Demokrasi


Menjelang detak, denyut dan detik demokrasi hajatan

Indonesia raya begitu luas, beragam-ragam dan berpulau-pulau

Di banjirin bahkan di limpahi

Berbagai cobaan serta bencana

Sehingga bencana memborak

Situ gintung, tanah datar, pesawat Fokker, kebakaran

Banjir dan angin putting beliung meluap

Di tanah surga

Apakah alam marah dengan demokrasi

Apakah bumi tak sanggup memikul demokrasi

Apakah angina dan hujan bosa dengan demokrasi

Sehingga sedengkal menjelang

Hajatan Indonesia begitu ratusan malapetaka

Ataukah demokrasi ini sejuta bintik-bintik kecurangan

Apakah bertanda bahwa tuhan begitu marah

Dengan demokrasi ini

Dimana hilir dan hulu pornografi semakin menjamur

Keyakinan semakin jauh dari sang esa, etika musnah

Seakan-akan penipuan, kebohongan dan korupsi

Hal yang wajar bahkan telah mengakar dalam budaya demokrasi

Demokrasi atau aliran mana

Yang harus dipondasikan dan dijunjung tinggi

Di Indonesia raya…

Jeritan demokrasi


Mampukah demokrasi

Merubah atau membalik

Nusa dan tara menjadi indonesia sejahtera

Damai, kemakmuran  serta religius

Mampukah demokrasi itu

Menghapuskan tetesan air mata

Rakyat kecil, pedagang asongan, kelaparan, gizi buruk

Menjadi seutai dan segunung senyuman serta asa

Begitu menarik dan bercorak diraut wajah para pengemis kasihan

Mampukah demokrasi

Menghlilangkan sesak, hembitan dan jeritan

Di jantung, dada, nafas rakyat miskin mencari recehan dan sesuap nasi

Namun mengenang demokrasi telah berlalu

Tak mampu  menghilang itu semua

tetapi menambah getir-getir kepahitan

Mari para petinggi dan fungsionaris

Merapat tangan dan berpikir

Untuk nusa dan tara esok dan lusa

Demi demokrasi berbuah  madu dan berakar keimanan

%d bloggers like this: