Dimensi pelabuhan hati

Entah dengan siapa

Hati ini akan berlabuh

Sungguh tak sanggup memecahkan dengan sains

Terlalu rumit untuk membuka aura ini

Entah dengan siapa

Jiwa ini bersandar

Begitu dini untuk melumpuh mimpi itu

Pada makhluk yang memiliki cinta dan perasaan

Entah sampai kapan mata ini

Tak memandang tiga dimensi oase

Demi menjajaki rupa-rupa mempesona

Entah kapan kesunyian ini

Tersulap menjadi keramaian yang bersorak-sorak

Dimana disana ada aku dan dia

Dalam mengukir cinta

Sungguh tak bisa melepuh ini

Biarlah benteran dan labirin

Menjelma dan metafora menjadi tetrologi

Oleh: Testiani_makmur@yahoo.co.id

Belajar sesuatu dengan cinta, ikhlas dan sabar

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: