Pergi Lah Jauh….Jaauuuhhhhhhh



Terinspirasi dari sebuah lirik dari nada ringtone seorang teman maka coba untuk menulis sebuah cerita pendek mungkin lebih pendek lagi hehee…. Nada sambung personal ini berjudul pergilah jauh dari ku…waah keren juga nich lirik lagunya.

Setelah mendengar nada sambung tersebut langsung kepikiran untuk mengetik sebuah tulisan dengan tema pergi lah jauhhhh…jauhhhhh dari ku. Karena jauh dari hati dari paling dasar dan dalam ingin menjauh kan permasalahan ini. Sebab problems ini telah menguras otak dan perasaan ini sehingga setiap melakukan perkerjaan tidak terfokus dan konsentrasi.

Dengan formula and strategy namun permasalaha sebelum sepenuh terangkat terkikis hanya batang pohon namun akar permasalahannya belum bisa dicabutkan maka memang membutuhkan sebuah antioksida atau zat kimia biar permasalahan ini memang tersingkirkan dari raga ini. Jika akar belum bisa dibahasmi maka ku harus siap-siap dengan tunas permasalahan yang baru. Ooohhh…jangan sampai timbul dan tunas permasalahan baru lagi karena yang ini sungguh tak mampu menghadapi dengan kesabaran dan ikhlas.

Perlukah jujur dengan ini atau perlukah harus bohong menghadapi kehidupan ini dengan berpura-pura. Agar semua dapat diselesaikan? Sampai kapan harus menghadapi permasalahan ini? Tak mampu lagi menghadapi ini? Haruskah menceritakan pada dunia bahwa ini sesungguhnya terjadi? Tapi tak berdaya untuk mengungkapkan dan ku tak berdaya untuk mensembunyikan?

Semoga dengan uraian kalimat ini bisa memberi kelegaan dalam hati walaupun tak mampu menyingkirkan dan menyelesaikan masalah. Paling tidak dengan goresan tinta hitam itu telah mau mendengar dan mengetahui apa yang sebenarnya yang dirasakan? Apa yang dinginkannya saat ini?

Koe Bangga Dengan Padang


Indonesia memiliki kerbermacam ragaman bahasa daerah dari sabang sampai merauke bahasa daerah pasti berbeda-beda seperti bahasa urang minang, bahasa sunda, bahasa jawa, bahasa batak maupun bahasa lainnnya. Sungguh Indonesia begitu kaya dari segi bahasa saja tak dapat terhitungkan apalagi kekayaan alam sungguh luar biasa lagi.

Semakin banyak mengerti bahasa daerah orang lain semakin mudah kita untuk beradaptasi dan bergaul. Serta bahasa daerah lain juga banyak memberi manfaat secara tidak langsung pada kita. Misalnya koe Sangat syukur dan senang sekali bisa bahasa padang karena banyak manfaat yang koe rasakan walaupun bukan asli orang padang tapi bahasa padang koe sudah pasif sekali. Karena pernah tinggal dipadang lebih kurang tiga tahun makanya bahasa urang minang ya bisa dibilangin comlaude (istimewa) koe ejakan dan ungkapkan. Walaupun bukan orang minang namun bangga karena banyak memberi manfaat bagi koe sebab orang padang dimana-mana jadi kalau ketemu mereka dirantau urang seakan-akan ketemu orang kampong sendiri

Seringkali orang menggira koe penduduk padang kalau boleh mensesilahsikan dari garis keturunan koe dan keluarga koe tidak satupun yang keterunan orang padang bahkan menikah dengan orang padang, namun sebagian besar keluarga koe hampir aktif membawa bahasa padang sudah kayak urang minang asli bana kohaaaaaa…!!!. Kemudian saat tinggal (kuliah) dibandung koe dipanggil sebutan orang padang yakni “UNI” koe tak pernah membantah dan membiarkan mereka memanggil koe seperti itu mungkin perhargaan yang luar biasa karena bahasa urang minang begitu pas banget koe bawakan.

Alasan  koe bangga dengan padang selain ulasan diatas ada beberapa alasan senang dan suka bahasa padangnya antar lain:

(1). cara pengungkapan sangat etnik dan estetika,

(2). orang padang sifatnya suka merantau kemana-mana kalau jika tersesat kedaerah manapun tinggal Tanya kerumah makan padang dengan bawa bahasa padang pasti bakal ditolong,

(3). orang padang paling pintar menawarkan barang kalau masalah otak dagang (ngaleeeh) orang padang adalah rajanya,

(4). makannya tidak ada satupun masyarakat Indonesia yang tidak kenal rumah makan padang mulai dari rendang, dendeng, gulai kalio dan sebagainya adalah makanan keajaiban padang,

(5). adat yang basandi syarak syarak basandi kitab bulloh, dan

(6). rumah adat (rumah gadang) dimana tempat berkumpulnya keluarga besar dirumah gadang ini terjadi suatu menyampaian informasi yang luar biasa mulai dari memberi nasehat, belajar, silaturahmi dan kekeluragaan semua tercermin dari rumah adat minang.

Namun ada juga hal yang tidak suka dengan sifat orang minang mungkin cukup koe yang tahu sifat-sifat orang minang seperti apa dan bagaimana. Karena seringnya ketemu orang dan berteman dengan urang padang jadi banyak dikitnya mengetahui sifat-sifat negative urang padang tersebut.

Banyak kesamaan kebiasaan urang padang dengan kampung koe seperti makanannya yang di identik dengan rendang, dendeng, gulai yang bersantan, sambal yang pedas-pedas, dll. Dikampung juga seperti itu setiap ada syukuran atau acara masyarakat tidak bisa lepas dari menu rendang, dendeng, gulai kambing dan sambal-sambal pedas. Kemudian masalah pernikahan bisa dikatakan hampir mirip mulai dari baju adat yang digunakan dan urang minang matrelinial, dikampung koe juga seperti itu dimana anak-anak laki ikut istrinya bukan seperti daerah lain dimana anak perempuan ikut suami (patrialinial).

Tapi setelah gempa menguncang kota padang dan sekitar mungkin memory keindahan yang pernah koe jalanin selama kurang lebih 3 tahun sepertinya banyak berubah dan hancur. Walaupun kondisinya padang telah berubah seperti dulu pernah koe jejakin namun keindahan padang tetap selalu romantic untuk dikenang dan apalagi suatu saat bisa kembali kota padang untuk tampak tilas lokasi history perjuangan. Berharap untuk bisa kembali kota padang walaupun hanya sejenak, sehari atau 1kali putaran jam.

%d bloggers like this: