Pegawai Negeri Sipil


Waktu pagi nan indah dan disinari violet-violet tata surya yang hangat memberi kehangatan di kulit ari dimana pagi-pagi di kerinci dingin seakan-akan berada di kutub atau gunung Elbrus yang tertinggi benua eropa hampir seperti itulah cuaca pagi dikerinci dan siangnya panas juga tak kalah panas tetapi panasnya menyengat.  Waktu pagi itu menjelisir jalan protocol dikerinci dan duduk dibudaran tepat lapangan Nasional sambil menatapi indahnya lalu lalang motor dan mobil yang beraturan tanpa ada macet seperti dikota-kota besar dimana kerinci memang jumlah mobil tidak sebanding dengan motor. Kerinci statistic motor hampir sama dengan jumlah motor di provinsi DIY (daerah istimewa Yogyakarta).

Beberapa menit di lapangan yang sejuk itu setiap menatap yang membawa motor semua pake seragam dinas apakah PNS, Guru kontrak, ataupun Honorer. Memang kerinci mata pencariannya selain petani dan pedangang yang banyak di incar masyarakat kerinci pekerjaannya yaitu PNS (pegawai negeri sipil) kalau ingin bekerja diperusahaan otomatis tidak ada karena di kerinci belum ada perusahaan besar atau Badan usaha milik Negara (BUMN) maupun yang dikelola organisasi.

Kebetulan juga orang yang bekerja sebagai PNS sangat disegangni oleh masyarakat kerinci atau bisa dikatakan statusnya lebih dari masyarkat kerja di swasta walaupun memiliki skill atau kekayaan lebih banyak dari PNS. Terkadang juga heran dengan anggapan masyarkat seperti itu. Kemudian juga sampai di kerinci ketemu teman SD (sekolah dasar), SLTP (sekolah lanjutan tingkatan pertama), dan SMK (sekolah menengah kejujuran) semuanya pada pake seragam PEMDA (baju dinas). Pikiran koe berkata “koe masih saja kuliah-kuliah” sedangkan teman-teman masa kecil sudah bekerja dan cari uang sendiri. Tetapi tak merasa terkucirkan walaupun meraka sudah bekerja pasti posisi mereka tidak sebaik posisi koe nanti jika dapat kerja hehehehhee….sombong^_^ ya semoga saja diberikan pekerjaan sesuai dengan cita-cita koe walaupun tidak sesuai dengan cita-cita koe tetap semangat untuk bekerja yang penting halal bin halal serta bisa memberi bingkas untuk ibu koe hehheee….

Pada umumnya orang bekerja sebagai PNS “dikutip dari sebuah buku mengatakan bahwa pintar bodoh gaji sama saja” kalau dipikir-pikir iya juga maka bekerja sebagai PNS tidak memiliki inovasi atau trobosan (kreatif) untuk menciptakan hal yang baru. Mungkin meraka berpikir bahwa jadi PNS tidak perlu harus pintar yang penting rajin masuk kerja, duduk sambil menyatap kopi dan pulang sesuai dengan waktu yang telah diaturkan gaji tetap keterima tiap bulan. Makanya kalau yang memiliki jiwa petualang, kreatif dan kreatis bekerja PNS sangat tidak cocok bagi mereka. Bagi yang memiliki jiwa menentang sebaiknya masuk dan cari lowongan kerja yang penuh dengan tekanan untuk maju (inovatif) seperti perusahaan-perusahaan. Dimana perusahaan seperti dituntukan loyalitas, kedisiplinan, kreatif dan aktif.

Tapi itulah permasalahannya kenapa masyarakat didearah-daerah lebih suka dan tertarik PNS dibandingkan dengan masyarakat diperkotaa antara lain disebabkan: (1) masyakarat diperkampungan beranggapan bahwa PNS disenggani oleh penduduk (strata social lebih tinggi) dibanding pekerja diswasta, (2) perusahaan-perusahaan (BUMN) banyak terpusat (central of industrial) banyak dipusat-pusat kota besar, dan (3) PNS lebih terjamin hidup hingga otot gak kuat lagi berjalan sedangkan kerja swasta walaupun gaji 50% lebih dari PNS tetap jamin hidup hingga tua tidak terjamin.

One Response

  1. Amin…

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: