Puaskah


 

Puaskah engkau membuat koe manangis

Setiap butiran kata dan sikap mu

Yang begitu egois yang tak pernah ingin mengalah

Namun coba untuk memahami itu semua

Tapi kepahaman koe sia-sia saja

Malah engkau ulang-ulangi lagi tangisan ini

 

Puaskah engkau membuat koe merana

Dengan wangia janji mu yang begitu berlapis-lapis

Tapi janji itu semua pupus, gugur, dan hancur

Karena engkau tinggalkan ku

dengan ala tak pernah ku sangka dan duga

 

puaskah engkau membuat koe kekagalauan

tanpa mempertimbangkan benih cinta yang berbunga

engkau hanya mampu mengnyajikan kemisterius

dalam logika, perasaan dan langkah ku.

 

UNTUK SEBUAH NAMA



Pertama kali kenal wajah yang lembut, cantik, persaja dan ramah itu saat OSPEK (orientasi perekenalan kampus) di kampus selatan yakni FBSS (fakultas bahasa sastra dan seni – Universitas Negeri Padang) tahun 2003. Dimana masa orientasi ke-2 tepat hari jumat kebetulan saat itu anggota ospek di pisah antara cewek dan cowok karena jumatan serta di isi acara kerohanian dari para kaka-kaka yang jilbaber, biasalah saat itu belum kenal istilah panggilan cewek “akhwat” jadi cukup kita – kita panggil kaka saja. Saat kaka-kaka tersebut memasuki aula serba guna FBSS diperkenal satu-satu tapi juga mahasiswa baru jadi tidak begitu ingat dengan nama-nama kaka tersebut setelah diperkenal dilanjutkan dengan acara pembacaan Al-Quran yang dipandu seorang MC yang kocak habis serta ramah minta ampun hehhee…salanjutnya acara game dan nasyider para kaka cewek “akhwat”.

Waktu akhwat telah di depan para Ospek memperkenalkan diri mereka masing-masing dari beberapa akhwat tersebut ada seorang akhwat yang membuat terpesona dan tak hentik menatap. Ada pun alasan seperti itu adalah akhwat tersebut imut, manis, cantik, matanya sayu, ramah dan Smart pastinya. Kalau tidak salah nasyid yang pertama yang mereka lantunkan adalah indahnya ukhuwah saat kaka-kaka tersebut mengeluar ritme yang merdu membuat ingin seperti kaka-kaka (ingin jadi akhwat). Ternyata penampilan kaka-kaka tersebut hanya ada 2 syair sedangkan para pengikut ospek minta tambah (lagi dan lagi). Namun karena waktu yang terbatas dimana sholat zuhur dan azan telah kumandang jadi anggota Ospek harus isomah dengan ketentuan yang telah dilakukan.

Singkat cerita berawal dari melihat akhwat tersebut tampil di depan kita semua membuat berniat ku harus bisa seperti kaka-kaka itu dan bisa kenal dengan kaka yang “imut” tersebut. Ternyata niat ada dihati itu tersampai dimana saat pindah ke wisma dimana di Universitas Negeri Padang setiap Fakultas memiliki beberapa wisma masing-masing baik untuk para akhwat mau ikhwannya. Saat itu tinggal di wisma Amanah I. Adapun cara bisa tinggal di Wisma tersebut atas koordinir dari teman “abang” dan abang juga ingin ku tinggal di wisma maklum takut kalau tinggal di kosan umum terjadi sesuatu yang tak diinginkan biasalah masa transisi dari siswa ke mahasiswa jadi masih labil antara persimpangan serta begitu mudah dipengaruhi dengan arus angin yang mengempus.

Alhamdullah masih ada yang kosong maka memutuskan untuk pindah kewisma dimasa sebelumnya tinggal tempat tetangga. Kemudian malam itu pindah ke wisma serta mengangkatin barang dengan ditemanin abang dan temannya. Sesampai wisma di sambut para akhwat-akhwat sempat kaget karena sebelumnya belum mengenal dengan dunia seperti itu setelah dititipkan ku sama para akhwat-akhwat abang dan temennya langsung tinggal wisma. Karena wisma tidak boleh ada tamu lelaki itu merupakan salah satu aturan baku di wisma tetapi ada juga terkecuali misalnya keluarga.

Beberapa hari di wisma ternyata ku ketemu dan kaget, bukan ini kaka yang kemaren nasyid saat Ospek ternyata ketemu juga kaka tersebut. Selanjutnya malam itu ada acara Suoro (rapat) agendanya adalah pembagian kamar ternyata dapat kamar 01 dimana yang menghuni setiap kamar ada tiga orang dan kebetulan juga penghuni pendatang semua seperti dari pekanbaru, aceh dan jambi (ku). Setalah 6 bulan menghuni kamar 01 begitu banyak tergores dan lukis cerita indah, sedih dan seru antara kami. Kemudian di wisma ada aturan yaitu pertukan kamar (Rolling) tujuannya adalah agar antara akhwat tidak ada genk atau dekat Cuma akhwat itu aja. Setalah di rolling alhamdullah lagi, akhirnya sekamar dengan akhwat tersebut (uni trina Agus), sejak sekamar kita menjadi dekat seperti adek-kaka. Kebetulan akhwat tersebut tidak punya adek dan ku juga tak memiliki seorang kaka yang banyak Cuma abang-abang hehehe….

Sungguh waktu sekamar sama akhwat tersebut banyak hal yang ku pelajari, amati dan termotivasi. Sungguh luar biasa taujih (nasehat) untuk ku sehingga menginspirasi dan revolusi dalam kehidupan walalupun saat itu belum menampakkan perubahan yang signifikan pada ku. Hingga sampai sekarang masih ingat dengan nasehat-nasehat pada ku. Akhwat itu selalu mengingat saat lalai terutama masalah tarbiyah dan ikut kajian baik FKPWI maupun di Mesjid, saat itu sungguh malas banget untuk ikut kajian seperti itu yang mau dan enak Cuma kekampus dan wisma.

Kenapa kagum dengan akhwat tersebut (uni trisna agus) bukan maksud membanggakan uni trisna tapi itulah kenyataannya antara lain (1) Ramah, (2) cantik pasti, (3) pintar IPK setiap semester 3, 5 melulu, (4) walaupun anak bungsu tapi akhwat tersebut tidak mau membebani ibu (orang tuanya), dan sebagainya masih banyak lagi kalau diuraikan satu persatu tak cukup selembar kertas karena semakin baik dan ramahnya akhwat tersebut.

Namun, sempat sedih juga saat ada penerimaan adek baru diwisma perhatian akhwat pada ku agak berkurang mungkin Cuma perasaan ku saja kali ya. Saat itu ada kerenggangan antara ku dan dia, ditambah lagi kita semua pindah wisma, dimana wisma disana sudah habis kontraknya serta wisma yang baru ini bagus dan lumayan murah jika dibandingkan dengan rumah seperti itu (elegan dan bersih serta strategis). Ternyata di wisma yang baru kita tidak sekamar lagi kemudian antara kamar ku dan akhwat tersebut jarak lumayan jauh dari susah juga ketemu paling ketemu saat akhwa-akhwat makan pagi, malam, sholat berjamaah dan ada kegiataan dakwah di wisma.  Maka hubungan kita yang terjalin makin hari-hari makin larut dan pudar, walaupun sering berbincang tapi tidak seperti awal pertama selalu share (berbagi) baik masalah pribadi, keluarga dan masalah kampus. Ku juga tidak bisa menyalahkan akhwat tersebut karena memang amanah yang di emban akhwat tersebut luar biasa mulai masalah organisasi, wisma dan kuliah. Tetapi tak merasa kehilangan juga karena yang sekamar di wisma baru Masyallah kita kompak banget sepaham dan orang-orangnya riang-riang. Serta banyak juga cerita lugu dan indah tertoreh di hati kita masing-masing hingga sampai wisuda tetap asik.

Sampai waktu wisuda ada hal yang membuat ku sedih karena harus meninggal wisma Amanah penuh kenangan mulai dari alphabet, ijayaah hingga random semua terukir dan semayam begitu suci di hati kita masing-masing. Tidak pernah berpikir sehingga ending dari kebersamaan kita selama 3 tahun lebih di wisma membuat gamang dan menangis untuk meninggal wisma. Saat detik keberangkatan pulang kerumah (jambi) begitu terasa indah senyumnya akhwat-akhwat, genggam tanggan yang erat seakan-akan melambang tidak ingin berpisah, lambaian tangan yang mengatakan jangan lupa untuk hadir lagi di wisma cinta itu dan bingkisan yang luar biasa yaitu surat perjuangan yang sampai sekarang masih tersimpan begitu rapi di lemari buku ku. Dimana saat membuka lemari buku selalu menyempatkan membaca surat perjuangan dari akhwat agar selalu ingat dengan Rabbi, tarbiyah dan memperbaiki diri dimana dan kapanpun.

Maka menulis dan melukis kata-kata ini untuk mempersembahkan rasa sayang, cinta dan rindu ku buat akhwat-akhwat sampai saat ini masih berbungga, tertanam begitu kokoh, rindu yang selalu menghantui kapan bisa seperti dulu lagi yang penuh dengan persaudaraan dan keikhlasan setiap ada kegiataan dan permasalahan.

Terkhusus untuk akhwat (uni trisna agus) terimakasih uni bukunya begitu bermanfaat, masih ingat tidak uni kasih bingkasan saat kita berpisah. Buku bagus sekali bemanfaat untuk ku apalagi goresan tangan uni dibuku itu membuat ingin selalu bertemu dan bercerita tentang klasik kehidupan. Kemudian surat perjuangan uni membuat ku menetes air mata karena mengingat kebaikan uni pada ku yang luar biasa dan sinergi terutama masalah tarbiyah sebab tidak pernah bosan-bosan untuk mengingat ku untuk menjalankan. Uni andaikan kita bisa disuakan disuatu tempat pasti akan tersenyum pada ku ternyata dan akhirnya ku bisa juga seperti uni mau kan “menjadi seorang akhwat”. Uni terima kasih atas doanya sehingga bisa juga mendekati sikap dan kepribadian mu walaupun jauh Perfect (sempurna) sepeti uni tapi ku akan terus semangat dan berjuang tak akan kenal kalah serta menyerah demi menjadi seorang wanita sholeha.

Uni (uni trisna) ku rindu dengan senyum mu yang ikhlas ibarat mentari pagi di ufuk barat yang begitu ikhlas mencahayai bumi, tutur kata mu (uni trisna) yang membangkit semangat seperti syair-syair para kedamaian, perhatian mu (uni trisna) yang siap mengrangkul saat kala letih, capek dan sedih seakan-akan burung yang siap melebarkan sayapnya untuk membawa anaknya terbang jauh untuk mengenal bumi dan ciptaanNya.

Uni andaikan boleh minta dan berharap pada sang Ilahi semoga kita diketemukan “rasa rindu luar biasa” pada mu uni, ingin melihat uni apa masih seperti dulu yang ku kenal  Tapi ku yakin uni tetap seperti dulu bahkan lebih baik dari ku bayangkan. Ya Rabbi pertemukan di suatu tempat yang tak pernah terpikirkan karena begitu banyak hal yang ku cerita dan ungkapkan secara satu persatu. Semoga dengan pertemuan nanti uni kita tidak berubah (ada jarak) dan rasa sukaam. Yang ingin ku dengar cerita dari uni yakni “apakah uni telah dikhitbah orang atau jangan-jangan hmmmmm”….semoga apa yang terpikir dilogika ku telah terjadi dan realisasi ya uni….

Terakhir terimakasih uni atas taujih, perhatian, dan cinta ukhuwahnya tak akan pernah terlupakan bahkan terbawa oleh angin kemana-mana mengikut pusaran awan karena taujih itu telah ku bungkus dengan cinta dan keimanan yang begitu suci di sanubari.

Untuk sebuah nama yang tak mampu ku hapus di dalam qolbu ku…

Uni Trisna Agus….love…and love.

PROGRAM ORANG TUA UNTUK ANAK


Suatu kebahagian orang tua jika memberi dan mendidik anak dengan nafas islam mulai hal yang terkecil hingga yang luar biasa. Serta menciptakan suasana kehidupan hari-hari orang tua bisa dijalanin bersama anak anak untuk Allah dan bersama Allah dengan tidak menyia-yiakan waktu kecuali waktu yang bermanfaat. Sehingga membangkitkan nilai keimanan dan ketakwaan keluarga dan anak serta hal tersebut dapat membantu keluarga.

Berikut ini adalah contoh program orang tua untuk anak selama liburan atau bisa diaplikasikan setiap hari jika memungkinkan:

  1. Bangun tidur 30 meni sebelum shubuh
  2. Shalat shubuh dimesjid
  3. Membaca zikir subuh dijala atau di depan rumah
  4. Berlari-lari kecil dan senam di lapangan atau dijalan
  5. Makan pagi di rumah
  6. Membantu ibu membersihkan rumah, mencuci alat-alat dapur dan pakaian
  7. Membaca satu juz al-quran dengan bacaan yang baik
  8. Shalat dhuha
  9. Melakukan cerdas cermat bersama anak-anak

10.  Menghapal hadist dan kita Arba’in atau Riyadhus Shalihin

11.  Membaca tahlil 100 kali  “La ilah illa Allah”

12.  Membaca tasbih dan tahmid 100 kali “ Subhana Ilah wa Bihamdhi”

13.  Membaca istiqfar 100 kali “Astafirullah”

14.  Membaca shalawat Nabi 100 kali “Allahumma Shalli ala Muhammad.”

15.  Shalat zhuhur

16.  Tidur

17.  Bangun tidur sebelum shalat ashar

18.  Makan siang

19.  Shalat ashar

20.  Berkunjung ke rumah Ustadz (guru agama) atau mendatangkannya ke rumah kita, untuk mengajak anak-anak membicarakan tentang agama

21.  Membaca dzikir sore hari, 30 menit sebut datang waktu magrib di kebun, halaman rumah atau dekat rumah

22.  Shalat magrib

23.  Membaca satu jus dari al-quran

24.  Shalat isya

25.  Makan malam

26.  Tidur

Dengan ada program atau agenda anak dan keluarga maka memberi Nampak yang luar biasa pada orang tua dan anak serta mendekati rasa cinta sesame anggota keluarga. Tapi orang tua juga dapat mengganti program diatas atau menambah list kegiataan harian  seperti silaturahmi, mengunjungi orang sakit atau tetangga sekitar dan bakti social. Yang terpenting menjadikan kehidupan dalam suasana islami minimal sekali dalam sebulan atau setiap minggu dilaksanakan.

CINTA



Cinta memang tak dapat dihindari dari kehidupan sekarang mau seterusnya karena memang manusia membutuhkan cinta (sesasama maupun Rabbi) hanya dengan cinta ini akan terasa indah dan damai. Kita juga pernah membaca dan mendengar cerita tentang  kisah cinta yang di kenang sepanjang zaman maupun telah dinovelkan. Cinta merupakan wujud kelembutan hati terhadap lingkungan sekitar serta cinta adalah kebutuhan bagi setiap manusia kenapa? Karena dengan cinta bumi yang di injak, mata yang terpancar, tangan yang mengerak, jiwa yang merasa, dan otak yang berpikir akan merasa percikan aura cinta.

Seperti itu pula yang dirasakan saat-saat perpisahan dengan seorang hamba Rabbi cinta itu bertumpuk di hulu hati tetapi begitu rumit untuk diungkapkan dengan kosakata maupun aksioma rasa. Cinta memang adalah sebuah titik rasa yang tumbuh dalam jiwa, mata dan pikiran. Cinta adalah sebuah kenyamaan dan dakdikduk saat  tak ketemu bahkan ketemu sang cinta.

Cinta merupakan wujud kebersamaan dimana di atas bumi kita tidak bisa hidup dengan sendirinya makanya kita membutuhkan orang lain sebagai teman, saudara, keluarga maupun sahabat sejati yang menemani disisi kita jika sedih, bahagia dan terburuk.

Cinta adalah anugrah mahakuasa yang disematkan dihati manusia agar mengetehui bahwa apapun yang telah diciptakan dan terlahir didunia ini adalah atas nama cinta. Terkadang cinta juga sering menyakitkan bahkan membawa melapateka, ini dikarenakan seorang pencinta belum siap dengan kehadiran cinta. Jika kita telah mempersiapkan kehadiran cinta dengan akal dan tindakan mungkin cinta yang hadir adalah suatu parfum kehidupan dalam membatasi kebusukkan yang hadir.

Cinta yang hadir dalam kehidupan tak pernah kenal dengan waktu, siapa, bagaimana dan usia. Cinta adalah kesejukkan seperti air wudhu yang memberi kedamaian dan cinta ibarat mentari pagi yang siap menghangat, memberi kecahayaan pada sang pemuja cinta.

METODE MENDIDIK ANAK DALAM KANDUNGAN



Mendidik anak dalam kandungan merupakan suatu pekerjaan besar yang membutuhkan motivasi yang kuat, pemikaran, ketelatenan, pengorbanan, kesungguhan, kesabaran dan keikhlasan yang nyata dari pendidikanya yaitu orang tua. Karena mendidik anak dalam kandungan sungguh berbeda dengan mendidik anak yang sudah lahir atau sudah memasuki sekolah formal di mana metode dan langkah-langkah mendidiknya sudah banyak diketehui dan berkembanga serta diaplikasikan dengan baik.

Mendidik anak dalam kandungan bukan berarti mendidik anak tersebut agar pandai terhadap apa yang diajarkan anak tersebut pandai terhadap apa yang diajarkan oleh orang tuanya. Melainkan sekedar memberikan stimulus yang diproses secara edukatif kepada anak dalam kandungan melalui ibunya.

Berikut ini beberapa metode mendidik anak dalam kandungan yang sudah diaplikasi dalam tatanan budaya, kaum muslimin dan mukminin masa lampau. Dan hasil yang diperoleh dari praktik pendidikan mereka cukup menggembirakan antara lain sebagai berikut:

  1. Metode doa, merupakan instrument yang sangat mampu untuk mengantarkan kesuksesaan sebuah perbuataan. Hal ini dikarenakan segala sesuatu upaya pada akhirnya hanya Allahlah yang berhak menentukan hasilnya. Dengan doa seseorang tidak saja akan termotivasi dan memiliki harapan yang pasti dan melakukan aktivitas-aktivitas yang baik.
  2. Metode ibadah, segala bentuk ibadah wajib dan sunnah dan lainnya dapat dijadikan metode untuk mendidik anak dalam kandungan. Besar sekali pengaruh yang dilakukan ibu dengan melakukan metode-metode ibadah ini bagi anak dalam kandungnya, selain melatih kebiasaan-kebiasaan aplikasi kegiatan ibadah, juga akan menguatkan mental, spiritual dan keimanan anak setelah nanti lahir, tumbuh dan berkembang dewasa. Menerapkan metode ini tidak terlalu sulit, hanya saja si ibu harus lebih kreatif, inovatif, dan sungguh-sungguh rela mengikutsertakan segala aktivitas ibadanya dan anak dalam kandungannya secara bersama-sama, dengan suatu teknik kombinasi yang merangkaikan antara ucapan, sensasi dan perbuataan konkret si ibu. Ada tiga tahapan, antara lain sebagai berikut:

–          Pada priode pembentukkan zigot yaitu melakukan shalat hajat dan zikir serta dihubungkan dengan doa-doa tertentu.

–          Pada priode pembentukan embrio, yaitu sama dengan tahapan pertama

–          Pada priode fetus, periode inilah yang lebih konkret.

  1. Metode membaca dan menghapal disini mengajak janin dalam kandungan  dimana awal permula mengajak janin mengenal informasi dunia luar sambil memeggang perut atau kandungan.
  2. Metode zikir aktivitas sadar pada setiap waktu atau sewaktu-waktu.  Oleh karena itu seoran g ibu (muslimah) sebaiknya memasukkan kegiataan ini dalam agenda program pendidikan anak dalam kandungannya.
  3. Metode instruktif tidak hanya saja menyuruh menginsturksi anak dalam kandungan melakukan aktivitas sebagaimana yang diserukan, tetapi juga untuk memberi instruksi kepada bayi melakukan kreatif dan mandiri. Metode ini sangat bagus sekali terutama memberikan tekanan pada anak dalam kandungan untuk lebih aktif dan kreatif, bahkan mampu melakukan tindakan-tindakan instruktif.
  4. Metode dialog disebut sebagai metode interaktif antara anak dalam kandungan dan orang-orang diluar rahim, seperti ibu, ayah dan saudara-saudara bayi atau keluarga lainnya.  Metode ini sangat bermanfaat sekali lagi sang bayi karena selain dapat berinteraksi dan berkomunikasi dengan baik saling mengenal dengan mereka yang ada diluar rahim. Jauh lebih dari itu, sang bayi akan tumbuh dan berkembang akan menjadi anak yang penuh percaya diri dan merasakan pertalian rasa cinta, kasih dan sayang dengan mereka.
  5. Metode aktivitas bersama menekanan pada kegiataan yang mengajak anak dalam kandungan sesuai dengan kata-kata yang dikondisikan dengan kegiataan alamiah ibunya, kemudian secara bersama-sama (ibu dan bayi pralahir) melakukan perubataan yang dilakukan ibunya seperti amal shaleh, ibadah-ibadah atau aktivitas lainnya. Tentun saja ucapandan ajakan tersebut bukan hal sia-sia melainkan lebih bersifat edukatif, bernuansa orientatif lingkungan yang baik dan bermanfaat serta menguatkan sendi-sendi tauhidiyah dan syari’yah seperti ajakan shalat, wudhu, bersedekah, silaturahmi dan lain-lain
  6. Metode bermain dan bernyanyi, ketika anak dalam kandungan mulai menendang perut atau berputar-putar di sekitar perut, maka si ibu hendaknya menyambut dengan kata-kata yang manis penuh kasih sayang.  Misalnya “adik sayang, ada apa nak? Mari bermain-main dengan ibu” sambil ibu menepuk perut atau membalas tepat disekitar tendangan bayi tersebut, sambil katakana sesuatu perkataan manis atau paling tidak bahasa tertawa, tersenyum, riang dan bahagia. Kemudia ditepuk atau tekan lagi dengan lambut perut ibu dengan satu tangan di tempat bayi menendang, kemudian tepuk sebentar hingga ia balik menendang. Lakukan beberapa kali hingga ia berhenti menendang perut si ibu. Kemudian si ibu hendaklah mengakhiri permainan ini dengna memberikan alunan suara merdu, berupa lagu-lagu indah, syair-syair yang bernuasa riang-gembira hingga si bayi betul-betul tertidur atau tidak menendang lagi.

Semoga dengan metode yang telah diuraikan diatas maka kita telah mengetahui bagaimana mendidik janin, apalagi ibu mudah yang baru pertama mengalami hamil pasti akan kebingungan harus bagaimana mendidik janin. Dari metode diatas hanya basic atau panduan utama seandainya ada hal lain (metode tambahan) yang baik untuk janin juga bisa kita aplikasi dan lakukan. sehingga dengan mengaplikasi metode diatas mudah-mudahan kita melahirkan anak sholeh, kreatif, cerdas. Amin.

Alasan spiritual kenapa harus menikah


Kaitan zikir dengan pernikahan sangat memberikan Nampak yang begitu sinergi dalam tatanan berkeluarga baik efek atau dampak dunia maupun akhirat. Tahu bahwa tujuan pernikahan adalah meraih sakinah wamadah waramah dari sangmaha menyatu dua hati yang berbeda dalam membentuk keluarga penuh nuansa islamiah. Maka diperlukan banyak berzikir sehingga tujuan pernikahan dapat meraih keberkahaan. Serta menifestasi dari zikir memiliki banyak mengandung manfaat dan kepentingan dan kebutuhan manusia. Berikut ada beberap alasan spiritual antara lain:

  1. Latar belakang utama mengapa seorang mukmin menikah adalah: karena ia taat kepada Allah swt. Rasa cintanya seorang mukmun kepada Allah itu dibuktikan dengan taatnya kepada-Nya, di antaranya dengan menikah. Dengan demikian kalau tidak taat, tidak mungkin ia mau memilih untuk menikah. Cirri khas seorang mukmin itu adalah cinta, kemudian taat. Taat itulah pintu kemulian. Seorang mukmin itu menikah bukan asal menikah, tetapi didasarkan kepada cintanya kepada Allah swt. Kemudian dibuktikan dengan memilih wanita atau pria yang juga mencintai Allah. Cintanya kepada pasangannya itu nomor, dua, karena yang pertama ia terlebih dulu cinta kepada Allah baru yang kedua ia memilih saling mencintai.

Latar belakang cinta dari cinta adalah ia taat kepada Allah. Jelaslah bahwa menikah bukanlah semata-mata kerena status social, naluri dasar (basic instinct) atau agar biar dianggap manusia yang normal.  Jika seorang mukmin ditanya kenapa menikah? Maka ia dengan tegas menjawab “karena aku cinta kepada Allah dan karena aku taat kepada-Nya”.

  1. Latar belakang mengapa seorang mukmin menikah adalah; karena menikah adalah pintu kesucian. Orang mukmin itu harus senang yang suci, karena Allah Maha suci.

Demikian hal dengan menikah. Nikah adalah pintu kesucian untuk mendekatkan diri kepada yang maha suci. Mengapa menikah?  Karena nikah itu suci, itulah sebabnya mengapa kita memilih menikah. Ketika kita menikah, maka harus didasarkan kepada niat yang suci, kerana tujuannya untuk kesucian diri. Hal itu kita lakukan maka Allah akan mensucikan dosa-dosanya. Alangkah beruntungnya bagi mereka yang menikah. Dengan begitu berarti mereka sudah meraih ampunan dosa dan akan mendapat ganjaran yang tidak terhingga.

  1. Latar belakang utama mengapa seorang mukmin menikah adalah : karena menikah merupakan pintu kesucian horizontal. Suci untuk melakukan hubungannya (hubungan intim dengan sesame pasangan), bahkan mensucikan perbedaan-bedaan sifat dan sikap. Akhirnya muncul kesama demi kesaman dan suci dari sifat “tercela”. Oleh karena itu dengan menikah akan menjadi kita terpuji dan mulia. Dalam Al-quran  disebutkan bahwa Allah swt, memuji-muji orang yang menikah dan orang yang menjaga kemaluan dirinya. Bahkan Allah menjanjikan surge firdaus bagi mereka.
  2. Latar belakang utama mengapa seorang mukmin menikah adalah: karena menikah membuat suci mata dan suci kemaluan. Karena suci, mata menjadi indah memandang, kemaluan akan terjaga dan akhirnya akan meraih kehormatan.
  3. Latar belakang mengapa seorang mukmin menikah adalah: karena menikah itu halal. Cirri khas orang-orang yang beriman adalah sangat menyenangi yang halal. Bahakna mengistimewakan hal-hal yang halal. Menikah adalah halal. Sedangkan halal adalah pintu keridahaan Allahm Mengapa menikah? Jawabannya ya, karena halal. Dengan melakukan hal-hal yang dihalalkan, maka Allah akan Ridha.
  4. Latar belakang utama mengapa seorang mukmin menikah adalah: karena menikah itu halal, dan halal adalah pintu nikmat. Cirri khas orang beriman adalah senang yang halal. Ternyata sesuatu yang adalah nikmat. Bahagia sekali, sesuatu yang nikmat itu tidak diharamkan, tetapi malah dianjurkan untuk meraihnya. Dan itulah yang disebutkan menikah. Ia adalah nikmat yang halal,nikaat yang nyama untuk dinikmati. Tetapi juga ia adalah halal yang nikmat, halal yang mudah dan nyaman untuk dinikmati.

Dari uraian yang telah dibahas diatas dapat disimpulkan bahwa. Pertama, menikah adalah perintah Allah. Oleh Karena itu, jika kita menikah maka akan meraih kemuliaan. Dalam sebuah riwayat disebutkan: ‘sesungguhnya kalian telah meraih separuh dari nilai agama. Maka tugasmu setelah menikah adalah jagalah separuhnya lagi’. Beruntung sekali bagi mereka yang menikah. Kerena mereka berarti telah meraih kemuliaan seperuh dari agama. Dengan demikian, tentunya kita harus banyak bersyukur kepada Allah swt. Kedua, annikaahu baabus shafwah (menikah adalah pintu kesucian). Allah akan mensucikan orang-orang yang menikah hanya karena-Nya. Kemudian setelah itu, meraka diampuni dosa-dosa yang telah lampau, lalu mendapat ganjarannya tidak terhingga sebagaimana telah disebutkan dalam Al-Quran : laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampuanan dan pahala yang besar. (QS.Al-Ahzab (33):35).

Menikah adalah salah satu jalan menuju kesucian, yakni terjaganya kehormatan dan kemulian kita. Dengan menikah maka kita akan menjadi suci mata, kemaluan, social dan suci dari berbagai macam penyakit yang mengerikan. Ketiga, menikah adalah pintu halal dengan demikian Allah akan menghalalkan , kerena kalimat-kalimat Allah diucapkan ketika ijab qabul atau saat menikah. Oleh karena itu, Allah akan ridha kepada orang yang melakukan hal-hal yang halal. Dan para mukmin tentun hanya mencari yang halal, kerana ia tahu bahwa halal itu adalah pintu keridahaan Allah swt.

Kemudian sulit rasanya untuk mencapai ketenangan dan kedamaian hidup, kecuali dengna menikah. Ada sesuatu yang kurang kalau belum menikah. Sekinah tidak bisa kita raih, kecuali harus melalui menikah. Jika menikah sudah kita lakukan, baru kita dapat meraih sakinah itu. Ada empat kunci penting dari sakinah itu. (1) cinta kepada Allah swt, (2) saling mencintai (yaitu saling mencintai di antara pasangan suami isteri dan juga di antara anggota keluarga lainnya), (3) mawaddah yaitu saling memuaskan dalam hubungan biologis, dan (4) saling kasih sayang.

Selanjutnya dalam surah Yasin ayat 56 disebutkan bahwa “mereka dan pasangannya akan Allah masukkan ke dalam surge di atas dipan-dipan yang indah” jadi nikah adalah salah syarat untuk masuk surga. 

KESALAHAN-KESALAH SAAT MENYAMBUT KELAHIRAN BAYI



Islam membuat sejumalah acara penyambutan kelahiran bayi tanpa meninggalkan sesuatu yang ketarangannya diperlukan manusia. Tapi banyak kaum muslimin yang tidak berusaha mempelajari hukum-hukum syar’I secara umum dan etika menyambut kelahiran bayi secara khusus. Karena itu, banyak terjadi kesalahan saat-saat kelaharinnya bayi hadir dimuka bumi bahkan penyimpangan serta menggantikan syari’-syari dengan etika selain agama islam.

Maka berikut ini hal-hal yang membuat penyambutan kelahiran bayi terjadi penyimpangan antar lain sebagai berikut:

  1. Menulis ayat-ayat Al-quran untuk memudahkan proses persalinan
  2. Hanya gembira dengan kelahiran Anak laki-laki dan tidak gembira dengan Kelahiran Anak Perempuan.
  3. Memberi ucapan selamat dengan kalimat pendek
  4. Membaca Al-quran di telinga Bayi sebagai ganti adzan
  5. Mencari keberkahaan air liur orang-orang shalih saat mentahnik bayi
  6. Memberi nama bayi dengan nama orang-orang popular yang Nyeleneh
  7. Mencari keberkahaan dengan Muhammad dan mempercayainya
  8. Tidak menyediakan Aqiqah padahal mampu
  9. Tidak konsisten dengan jumlah aqiqah (kambing) yang telah ditentukan.

10.  Menunda khitan hingga anak mencapai usia akil baligh dan mengkhitan anak di depan manusia

11.  Ulang tahun anak.

Semoga dengan kita mengetahui apa saja kesalahan-kesalahan dalam penyambutan kelahiran si bayi insyallah akan jauh dari penyimpangan ajaran islam. Oleh karena itu maka si bayi akan memperoleh keberkahaan dan hidayah selama nafas berhembus. Amin.

%d bloggers like this: