5 Langkah Membaca Efektif

Membaca semestinya bukan hanya sebagai sekedar hoby tetap harus menjadi aktifitas sehari-hari. Banyak manfaat dapat diperoleh dengan membaca. Banyak manfaat dapat diperoleh dengan membaca, seperti bertambahnya ilmu, memperluas wawasan, merangsang dan melatih otak untuk terus bekerja, berpikir dan menganalisa sehingga akan lebih cepat tanggap terhadap keadaan dan kejadian di sekeliling kata.

Bagi para pelajra dan mahasiswa, belajar dengan hanya mendengar guru atau dosen menerangkan tidaklah cukup. Ada pendapat menyatakan, bahwa ilmu yang dapat diberikan kepada mahasiswa hanya berkisar 10, 25 % dari yang seharusnya. Parahnya yang dapat diserap oleh mahasiswa berkisar 50, 80 % dari 10, 20% itu. Oleh karenannya dapat dimengerti betapa sedikitnya ilmu yang diperole apabila mengandalkan dari kuliah saja.

Banyak diantara kita mengeluh, sudah serius membaca tetapi tidak mengetahui isi bacaan. Hal ini dapat iterjadi karena belum dibunakannya metode membaca secara benar. Berikut ini beberapa cara metode efektif antatar lain:

  1. Survey (menyelidik)

Langkah ini merupakan usaha untuk mendapatkan gambaran atau ide pokoknya akan diuraikan sautu bahan bacaan dengan cara membaca judul, pendahuluan,  ringkasan atau kalimat-kalimat pembukuaan dan  suatu bab dengan cepat.

  1. Question (bertanya)

Mangajukan pertanyaan-pertanyaan  yang berkatian dengan ide pokok-pokok suatu bahan bacaan. Misalkan ada bacaan berjudul bertanam buah dalam pot. Maka  pertanyaan yang diajukan misalnya:

–          Bagaimana bertanam buah dalam pot?

–          Apakah semua tanaman buah bisa ditanam dalam pot?

–          Bagaimana cara merawat tanaman buah dalam pot agar dapat berbuah lebat? Dan lain-lain

Pertanyaan-pertanyaan itu diajukan sebelum kita benar-benar membaca dan harus ditetap diingat pada saat membaca.

  1. Reading (Membaca)

Maksud membaca di sini adalah membaca dengan disertai pikiran untuk mencari jawaban dari pertanyaan yang diajukan bahan bacaan menjadi penting apabila memuat jawaban atas pertanyaan apabila memuat jawaban atas pertanyaan, jika bacaan bisa diabaikan.

  1. Menghafal/mengucapkan kembali

Jawaban yang diperoleh diingat kembali tanpa melihat bahan bacaan. Kata-kata yang digunakan tidak harus persis, akan lebih baik menghafal dengan kata-kata sendiri karena lebih mudah mengingatnya.

  1. Mengulang

Sebagian besar dari kita cenderung lupa dengan apa yang pernah dibaca. Oleh karena itu, mengulang atau mempelajari kembali merupakan langkah-langkah penting agar tidak cepat lupa dengan apa yang pernah dibaca. Karena mempraktekkan langsung semua isi bacaan tidaklah mungkin.

Mengajari kembali tidak berarti memasukkan semua yang pernah dibaca ke dalam otak. Hal ini tidak akan membawa hasil yang postifi. Cara yang praktis adalah dengan membuat catatan ringan tentang suatu bahan bacaan.

Catatlah apa yang dianggap perlu, misalnya ide pokok pertanyaan-pertanyaan yang timbul dan jawabannya. Pergunakan kata atau kalimat sendiri untuk memudahkan pada saat mempelajarinya kembali.

Kelima langkah tersebut dilakukan secar berurutan dan sendiri-sendiri. Misalnya dalam langkah mengahafal. Lakukan paham aka isi bahan bacaan. Manfaatnya, otak kita akan terbiasa berpikir sistematis dan berurutan.

Membaca cepat.

Setelah lima langkah tersebut dikuasai, kita perlu melatih kecepatan membaca. Hal ini penting karena semakin tinggi kecepatan membaca semakin banyak bacaan yang dapat diselesaikan dalam suatu waktu.

Kecenderungan membaca lambat bukan merupakan kesengajaan melainkan cermianan kebiasaan membaca yang dbawa sejak kanak-kanak. Kebiasaan-kebiasaan itu seperti pengucapan kata perkata, menggerak-gerakkan kepala mengikut bacaan, menunjuk dengn pensil, melafalkan kata dalam batin atau bibir dan mengulang-ulang kata atau kalimat merasa tidak paham atas apa yang dibaca.

Kebiasaan-kebiasaan tersebut dapat dihilangkan dengan latihan-latihan khusus secara terarut, misalnya melatih meningkatkan kosentrasi, latihan melihat dengan otak, melatih keterampilan mata dan lain-lain.

Membaca cepat tidak berarti membaca cepat-cepat atau asal membaca yang secara matematis ditunjukkan dengan jumla kata permenit. Kunci dair membaca depat terletak pada pmeilihan materi yang dibutuhkan dari sautu bacaan tidak harus dibaca seluruhnya terleibh dahulu struktur bacaan itu, baik berupa buku, Koran, majalah, skripsi dan lain-lain. Biasanya penyusunan suatu jenis bacaan sudah mengikuti aturan tertentu.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: