ASPEK SOCIAL INFORMASI=”social aspects of information”

Dalam kehidupan social masyarakat, seorang manaje/professional informasi memiliki peran yang sangat menentukan apakah DATA akan memiliki manfaat dengan cara memilih dan menyesuaikan data tersebut dengan clints/custumer sehingga memiliki nilai informasi. Pemilihan  yang dilakukan adalah pada tempat aspek yaitu:

  1. Dapat dipahami (menurut bahasa dan strukutur uraian)
  2. Memiliki nilai guna
  3. Relevan dengan kebutuhan/bidang garapan
  4. Format sajain informasi

Untuk dapat memilih data yang dapat dipahami, bernilai guna, relavan dan  memilih format sajinan informasi, seseorang manajer/professional informasi harus mengetahui siapa saja yang menggunakan informasi (yang sudah terformat dalam bentuk dokumen tekstual maupun grafis).

Prof.Niels W.Lund, university of tromosoe, Norway menyebutkan:

  1. Pengacara dan pengadilan menggunakan informasi sebagai bukti
  2. Pendidik menggunakan informasi (buku teks, materi instruksional/bahan pengajaran) untuk mengajar, selain untuk memperdayakan pengajar, juga sebagai acuan pengajaran dan pengurangan ketergantungan pada pengajar.
  3. Ilmuwan menggunakan informasi (artikel, laporan penelitian) sebagai catatan pencapaian prestasi dan peningkatan status.
  4. Specialis media dan penerbit media menggunakan informasi untuk mempersuasi/membujuk/mempengaruhi.
  5. Pemerintah menggunakan informasi untuk melakukan control social pada anggota masyarakat.
  6. Agama menggunakan informasi untuk mengajarkan aturan yang mutlak dan untuk memperkuat keyakinan
  7. Pejuang menggunakan informasi sebagai penghargaan atas perjuangan yang telah dilakukan dan mcenciptakan kesetiaan
  8. Seniman menciptakan informasi sebagai inspirasi dan tantangan untuk lebih kreatif
  9. Perdagangan/bisnis sangat tergantung pada dokumen transaksi dan perubahan dari informasi tercetak menjadi digital merupakan tantangan mutakhir dalam dunia perdagangan.

Beberapa contoh pengguna informasi ini memperjelaskan bahwa informasi (formatted information) memiliki peran yang sangat besar bagi kehidupan social. Dengan mengkaji, membandingkan dan mengerti peran informasi tersebut dan peran dalam kehidupan social lainnya, penanganan informasi, terutama dengan bantuan teknologi yang kadang bermasalah, merupakan sebua tantangan yang sangat penting dalam menguatkan peran informasi.

Dalam perannya menciptakan informasi dari data yang diperoleh, seorang manajer/professional informasi harus memperhatikan hal-hal berikut ini:

  1. Seorang professional informasi haru tahu bahwa satu informasi tidak bearti sama bagai semua orang tetapi bisa diartikan berbeda-beda oleh kelompok orang yang berbeda.
  2. Pengguna masih belum mampu menyaring (filtering) bahan yang tidak diperlukan dan tidak mampu mengakses dokumen yang relevan karena banyak bahan yang menggunakan istilah keilmuan yang berbeda-beda.
  3. Seorang client dapat menggunakan strategi pencarian dan mengerti hasilnya berdasarkan pada profesionalismenya, etnik atau karaktreristik yang dimiliki. Tetapi cara ini tidak dapat dipakai orang yang berbeda. Maka seorang pengacara lebih akan mencari konfolik antara satu sumber dengan yang lain, sedangkan seorang insiyur akan membuat dugaan dari isi sebauh teks, mengevaluasi sumbernya dan mencari jawaban terbaik.
  4. Ada pengguna yang mempersoalkan nilai normal dari sebuah inforamsi yang dapat mempengaruhi penilaian professional seorang ahli informasi yang berpegang pada prinsip kenetralan informasi.
  5. Professional informasi secara harus aktif menciptakan makna dari sebuah informasi yang biasanya berbeda antara pembuat dan yang membacanya. Penciptaan ini dilakukan dengan bekal interaksi dengan orang lain, latihan, penilaian dan teknologi dalam sebuah lingkungan tertentu.
  6. Professional informasi perlu memperhatikan jaringan social dari sebuah informasi untuk bisa mengambil manfaat darimakna inforasi tersebut)
  7. Informasi yang tinggal sedikit karena telah banyak disaring dengan baik justru akan semakin banyak arti dan manfaatnya (less is more) karena secara umum akan lebih dimengerti. Untuk itu perlu dilihat backroud dari informasi untuk memahami relevansi dan manfaat dari sebuah informasi

Dengan pertimbangan ini maka seorang manajer/professional informasi akan selalu memperhatikan banyak aspek sebelum menentukan dan menetepkan bahwa data yang disajikan akan memiliki nilai informative bagi client/custumernya.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: