GLOBALIASI DAN MIGRASI ANTARA NEGARA


Arus migrasi globalisasi di Indonesia tidak jelas kapannya tetapi pastinya globalisasi telah tertanam dan dirasakan dalam kurun waktu dua dasarwarsa dinegara di Indonesia serta tidak begitu banyak pula penelitian tentang globasisi Indonesia. kemudian meningkatnya isu globalisasi yaitu dibarengi dengan Repelita II dimana semakin bertambah dan banyak minat masyarakat Indonesia berkerja diluar Negara. Perpindahan penduduk (tenaga kerja) merupakan factor demografis ketiga yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk suatu negara, selain kelahiran dan kematian. Bagi Indonesia, mobilitas penduduk mempunyai andil yang sangat besar bagi proses petumbuhan ekonomi. Di samping itu, pembangunan nasional yang telah dilakukan Indonesia selama ini telah memberikan kontrubusi kepada perkembangan pola dan arus migrasi penduduk..

Migrasi adalah perubahan tempat tinggal secara permanen atau semi permanen. Tidak ada pembatas, baik pada jarak perpindahan maupun sifatnya, yaitu apakah tindakan itu bersifat suka rela atau terpaksa serta tidak diadakan perbedaan antara migrasi dalam negeri dan migrasi luar negeri (Lee, 1991).

Laju perpindahan penduduk antarnegara menjadi suatu menjadi efinomena yang tidak terelakakan lagi. Ada beberapa factor yang mendorong penduduk suatu Negara meninggalakan kampong halaman (migrasi) antara lain (1) Factor tanah, (2) Factor bahan mentah, (3) Factor ketenagakerjaan, (4) factor barang yang dihasilkan, (5) factor hubungan material, dan factor ideology.  Selain factor tersebut ada factor lain yang menyebabkan alasan migran untuk mencari pekerjaan dimancanegara atau daerah lain (1) sukar mendapat perkerjaan ditempat tinggal mereka (kampong halaman) karena perkerjaan biasa lebih dominan atau tertumpuh suatu Negara atau kota tertentu. (2) ingin memperoleh penghaslan lebih tinggi dimana upah kerja dikampung halaman belum bisa memenuhi kebutuhan sekunder atau primer hanya bisa memenuhi sekunder. (3) ikut keluarga yakni melihat salah satu anggota keluarga atau kerabat dekat berhasil pekerja disuatu tempat maka ikut termotivasi ingin seperti itu. (4) mencari pengalaman yaitu ingin mencoba atau mengetahui system pekerjaan yang diterapkan suatu Negara atau daerah. Kemudian terjadi migrasi yakni dipengaruhi oleh factor ekonomi, social dan lingkungan baik pada tataran individu maupun masyarakat. Namun banyak migrasi menunjukkan bahwa alasan migrasi terutama karena alasan ekonomi yaitu adanya kesempatan untuk memperoleh pendapatan, pekerjaan dan alasan lainnya. Dengan migrasi masyarakat beranggapan bahwa cara untuk meningkatkan kualiatas kehidupannya semakin membaik.

Secara umum migrasi tenaga kerja keluar negeri atau migrasi internasioanl sangat berhubungan erat dengan pertumbuhan ekonomi dan transisi demografi dalam suatu Negara.  Dimana saat perekonomian Negara masih tergolong terbelakang dan pertumbuhan penduduk masih tinggi kelebihan tenaga kerja umumnya tidak dapat diserapkan oleh kegiataan ekonomi di dalam negeri. Oleh karena itu pengiriman tenaga kerja ke luar negeri menjadi salah satu alternative pemecahan masalah ketenagakerjaan disamping factor pemasukan devisa Negara dari kegiataan migrasi penduduk ke luar negeri tersebut. Kemudian seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan penuruan jumlah dan laju pertumbuhan penduduk akan terjadi kekurangan tenaga kerja di dalam negeri untuk itu kebijakan mendatangkan (impor) tenaga kerja menjadi alternative untuk mengatasi kekurangan tersebut. Maka dikenal dengan istilah transisi migrasi tenaga kerja internasional.

Masalah migrasi antarnegara di tengah-tengah globalisasi ekonomi ini banyak dialami oleh Negara-negara dunia ketiga, yang kaya akan sumber daya manusia dan alam. Para investor dari Negara-negara kaya banyak berlomba-lomba untuk mencari kawasan industry yang strategis untuk menanamkan modalnya. Fenomena seperti ini secara tidak langsung telah melahirkan ketidaksamaratan dalam pencapaian pembangunan dan kemamkuran di antara Negara-negara yang terlibat. Indonesia juga mengalami fenomena perpindahan antarnegara seperti banyak tenaga kerja Indonesia pekerja dimancanegara seperti Malaysia dan singapura.

Dengan adanya globalisasi makan terjadi beberapa fenomena pada masalah perkerjaan antara lain (1) fenomena migrasi internasional, (2) migrasi spontan, (3) migrasi tenaga kerja Indonesia, (4) tenaga kerja kontrak, (5) tenaga kerja illegal, dan (6) tenaga kerja asing. Namun dari beberapa fenomena terjadi pada ketenagakerjaan isu terpenting yakin keberadaan tenaga kerja asing di Indonesia berkaitan dengan pasar kerja, alih pengetahuan dan teknologi, dan adaptasi. Maka dengan hadirnya globalisasi di Indonesia yang harus diperhatikan berbagai lapisan masyarakat terutama pemerintah (government) yaitu masalah bagaimana kesiapaan masyarakat dalam ikut menigkatkan skill (keahlian) tenaga kerja Indonesia agar tidak kalah saing dalam masalah mencari perkerjaan.

Globalisasi otomatis akan berdampak pada pasar bebas (liberalisasi ekonomi) dengan adanya liberalism maka akan meningkatkan daya saing komoditi Negara-neraga berkembang.

  1. Keterbukaan pasar bebas maka akan menyebabkan angkatan kerja Negara-negara maju akan leluasa memasuki pasar kerja Negara-negara berkembang. Sehingga menghambatkan dan menghalangi proses transformasi social dan ekonomi  pada Negara baru berkembang.
  2. Peluang kerja domestic dan pekerja asing sangat terlihat dari berbagai sector terutama sector industry (pertambangan, manufaktur, listrik, gas dan air serta bangunanan). Sedangkan disektor pertanian lebih banyak masyarakat domestic namun kemungkinan besar sekotr tersebut akan dikuasi oleh pekerja asing karena mereka menawarkan kemudahaan seperti alat-alat industry untuk mempermudahkan dalam perkerjaan. Sehingga jika semua sector telah dikuasi pekerja asing maka pengganguran Indonesia semakin meningkat.
  3. Peluang kerja dan pekerja Indonesia di mancanegara belum begitu meluas diberbagai sector kebanyakan pekerja Indonesia di mancanegara pada umum sebagai pembantu rumah tangga atau petani serta tenaga kerja hanya tertumpu pada beberapa Negara seperti Malaysia dan timur tengah.  Agar proporsi pekerja Indonesia lebih banyak memasuki sector formal bila tenaga kerja Indonesia dibekali dengan keterampilan sesuai dengan permintaan pasar di luar negeri.

Kemudian disadari atau tidak, bahwa dengan berkembangnya industry-industri besar yang didukung system ekonomi liberal telah melahirkan bentuk-bentuk persaingan begitu ketat di antara berbagai Negara yang terlibat. Negara dunia ketiga yang kaya dengan sumber daya manusia dan alam tetapi kurang memiliki modal dan teknologi canggih berusaha keras mengajak Negara-negara maju agar mau menanmkan modalnya. Sebaliknya, para investor dari Negara maju yang ingin mencari keuntungan lebih besar melalui penguasaan modal dan teknologi modern berusaha mencari kawasan-kawasan baru untuk mengembangkan usahannya. Dengan demikian, Negara-negara yang kaya dengan sumber alam dan manusainya biasanya menjadi sasaran utama Negara maju tadi karena Negara tersebut menjanjikan lokasi pengembangan usaha yang strategis dan menguntungkan.

Implikasi globaliasi terhadap imigrasi internasional tidak hanya dapat menciptakan peluag kerja, tetapi mengurangi kemiskinan keluarga Negara serta menambah devisa. Kemudian adanya implikasi pada peningkatan keahlian dan keterampilan para pekerja terutama para pekerja yang bekerja pad sector-sektor yang membutuhkan keterampilan. Sedangkan implikasi migra pekerja dari Indonesia tampaknya implikasi pada peningkatan keterampilan pekerja relative kecil dan belum berarti. Karena pekerja imigran dari Indonesia banyak bekerja yang tidak membutuhkan keahlian seperti burur bangunan, buruh perkebunan, dan pembantu rumah tangga. Selain itu dampak globaliasi migrasi berpengaruh pada implikasi social. Ada beberapa kasus yang terjadi pada pekerja Indonesia antara lain pelecahan, penyiksaan, dan kematian para pekerja. Kasus seperti ini menunjukkan betah lemahnya dan perhatian pemerintah dalam melindungi pekerja Indonesia dimancanegara.

Seiring dengan datangnya era globaliasi dan liberalisme, sebagai konsekuensinya selain terjadinya migrasi tenaga kerja keluar negeri, akan diwarnai pula adanya fenomena tenaga kerja asing yang datang ke Indonesia. Berkaitan dengan hal ini, diperlukan kebijaksanaan dari pemerintah untuk dapat mengantisipasi berbaga perkembangan tersebut. Agar pekerja indonesai dimancanegara bisa seperti pekerja dari Negara lain maka yang harus diperhatikan oleh pekerja yakni harus ada strategi yang menguntungkan dan dipikirkan oleh tenaga kerja Indonesia dalam menghadapi pasar bebas antara lain:

  1. Meningkatkan daya saing pekerja di dalam negeri sehingga mampu bersaing dengan perkerja asing. Untuk mencapai tujuan itu perlu ada persiapaan dengan cara meningkatkan profesionalisme dan kemampuan pekerja sesuai dengan kualifikasi dan sertifikasi internasional.
  2. Meningkatkan daya saing pekerja untuk merebut peluang kerja dipasar kerja internasional. Maka perlu adanya pelatihan (demang driven) agar pekerja Indonesia memperoleh informasi kerja internasional.

Jadi, Proses pengglobalan ekonomi tersebut telah melahirkan ketidaksamataan dalam pencapaian pembangunan dan kemakmuran diantara Negara-negara yang terlibat. Dan selanjutnya hal itu pula mendorong terciptanya fenomena perpindahan penduruk dari suatu Negara ke Negara lainnya. kemduian perlindungan hukum bagi migran pekerja Indonesia perlu diperhatikan. Karena adanya undang-undang dapat memberi kenyamaan dan kepastian hukum bagi tenaga kerja indoneisa yang migra kemancanegara. Lebih dari itu perlindungan hukum dapat mengingkatkan harkat dan martabat para pekerja dan sekaligus bangsa.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: