kemajuan informasi dan teknologi.

Sedangkan Stueart dan Moran (2002) mengatakan bahwa manajer informasi atau pustakawan dalam era informasi seharusnya memiliki 7 (tujuh) kemampuan yaitu:
1. Techncal skill, yaitu seorang pustakawan harus mamahami proses pekerjaan yang dilakukan bawahan. Adalah tidak mungkin mensupervisi, apabila tidak memahami seluk beluk pekerjaan yang disupervsi tsb.

2. Political skill, seorang pustakawan harus mamahmi masalah sosial, lingkungan organisasi internal dan ekternal, memiliki wawasan luas.

3. Analytical Skills, seorang pustakawan harus memiliki kemampuan analisis yang baik sehingga dapat menjadi bagian dari agen perubahan.

4. Prolem-solving skills, seorang pustakawan harus memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah yang dihadapi dengan cepat tepat dan baik.

5. People skills, seorang pustakawan harus memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik, termasuk komnikasi interpersonal, memahami dan peduli orang lain.

6. System skills, sedorang pustakawan harus memiliki kemampuan bekerja dalam sistem dan menggunakan berbagai sistem jaringan dan komunikasi yang tersedia.

7. Business skill, seorang pustakawan harus memiliki naluri bisnis dan semangat interprenurship yang baik.. Koleksi yang ada merupakan aset ang harus dimanfaatkan maksimal.

Selain itu pustakawan saat ini juga harus mampu memenuhi tuntunan-tuntunan baru seperti sebagai specialis informasi, memiliki pengetahuan mendalam tentang kelompok saran (pemakai) serta mempertahankan karena Penggunjung perpustakaan terus berubah, serta pustakawan harus mampu menciptakan dan mengimplementasikan perubahan dalam berbagai sector atau lini diperpustakaan.

Tetapi kenyataan pustakawan pada era globalisasi di Indonesia belum banyak mengandalkan penguasaan ilmu dan teknologi serta sangat jauh tertinggal dibanding dengan pustakawan Negara lain seperti Thailand, Malaysia dan singapura. Karena Tingkat pendidikan pustakawan di Indonesia masih rendah sehingga kemajuan dan perkembangan keilmuan dan pengetahuan yang berkaitan dengan perpustakaan masih belum menonjol. Pustakawan bergelar Magister/Master rata-rata memiliki pendidikan sarjana non ilmu perpustakaan.

Berdasarkan data pustakawan Indonesia, sampai saat ini jumlah pustakawan Indonesia 2.935 orang, dimana sebaran berdasarkan pendidikan didominasi oleh SLTA 975 orang, S1 994 orang (Perpustakaan 377 orang, non perpustakaan 617 orang. Sumber daya tenaga perpustakaan di Indonesia memperlihatkan tingkat dan latar belakang pendidikan formal yang heterogen, dimana lebih dari 1/3nya adalah pustakawan inpasing. Oleh karena itu perpustakaan memerlukan pustakawan dengan profesionalisme yang tinggi. Namun dalam prakteknya sampai sejauh ini pustakawan Indonesia belum bisa dikatakan mampu untuk menjadi profesional (idealpun belum ) bahkan masih sangat jauh dari konsep ideal. Sesuatu yang idealis adalah suatu tahapan yang akan dicapai oleh seorang profesional. Untuk itu pustakawan yang ideal perlu tinjauan dari aspek profesional dan aspek kepribadian dan perilaku (dalam rumusan profil pustakawan Indonesia). Pustakawan yang ideal menurut Joko Santoso (2001) adalah pustakawan yang mampu mengelola informasi (information manager) dan mengelola pengetahuan (knowledge manager). Serta pustakawan juga harus memiliki Sertifikasi dimana telah  diatur dalam UU No 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan. Dimana pustakawan harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sertifikasi. Demikian diutarakan Kabid Pengkajian dan Pengembangan Perpustakaan Nasional RI. Kemudian menurut sulistyo Basuki Pustakawan sebagai profesi (1998: 242) menyatakan bahwa secara umum pustakawan memenuhi syarat antara lain: (1) adanya pengetahuan dan keterampila khusus, (2) pendidikan profesi, (3) magang, (4) kemandirian, (5) kode etik, (6) organisasi profesi, (7) prilaku professional, (8) standar profesi, (9) budaya profesi dan (10) forum profesi.

Maka Dengan fenomena tersebut, mau tidak mau perpustakaan harus berbenah dengan membekali para tenaga pustakawan untuk bersikap profesional. Untuk dapat bersikap profesional harus melakukan pengembangan sumber daya manusia (SDM) dengan melatih tenaga pengelola perpustakaan atau pustakawan dalam bidang layanan, komputer, bahasa Inggris, studi banding ke berbagai perpustakaan yang lebih maju, mengikutsertakan dalam seminar maupun magang di bidang ilmu perpustakaan, teknologi informasi dan komunikasi, mengikutsertakan pendidikan formal S2 bidang ilmu perpustakaan dan informasi, serta peningkatan kualitas/mutu layanannya dengan pembekalan layanan prima bagi tenaga pengelola perpustakaan/pustakawan. Serta menambah wawasan bagi calon-calon pustakawan, antara lain filsafat/filosofi kepustakawanan dan isu mutakhir serta ekosistem yang berkaitan dengan kepustakawanan.

Untuk exsist di era globalisasi dan mendukung praktek kepustakawanan Indonesia menjadi lebih baik, maka SDM pustakawan perlu menerapkan standar kompetensi dalam berkolaborasi dengan TI, yaitu dengan:

  1. Kemampuan dalam penggunaan komputer (komputer literacy)
  2. Kemampuan dalam menguasai basis data (database)
  3. Kemampuan dalam penguasaan peralatan TI (tools and technological skill)
  4. Kemampuan dalam penguasaan teknologi jaringa (computer networks)
  5. Kemampuan dalam penguasaan internet dan intranet
  6. Kemampuan dalam berbahasa Inggris

Tantangan Globlisasi Pada Pustakawan Era Globalisasi

Ada beberapa tantangan yang harus dicermati oleh pustakawan dimana jika pustakawan tidak memiliki kompetensi dan profesionalisme dalam perkerjaan maka tantangan yang harus dihadapi pustakawan diantaranya :

  1. Masuknya tenaga Malaysia dan Negara lain di Indonesia, terutama untuk pekerjaan-pekerjaan yang membutuhkan bahasa Inggris dan ketrampilam khusus.
  2. Bertambahnya profesi baru. Dimana semulanya profesi informasi secara tradisi hanyalah pustakawan, arsiparis dan curator museum maka saat ini profesi informasi baru perkembang seperti information broker, record manajer, online specialis, dokumentalis, dan information specialis dan lain-lain.

Profesi informasi baru tersebut berada diluar pustakawan tetapi profesi tersebut sama-sama menyediakan informasi, memanfaatkan jasa, dan fasilitas perpustakaan arti luas namun yang memperoleh citra (image) bukan profesi pustakawan melainkan profesi tersebut.

  1. Terjadinya perubahan peranan pustakawan dari pemberi informasi menjadi trainer information searching based IT. Karena bergesernya peranan perpustakaan dalam menyediakan bahan pustaka dimana dahulu lebih banyak bentuk tercetak namun sekang lebih menyediakan informasi dalam bentuk eletronik seperti tape, kaset, microfilm, dan juga dalam bentuk virtual (e-journa, e-book).
  2. Kekurangpercayaan diri pustakawan. Di era global ini berbagai Negara sudah mencanangkan information superhighway yang mencakup informasi namun peranan pustakawan di dalam superhighway itu sangat kecil. Rasa kecil atau rendah diri ini mungkin secara tidak langsung ditunjukkan pada pustakawan dalam berbagai pertemuan nasional dimana yang selalu diundang adalah tokoh nonpustakawan. Hal ini secara tidak langsung memperlihatkan kelemahan profesi pustakawan sehingga harus mengundang tokoh nonpustakawan, padahal pengetahuan mereka masih awam tentang dunia perpustakaan.
  3. Ketidakmampuan pustakawan untuk menentukan nasip mereka sendiri. Perpustakaan merupakan badan bawahan sehingga di atasnya masih banyak lapisan administratif yang menentukan nasip pustakawan.
  4. Pada lingkungan pekerjaan bahasa Inggris akan lebih dominan dibanding bahasa Indonesia.
  5. Lapangan pekerjaan akan melimpah ruah bagi orang-orang yang memiliki kualifikasi dan kemampuan kerja tinggi, mampu berkomunikasi secara internasional dan mempunyai wawasan luas.
  6. Tidak akan berkembangnya orang yang buta komputer atau buta bahasa Inggris.

Cara Mengatasi Tantangan  Pada Pustakawan

Untuk mengatasinya tantangan tersebut, maka pustakawan sebagai profesi harus memiliki beberapa ketrampilan, antara lain:

(1). Adaptability Pustakawan hendaknya mampu cepat berubah menyesuaikan keadaan yang menantang. Mereka tidak selayaknya mempertahankan paradigma lama yang sudah bergeser nilainya. Pustakawan sebaiknya mampu beradaptasi dalam memanfaatkan teknologi informasi.

(2). People skills (soft skills) Pustakawan adalah mitra intelektual yang memberikan jasanya kepada pengguna. Mereka harus lihai berkomunikasi baik lisan maupun tulisan dengan penggunannya.

(3). Berpikir positif, Pustakawan diharapkan mampu berpikir positif dan tidak pesimistis.

(4). Personal Added Value Pustakawan tidak lagi lihai dalam mengatalog, mengindeks, mengadakan bahan pustaka dan pekerjaan rutin lainnya, tetapi di era global ini pustakawan harus mempunyai nilai tambahnya. Misalnya piawai sebagai navigator unggul.

(5). Team Work Di dalam era global yang ditandai dengan ampuhnya Internet dan membludaknya informasi, pustakawan seharusnya tidak lagi bekerja sendiri. Mereka harus membentuk team kerja untuk bekerjasama mengelola informasi. Sehingga diharapkan tekanan di era industri informasi dapat dipecahkan.

  1. 3. Manfaat Globalisai
  • Integrasi sumber
  • Akses setara terhadap sumber daya lokal dan global
  • Dimaksimalkan produktivitas dan meminimalkan biaya operasional
  • Leverage lokal dan bakat khusus
  • Promosi perpustakaan internasional standar dan pelestarian peradaban dan budaya lokal serta
  • Melatih staf dan pelanggan di bidang melek
  • Bertukar pengalaman dengan perpustakaan dunia informasi
  • Menyediakan akses ke informasi dunia
  • Memperkuat peran perpustakaan

DAFTAR PERPUSTAKAAN

Achmad. 2001. Profesionalisme Pustakawan di Era Global. Makalah disampaikan pada Rapat Kerja Pusat XI Ikatan Pustakawan Indonesia XI dan Seminar Ilmiah, Tanggal 5 – 7 November 2001 di Jakarta.

http://library.um.ac.id/images/stories/pustakawan/kargto/Upaya Pengembangan Kinerja Pustakawan.pd

http://suaramerdeka.com

Sutarno, NS. 2003. Perpustakaan dan Masyarakat. Yayasan obor Indonesia: Jakarta

Departemen Pendidikan Dan Kedudayaan. 1996. Dampak globalisasi informasi dan komunikasi terhadap kehidupan social dan budaya masyarakat desa menukasa dan seloi maler kabupaten Alleu-Propinsi Timor-Timur. Depdikbud: Jakarta.

Prawisentono, Suyadi. 1994. Model pendekatan atas sumber daya manusia. Bumi aksara: Jakarta.

Muhammad Aman dan B. Norliyana. Berorientasi Strategi Untuk Digital Libraries . http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&sl=en&u=http://www.chrisdaydesign.com/worldlib/vol12no2/aman_v12n2.shtml&prev=/search%3Fq%3D%2522the%2Brelationship%2Bof%2Bglobalization%2Bto%2Bthe%2Blibrary%2522%26hl%3Did%26client%3Dfirefox-a%26channel%3Ds%26rls%3Dorg.mozilla:en-US:official%26hs%3D6jG%26sa%3DG&rurl=translate.google.co.id&usg=ALkJrhhC7PSpOALnmfOWHni1ohtdABQlwg. Diakses tanggal 041109 jam 14.00 wib.

Dampak Globalisasi Dan Peran IFLA. http://www.ifla.Org. diakses tanggal 6 November 2009 Jam 09.00 wib

Mengembangkan Pemimpin Masa Depan Perpustakaan Dengan Global Melek Dalam Konteks Budaya Intelijen Perpustakaan Global Initiative.  (http://www.globallibrary.org/en/index.php)

One Response

  1. […] PROFESI PUSTAKAWAN INDONESIA DI ERA GLOBALISASI […]

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: