SAKIT DI RANTAU URANG

Tidak ada satupun orang ingin sakit, kenapa? mungkin beribu-ribu alasan tak ingin merasa sakit apalagi sakit hati hehee…. Terkadang sakit juga membawa berkah dan rizki buat yang lagi merasakan (mang iya, masak sichh ^_^hehhee ya udh klw gak percaya) serta dengan sakit pula membuat orang berpikir dan mensyukuri begitu nikmat hidup sehat dan senyum. Tapi tak ada satu orang pun bisa  menolak karena semua telah ketetapan sang Illahi dalam menjalani scenario Nya seandai bisa nego  “tentang sakit” mungkin diatas bumi semua pada sehat walfiat, rumah sakit pada kosong tak ada penghuninya “pasien”, dan dokter tak berfungsi sebagai ahli medis.

Sakit itu datang lagi menghampiri walaupun tidak sampai berbulan seperti beberapa tahun yang silam pernah merasakan sakit seperti ini, bersyukur Rabbi menegur lewat sakit seandainya tidak ditegur melalui sakit tak akan pernah sadar begitu mahal dan indah kesehatan, begitu agungnya pribadi yang kuat dan tangguh. Dimana hampir mengsepelekan kesehatan gara-gara bergadang larut malam, tak tidur semalam tanpa tujuan yang jelas dan menjaga makan yang tak beraturan serta tak mengkonsumsi vitamin sebagi suplmen penguat otot dan pikiran dalam menggerakkan sendi-sendi dinamis kreatifitas. Semua habbit terhenti sejenak walapun Discard sesaat merasa begitu sedih dan sedih apalagi sakit dirantau uhang duuuuuuh bikin tambah sembilu deccchhh hati (seakan-seakan tertusuk duri durian hehheee…lebai pisan euyyy) habis apa yang diinginkan gak ada bantuin kalau minta tolong teman begitu segan dan berat mulut untuk mengatakan minta tolong seakan-akan menyuruh (duuuuhh sedih…seandainya sakit dirumah enak, siapa bilang? sakit gak ada yang enak hahaa….) tapi apa boleh buat bahagia, sedih, dan sakit harus dijalanin dengan ikhlas, jangan hanya ketika gembira “happy fun” hidup dijalanin dengan ikhlas tapi setiap moment harus disambut dengan ikhlas dan senyum. Jika setiap detik, jam, hari-hari disambut dan ditunggu dengan ikhlas sungguh betapa indahnya dunia yang dirasa dan begitu luar biasanya nikmat Rabbi yang dikaruniakan.

Sakit sepekan membuat harus istiharat total disini berjuang dan bertarung untuk sembuh dan sembuh dari sakit walaupun butuh beberapa minggu untuk pulih secara normal tak pernah berhenti untuk terus ikhtiar agar cepat dan berdiri dari kasur yang membuat berangan-angan serta malas berbuat apa-apa. Sungguh luar biasa bertarung dan bergulatan jiwa dengan sakit, dimana disini harus bertarung untuk melawan sebotol sirup dimana selama sakit tidak suka dengan sirup untuk minum sesendok sirup perlu beberapa trik, cara agar sirup bisa ketelan lebih baik  dikasih pil-pil seukuran apapun bakal dilahap kayak lalapan (yang benar aje hehee…) dan disuntik beberapa kali asal jangan namanya “sirup” nyerah dan angkat tangan, aneh juga kok bisa gak suka sirup!!! mungkin sejak kecil saat sakit tak pernah dikasih sirup atau….gak tahulah?? Namun dipaksa walaupun butuh waktu beberapa menit untuk menyatap sirup tersebut karena tak ingin sakit ini berlarut-larut seperti dahulu kalanya apalagi sakit dirantau orang. Alhamdullah dan bersyukur dengan sakit dikampung orang sungguh diuji sejauh mana kesabaran menghadapi sakit, sejauh mana kedewasaan ini, sejauh mana ikhtiar menghadapi sakit, dan sejauh mana bisa mensyukuri karunia Rabbi. Karena ini adalah  pertama kali sakit dikampung orang sejak jauh dari keluarga tercinta karena Allah Swt, jangan sampai terulang lagi jika boleh memilih namun jika itu telah ditetapkan Rabbi untuk merasakan sakit dikampung orang apa boleh buat harus diterima bagaimanapun keadaannya.

Begitu banyak hikmah saat merasa sakit dirantau orang antara lain

  1. Jangan pernah mensepele atau cuek dengan teman/tetangga yang lagi sakit, kenapa karena jika suatu saat giliran kita sakit ada yang menolong dan mengulurkan tangan pertolongan dan alhamdullah sejenak sakit banyak uluran tangan teman walaupun hanya menanya itu sungguh sangat berarti apalagi ditemanin subhanallah nikmat yang luar biasa. Sungguh hidup ini saling mengisi, saling berbagi dan melengkapi tak akan bermakna hidup jika tak saling menutupi satu sama lain (menolong).
  2. Kesabaran disini sangat diuji dimana selama ini “kita bilang koe orang sabar dan tabah” apa iya? saat kita diuji dengan sakit apakah sabar atau malah mengeluh kenapa ya kok sakit sebentar lagi ujian atau apalah nama kegiataannya dan apalagi dikampung orang. Seandainya masih ngomong seperti itu berarti belum sabar secara kaffah (total) saat sakit ini mengukur statistic kesabaran kita sudah mencapai one hundred percent (100%) atau sangat jauh dari itu. Semakin sering melanda sakit semakin terasah kesabaran dan semakin bisa mensyukuri nikmatNYa.
  3. Saat dirundung sakit atau demam, saatnya kita merenung (muhasabbah) tentang diri kita apa yang kita berbuat life forever selalu mentabur kebaikan atau dosa, kehadiran kita memberi manfaat khususnya orang tercinta (keluarga) dan lingkungan sekitar atau sebaliknya malah hadirnya kita membuat bummerang na’uzubilamin zaliq. Sungguh saat sakit times perenungan paling sacral kenapa? Karena saat itu kita merasa lemah dan tak berdaya dihadapin sangkhalik sehingga begitu mudah untuk menetes air mata kesucian. Kalau gak percaya coba aja kalau belum berhasil coba sekali lagi hehhee….garing banget
  4. Berusaha sendiri tanpa bantuan berarti dari lingkungan sekitar, dimana saat sakit memang niat atau egois kita untuk sehat harus ditanam apalagi sakit diidapi kronis jangan pernah menyerah karena setiap usaha pasti akan membuahkan hasil walaupun tak seperti diingikan. Sedangkan Orang hanya bisa ngomong cepat sehat dan bisa menolong lewat doa karena memang hanya bisa lakukan seperti itu. Memang setiap apapun kita peroleh dan inginkan tidak ada diperoleh secara instant (memant mie instant ya hhehee…) perlu pengorbanan luar biasa tidak ada kesuksesaan diraih secara hura-hura semua digapai dengan kegigihan (usaha).
  5. Hikmah paling berkesan dari sakit ini adalah akhirnya bertahun-tahun tak mau namanya “sirup” akhirnya finally “bisa menerima kehadiran sirup hahaaa…”. Jadi teringat kata-kata pepetah apa yang tak diinginkan dan ditakutin harus ditaklukkan karena ketakutan hanya hilu sinasih atau bayang-bayangan sesaat.  Maka untuk kedepannya tidak ada kata takut dan tak ingin menghadapi permasalahan jika itu positif dan baik, kenapa takut? jika niat kita baik insyallah Rabbi selalu menyertai hambaNya.

Walaupun sudah pulih dari sakit tapi belum bisa seperti awalnya perlu waktu pemulih secara perlahan-lahan, makanan yang dikonsumsi harus bervitamin dan berkalori untuk meningkat daya tahan otot, setiap hari harus drink juice untuk menambah serat dan sebagainya. Repot juga dengan menu makan harus diatur biasakan anak kosan makan apa adanya “heheehee” tapi semua dijalanin keep smile ukhti demi satu kata sehat dan sehat, rela ribet dengan pola dan menu makanan. Rabbi sangat mencintai hambanya yang kuat karena dengan pribadi yang kuat bisa menjalankan syariatNya, mengsyiar nilai-nilai islam walaupun satu ayat dan dengan jiwa yang kuat akan dijauh dari godaan setan serta sekutunya.

Endingnya hanya mengatakan selamat tinggal sakit, sorry koe tinggal dan lempar dikau sakit kelaut jangan pernah hadir dan datang lagi dalam kehidupan koe. Memang penyakit orang apa? kok sampai bilang selamat tinggal hahaha…..byeeeebyeeee sakiiitttttt

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: