RAMADHAN YANG BERMAKNA

Ramadhan di tahun 2009 adalah suatu keberkahaan yang luar biasa pada koe tidak biasanya koe malakukan ibadah seperti ini. Walaupun saat tinggal diwisma tak pernah menjalankan bulan ramadhan seperti ramadhan tahun 2009. Berharap dibulan ramadhan berikutnya lebih baik dari bulan ramadhan ini.

Kenapa mengatakan bulan ramadhan yang bermakna dan special bagi koe adalah antara lain:

1.  Ikut masak dan menyediakan makan dirumah tanpa ada perintah ibu serta mencuci piring tanpa dipaksa sebelumnya bulan puasa koe hanya tahu makan dan cuci piring saja. Dimana koe berpikir memasak untuk orang yang lagi shaum pahala hampir sama dengan orang menjalan ibadah puasa. Maka hal itu yang mengobsesi dan mendorong untuk ikhlas menjalankan kegiataan tersebut. Apapun yang kita kerjakan dibulan ramadhan semuanya adalah ibadah.

2.  Jam 03.00 wib telah terbangung untuk memasak dan menyediakan makan sahur buat keluarga koe, sambil masak nasi koe melaksanakan qiyamulai dan dilanjutkan dengan tadarus. Setelah selesai ngaji baru membangun mereka-mereka (abang, ibu, dan bapak).

3.  Dibulan ramadhan ini banyak melaksanakan sholat sunnat selain qiyamulai koe juga tak pernah meninggal dhua’a dan jarang keluar rumah dimana sebelum berbuka melantukan zikir taubat yang dikutip dari buku arifin ilham.

4.  Setiap doa yang kupanjat selalu dan tanpa sadar meneteskan air mata menghadap padanya.

5.  Shalat terawih insyallah dijalanin semua kecuali saat lagi dapat halangan kemudian setelah terawih langsung mengikuti tadarus dimushallah dengan ibu-ibu sekitar rumah. Selalu kemushalla dengan ibu koe, pernah ibu katanya gak mushalla shalat terawih ternyata melihat koe pergi akhirnya jadi juga kemushalla. Ternyata untuk memberi nasehat pada orang tua tidak perlu dengan ucapan cukup dengan tingkah laku kita yang baik, insyallah mereka yang akan mengikuti dengan kita.

6.  Dibulan ramadhan koe mangajari ibu mengaji dimana beliau belum lancer ngaji seperti koe, itu adalah karunia luar biasa bagi koe bisa menuntut beliau kejalan lebih baik.

7.  Dimalam terakhir koe berdoa saat beda yang lain menyambut kemenangan dengan hura-hura seperti keliling kota dan membakar petesan, namun koe saat malam terakhir entah apa yang membuat koe mananggis begitu dahsyat dimana takut tidak akan ketemu ramadhan sebelumnya.

8.  Serta shubuh selalu koe berjamaah dimushalla, apalagi 10 terakhir ramadhan biasa makin lama jama’ahnya makin berkurang tapi alhamdullah tetap istiqomah dengan bisakan setan agar tak menghadiri sholat berjamaahbaik taraweh, shubuh dan tadarus dimushalla.

9.  Namun ada juga rasa sedih dimana saat diwisma biasanya selama bulan ramadhan 2kali khatam, tapi sekarang Cuma 1kali dibulan ramadhan. Tetapi tidak apa-apalah yang terpenting dibulan ramadhan koe khatam juga.

Namun ada cerita lucu juga saat koe tadarus dimushallah, dimana ada seorang ikhwan dia juga ikut tadarus dimana malam pertama dan kedua ramadhan ikhwan tersebut belum mengikuti tadarus. Tetapi malam ketiga ramadhan ikhwan mulai ikut tadarus dan sampai akhir ramadhan. Kemudian koe tanya itu ikhwan nama siapa dan rumah dimana, yang disebelah koe duduk menjelaskan pada koe ternyata ikhwan tersebut baru pindah dari kota jambi kekampung koe (kerinci) sebab dapat tugas kerja dikerinci.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: