CINTA DI NAN GERIMIS


Di pagi jumat Rintihan hujan turun dari samudra langit yang menyelimuti kota yogya yang mendung dan berawan sehingga membuat berhenti sejanak di teras kosan untuk berangkat kampus Universitas Gaja Madha, ini hujan pertama yang ketemu selama seminggu diyogya. Tetesan hujan membuat terhalang untuk berangkat lebih cepat seperti biasanya tidak hanya koe yang terhambat melainkan teman kosan yang lain juga menunggu diteras tersebut, namun kembali kekamar kosan dimana terasa jari-jamari dan tubuh kedinginan dengan hembusan angin yang menyertai gerimis.  Sebenarnya kalau mau menantang gerimis biasa saja dimana gerimis tidak terlalu lebat, tetapi tetap tak sanggup menembus gerimis tersebut sebab takut sakit atau flu yang akan didapati.

Hampir setengah jam dikamar kosan kembali keluar melihat kondisi diluar apakah gerimis tersebut berhenti. Tetapi gerimis tidak selebat yang tadi dan memutuskan untuk berangkat kampus karena takut telat mengikuti perkuliahan. Menguci pintu kosan dan langsung ruangan basecamps atau garasi kosan untuk mengambil sepeda baru sebagai teman menjelusuri jalan kaliurang dan sekitarnya dalam mengapai asa serta cinta.

Dengan basmalahhitawakul lahauwallah kuwatabillah berangkat menuju kampus walaupun gerimis masih menetes satu persatu air dari mendungnya langit yang telah membasahi kerudung abu-abu yang dikenakan saat itu. Tapi syukurlah gemiris itu tak mampu membasihi seluruh tubuh yang dibaluti pakaian takwa insyallah…walaupun tidak membasihi jiwa raga tetap merasa hawa dingin dipagi nan mendung.

Sepanjang jalan banyak cinta yang ditemui, yakni cinta bagaimana seorang ibu yang memeluk bayinya dengan penuh cinta tak kala anaknya menangis, cinta sang kekasih berhenti sejanak dibawah rimbangnya pepohonan sambil bereratan tangan serta candanya yang koe lihat dipersimbangan lampu merah tersebut, cinta tukang kebun dengan pekerjaan walaupun rintihan hujan turun namun tetap melaksanakan amanah dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab sehingga taman disekitar kantor pusat Universita Gaja Madha tertampak bersih nan indah.

Gerimis membuat berpikir lebih jauh serta menganalis setiap apa tertampak selama perjalan menuju kampus, sampai kampus sejuta cinta koe beroleh dimana saat itu membuka e-mail ternyata sebuah pesan singkat yang telah membuat hati berbunga dengan puing-puing harapan yang hampir hancur di hembas pusaran angin seakan-akan kontruksi cinta akan mekar seperti mekar bunga mawar saat disemai oleh sansurya dipagi hari.

Membaca inbox yahoo dengan perlahan dan berulang agar makna dibalik kalimat tersebut memang betul bisa bermakna dan mengena. Setiap kalimat yang terlulis dan hadir di e-mail membuat tersenyum. Sungguh nan gerimis telah menghadirkan cinta kembali posisi cinta yang sebenarnya, bukan cinta yang mengobral janji dan menyakiti. Biarlah ungkapan cinta terkirim lewat network tersebut hanya koe yang tahu, akan disimpan dalam hati paling dalam mungkin suatu saat nanti baru akan terungkap dibawah pohon nan rimbun, biarlah kaligrafi cinta bersandar di dinding itu sehingga saat waktunya akan diberikan pada seorang yang akan diikat janji nantinya.

Kisah cinta dinan gerimis ini akan tercatat begitu rapi diotak kiri dan kanan serta akan terurai pada jetak jantung. Karena koe tahu cinta ini terselip harapan yang begitu ikhlas untuk menjalankannya dengan dibarengi restui ilahi.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: