14 Poin Yang Tak Boleh Dilupakan Orang Tua

  1. Jangan marah

Jangan marah secaa langsung dalam menghadapi perilaku anak. Tangani kesalahannya dengan tenang dan menyejukkan.

  1. Temanin anak

Menemani anak dan memberinya cinta adalah cara yang memudahkan untuk bergaul dengannya

  1. Jangan menyinggung

Jika kita mendengar sesuatu yang menjijikkan dari anak kita, jangalah lantas kita mengucapkan, “Na udzubillah” tetapi tanggapi ucapannya, meski hati kita tidak menyukai ucapannya

  1. Ajak anak berdialog

Jangan memutuskan dialog dengan anak. Tetapi lakukan secara terus-menerus bagaimanapun keadaannya.

  1. Bertanyalah pada anak

Ulang-ulanglah pertanyaan, agar anak sering mengulang jawaban.

  1. Dengarkan anak

Dengarkan anak dalam menyelesaikan perhatian dan pusatkan perhatian pada apa yang dikatakannya. Missal jangan mendengarkan ucapan anak sambil membaca Koran

  1. Ikut serta anak

Ikut serta anak dalam menyelesaikan suatu masalah atau memilih sendiri hukuman yang cocok untuknya. Karena jika anak ikut memilih ia akan mematuhi keputusan

  1. Beri anak kebebesan

Sebagai ganti menyuruh anak secara langsung, lebih baik jika kita memberinya pilihan untuk tidak jam 20.00 atau 21.00 agar bisa merasakan kebebesannya bagi dirinya.

  1. Pilih waktu yang tepat

Kapan kita memberi pengarahan pada anak dan mengajaknya bicara serius?langsung saat anak melakukan kesalahan? Untuk memilih waktu yang tepat tergantung pada kondisi dan penilaian kita pada keadaan emosinya. Pilihlah waktu dengan bijaksana.

  1. Jangan mengancam

Jangan mengancam anak bahwa kita akan mempermalukannya di hadapan teman-temannya di sekolah atas kesalahan yang dilakukannya. Jangan pula ibu mengancam putrinya bahwa ia akan melaporkan kesalahannya pada ayah. Tindakan ini akan membiasakan anak melakukannya hal yang sama terhadap orang lain.

  1. Jangan singgung jati dirinya

Jangan mengatakan pada anak, “kamu tidak berada” atau “tidak ada orang lain yang mengenakan pakaian seperti ini “karena kalimat itu menancapkan pemahaman negative pada dirinya. Tetapi ubah gaya bicara kita dengan “kamu tidak boleh melakukannya. Ayah tidak berharap kamu melakukannya”.

  1. Puaskan anak

Gunakan bahasa yang meyakinkan dan memuaskan anak, bukan bahasa yang memaksa. Misalnya jangan sampai ibu memaksakan pakaian, makanan, dan ucapan pada putrinya padahal usianya sudah mencapai 20 tahun

  1. Ketahuilah masalah anak

Terkadang kita mendapati masalah pada diri anak. Misalnya Ia meresahkan orang lain. Masalah yang sebenarnya tidak terletak pada tindakan anak yang meresahkan orang lain, tetapi ada factor-faktor lain yang mendorongnya melakukan hal itu. Ketahuilah factor-faktor itu dengan mengajak anak berbicara. Terkadang ia emosi dan mengatakan pada kita. “saya kesepian, tidak ada orang yang menyayangi saya. Jawaban ini adalah sebab di balik tindakannya yang meresahkan orang lain. Oleh karena itu, sebab tersebut harus ditangani dengan baik agar akibatnya juga baik.

  1. Jangan lupa mengusak anak dan mengucapkan kata-kata manis

Kata-kata manis mempunyai pengaruh kuat pada diri anak. Sebelum kata-kata ini diucapkan, didahului dengan mengusap anak dengan sayang. Usapan ini mempengaruhi anak bak sihir. Janganlah segan melakukan hal itu dan jangan menyangka anak sudah tidak membutuhkannya lagi, karena anak yang umumnya menginjak dewasa sangat membutuhkan perlakukan itu dari orang tuanya.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: