Judul Peranan Perpustakaan dalam Meningkatkan Minat Baca

MODUL 9
Teori-teori belajar Behavioristik yang masih tampak dalam aplikasi ilmu sosial komunikasi, informasi dan perpustakaan

PENDAHULUAN
Dalam era pembangunan dewasa ini, peranan SDM semakin penting oleh karena itu SDM perlu dikembangkan dan ditingkatkan mutunya. Salah satu cara untuk meningkatkan SDM adalah minat baca yang membudaya, karena menyerap berbagai jenis bahan bacaan bermutu sehingga dapat menambah pengetahuan serta menambah wawasan. Dengan membaca diharapkan pola pikir masyarakat dapat berkembang, sehingga mampu mewujudkan SDM yang handal dan bersaing dalam dunia internasional.
Minat baca bukanlah bakat yang dimiliki seseorang sejak lahir, tetapi merupakan hasil dari didikan yang terus menerus. Minat baca seseorang berpengaruh terhadap akumulasi pengetahuan seseorang. Dimasa sekarang ini mereka yang memiliki informasi lebih banyak tentu akan lebih berkualitas pengetahuannya dibandingkan dengan mereka yang sedikit pengetahuannya.
Salah satu alternatif dalam peningkatan minat baca masyarakat adalah adanya peranan perpustakaan. Perpustakan adalah salah satu lembaga pendidikan yang berlangsung diluar sistem persekolahan, kehadiran perpustakaan yang merupakan lembaga yang secara ekonomis, efisien, dan demografis dapat melayani kebutuhan masyarakat akan pengetahuan.
Perpustakaan dikembangkan sebagai sarana pendidikan formal dan lembaga pendidikan non formal dalam sistem pendidikan yang berkesinambungan, belajar, bersikap ilmiah, kreatif, dan inofatif. Bagi masyarakat yang ingin maju dan berpengetahuan sesuai dengan tuntutan zaman adalah gemar membaca.
Perpustakaan dapat menghidupkan dan memelihara minat baca dan belajar sendiri serta dapat membantu keberhasilan program pembangunan fisik dan non fisik. Sebuah perpustakaan harus senantiasa berusaha untuk menarik dan meningkatkan kemampuan dan minat baca pengguna melalui program kegiatannya, yaitu menyediakan informasi yang dibutuhkan pengguna, peningkatan mutu dan kwalitas layanan.
Masalah minat baca merupakan faktor penting dalam penyusunan program kerja perpustakaan. Minat baca merupakan kunci utama dalam menggalakkan media buku sebagai sarana penyebarluasan informasi serta ilmu pengetahuan. Informasi sangat penting bagi manusia yang ingin maju, karena itu membaca sebagai salah satu cara untuk mendapatkan informasi. Buku merupakan salah satu dari koleksi perpustakaan yang diharapkan mampu menarik minat baca, hal itu disebabkan buku merupakan sumber informasi dan ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, membaca merupakan unsur yang sangat menentukan dalam usaha meningkatkan pengetahuan dan pendidikan, maka perpustakaan memperoleh pula fungsi sebagai sarana komunikasi untuk pendidikan.
Kurangnya minat baca masyarakat umum maupun kalangan pelajar atau mahasiswa bisa disebabkan oleh beberapa faktor seperti: tidak punya waktu untuk membaca/berkunjung ke perpustakaan, kurang tertarik ke perpustakaan dikarenakan mutu koleksinya yang kurang memadai, ketidaktahuan tentang koleksi perpustakaan, pelayanan yang kurang baik, sulit menggunakan jasa perpustakaan, atau situasi dan kondisinya yang kurang menyenangkan. Untuk menunjang agar minat baca meningkat perlu dilakukan berbagai kebijakan dalam pengelolaan sebuah perpustakaan. Berdasarkan hal tersebut diperlukan adanya suatu usaha yang lebih aktif dari perpustakaan, dalam hal ini usaha penyebarluasan informasi yang sifatnya lebih aktif.
Semua orang sangat membutuhkan berbagai macam informasi. Salah satu upaya mencari informasi untuk memenuhi kebutuhannya adalah dengan membaca dan menelusuri berbagai bahan bacaan yang banyak kaitannya dengan kebutuhannya. Seseorang dapat memperoleh berbagai informasi atau penjelasan dengan membaca. Aktifitas membaca menjadikan intelektual seseorang terus berkembang, pengetahuan bertambah dan wawasan menjadi semakin luas. Hal ini disebabkan dari kegiatan membaca akan didapat informasi baru, pengetahuan baru, dan menumbuhkan cara berfikir kritis. Banyak informasi yang didapat atau dimanfaatkan yang berasal dari bacaan. Dalam upaya meningkatkan minat baca, kehadiran perpustakaan sangatlah penting dengan adanya koleksi yang memadai, ditata dan dikelola oleh pengelola yang professional. Minat baca masyarakat sangat penting untuk untuk kemajuan sebuah perpustakaan, karena dengan minat baca masyarakat yang tinggi perpustakaan akan menjadi mitra pengguna serta mendayagunakan perpustakaan secara maksimal. Jadi perpustakaan harus dituntut untuk bisa menimbulkan minat baca masyarakat, sehingga akan menimbulkan rasa saling membutuhkan.

PEMBAHASAN

Minat Baca
Minat baca merupakan perpaduan antara keinginan, kemauan dan motivasi. Motivasi membaca mengandung pengertian kekuatan dalam diri yang mampu menarik perhatian individu untuk melakukan aktifitas, memahami informasi dan makna yang terkandung dalam dalam bahasa tertulis. Secara umum yang dimaksud dengan minat baca dapat dikaitkan sebagai dorongan yang timbul, gairah atau keinginan yang besar pada diri manusia yang menyebabkan seseorang menaruh perhatian pada kegiatan membaca. Seperti yang kita ketahui, membaca merupakan salah satu upaya yang sangat penting dalam proses belajar-mengajar. Selain itu minat baca juga merupakan hasil proses sosial budaya. Artinya, minat baca tidak akan tumbuh secara alami, melainkan memerlukan pembinaan yang positif agar dapat tumbuh. Minat baca akan tumbuh bila didukung dengan bahan-bahan bacaan yang memadai dan diminati oleh pembacanya. Sebab dari bahan bacaan itulah seseorang akan menjumpai berbagai hal yang belum pernah diketahui sebelumnya.
Pada hakikatnya, minat baca telah dimiliki oleh setiap individu akibat dorongan naluri serba ingin tahu dari setiap individu. Rasa ingin tahu tersebut mendorong manusia untuk menemukan jawaban atas pertanyan-pertanyaannya. Karena itu, pustakawan harus jeli memanfaatkan segala potensi itu, dan harus mampu pula mengarahkan dan memberi bimbingan kepada pengguna perpustakaan yang ingin memanfaatkan fasilitas perpustakaan.

Layana Perpustakaan
Perpustakaan sebenarnya identik dengan pelayanan, tidak ada perpustakaan jika tidak ada pelayanan. Pelayanan berarti kesibukan, maksudnya bahan-bahan pustaka harus sewaktu-waktu tersedia bagi mereka yang memerlukannya. Bidang layanan perpustakaan mendapat tantangan dari masyarakat pengguna yang berharap dapat memperoleh layanan yang baik, yaitu cepat, tepat waktu, dan benar.
Layanan perpustakaan yaitu memberikan bantuan kepada pembaca untuk memperoleh bahan pustaka sesuai minat dan perhatian mereka (Karmidi Martoatmojo 1993 : 3). Sedangkan fungsi layanan perpustakaan adalah mempertemukan pembaca dengan bahan pustaka yang mereka minati (Karmidi Martoatmojo 1993 : 6). Fungsi layanan perpustakaan tidak boleh menyimpang dari tujuan perpustakaan itu sendiri, perpustakaan harus dapat memberikan informasi kepada pembaca. Fungsi perpustakaan yang lain adalah mengembangkan pendidikan. Para pembaca diharapkan dapat memanfaatkan bahan-bahan pustaka yang tersedia, baik fisik maupun non-fisik.
Tujuan perpustakaan memberikan pelayanan kepada para pembaca ialah agar bahan pustaka yang telah dikumpulkan dapat diolah sebaik-baiknya itu dapat sampai ke tangan pembaca. Bahan-bahan pustaka yang dikumpulkan itu terutama dimaksudkan agar dapat dipakai oleh pembaca. Tujuan dari layanan itu sendiri adalah memuaskan peminatnya. Paling sedikit perpustakaan harus berusaha sebaik-baiknya untuk menyediakan semua koleksinya kepada mereka yang berminat untuk menggunakannya. Caranya ialah dengan jalan mengatur koleksi sebaik-baiknya, sehingga dapat dengan cepat ditemukan kembali jika sewaktu-waktu diperlukan.
Upaya untuk meningkatkan mutu layanan perpustakaan tidak boleh dipisahkan dengan kegiatan pustakawan sehari-hari. Upaya yang dapat dikerjakan antara lain:
• Sikap ramah dan penampilan pustakawan yang baik dalam memberikan layanan kepada pembaca menentukan berhasil atau tidaknya pekerjaan. Melalui penampilan yang ramah, siap untuk memberikan bantuannya, pustakawan dapat menggaet pembaca sebanyak mungkin. Pendekatan yang baik dapat meningkatkan mutu pelayanan perpustakaan.
• Menyediakan brosur tentang kegiatan yang ada diperpustakaan. Brosur memiliki kemampuan yang luar biasa dalam meningkatkan mutu layanan perpustakaan. Dengan brosur ini pustakawan dapat menyampaikan berbagai kegiatan yang sedang dan akan dikerjakan.
• Mengadakan berbagai perlombaan di perpustakaan seperti: lomba membaca, lomba menggambar, lomba membaca puisi, dan sebagainya. Berbagai perlombaan ini dimaksudkan untuk mengundang para peminat supaya datang ke perpustakaan. Berbagai perlombaan tadi akan mendorong mereka untuk mencari informasi di perpustakaan. Bahan yang perlu dibaca tersebut tersedia di perpustakaan. Selanjutnya, setelah mereka terbiasa datang ke perpustakaan mereka dapat disodori formulir keanggotaan perpustakaan.
• Mengadakan study tour bersama di perpustakaan. Dengan cara mengundang sekolah tertentu datang ke perpustakaan. Mereka diajak mengelilingi perpustakaan agar mempelajari apa saja yang ada di perpustakaan.
• Mengundang tokoh masyarakat atau seorang pakar untuk berceramah. Tokoh masyarakat yang berpengalaman sangat potensial untuik diminta bantuannya meningkatkan mutu layanan perpustakaan.
• Berbagai kegiatan lainnya. Seperti, menyediakan perangkat komputer, adanya sarana internet agar pembaca tidak ketinggalan dalam memperoleh informasi terbaru pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), sosial dan budaya.

Layanan Peningkatan Minat Baca
Perpustakaan tidak akan dapat mencapai tujuan untuk menjalankan fungsinya secara maksimal hanya dengan membentuk gedung yang megah, dan jumlah koleksi yang dapat mempengaruhi pengguna, dalam arti mempengaruhi agar timbul minat baca masyarakat. Tindakan-tindakan yang bisa dilakukan oleh sebuah perpustakaan untuk membangkitkan minat baca, antara lain dengan cara promosi dan layanan yang baik kepada pemakai yaitu dengan cara menyediakan berbagai macam layanan. Melalui promosi yaitu dengan cara mengadakan pameran, membuat poster, brosur, iklan atau melalui media cetak dan media elektronik. Sedangkan melalui pelayanan yaitu menyangkut pustakawan yang berkaitan dengan sikap dalam melayani pengguna, ramah, sopan, dan melayani pengguna secara professional. Suatu tanda menunjukkan profesi pustakawan adalah kegiatan layanan dan pustakawan harus selalu memperhatikan kebutuhan pembacanya dalam bidang literature. Perpustakaan menjadi penting jika berhasil menyediakan bahan pustaka secara cepat dan tepat. Agar dapat mengerjakan itu semua dengan baik maka bagian layanan teknis harus mengolah bahan pustaka sebaik-baiknya.
Salah satu layanan yang diadakan oleh perpustakaan untuk meningkatkan minat baca masyarakat adalah layanan ruang baca. Layanan jenis ini sangat diperlukan oleh pembaca maupun pustakawan dalam menyemarakkan kegiatan layanan perpustakaan. Dengan adanya layanan ini, interaksi antara pustakawan dan pembaca dapat berlangsung baik. Tidak ada jurang pemisah antara pustakawan dengan pembacanya. Dialog antara pembaca dan petugas perpustakaan berlangsung baik sehingga masing-masing memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya.
Kegiatan layanan ruang baca ini diperlukan terutama untuk menampung mereka yang belum menjadi anggota perpustakaan. Layanan ruang baca dapat memberikan kesempatan kepada mereka yang hanya mengantar keluarga/ teman yang belajar atau memerlukan informasi di perpustakaan. Sementara menunggu keluarga/ teman yang sedang sibuk mengerjakan sesuatu, mereka dapat membaca diruang baca perpustakaan. Melalui layanan ini kedua belah pihak akan memperoleh keuntungan. Pihak perpustakaan beruntung, karena perpustakaan secara tidak langsung memberi layanan kepada lebih banyak orang dan dapat melakukan promosi layanan. Sedangkan yang bersangkutan memperoleh berbagai ide yang mungkin sangat berguna. Selanjutnya, pihak perpustakaan dapat menjaring mereka yang berkeinginan untuk menjadi anggota perpustakaan. Secara tidak langsung dengan adanya layanan ruang baca ini dapat menumbuhkan minat baca seseorang.
Layanan ruang baca dapat dibagi menurut jenis dan kondisinya, yaitu:
 Layanan ruang baca rujukan
Ruangan ini kusus diperuntukkan layanan rujukan diperpustakaan. Buku rujukan adalah bahan perpustakaan yang sangat penting karena dari buku-buku ini berbagai pertanyaan dapat dijawab, contohnya globe, peta, kamus (seperti Webster International dictionary). Lengkap tidaknya koleksi buku rujukan menunjukkan mutu layanan yang diberikan perpustakaan.
 Layanan ruang baca berupa meja baca perorangan
Layanan ini hanya sekedar perluasan dari fasilitas ruang baca. Maksudnya, untuk memberikan kenyamanan bagi mereka yang menghendaki ketenangan khusus. Suasana nyaman dapat meningkatkan semangat belajar atau membaca di perpustakaan.
 Layanan ruang baca berupa meja baca kelompok
Ada kelemahan dan keunggulan meja baca jenis ini. Kelemahannya ialah saling mengganggu diantara para pembaca. Keunggulannya, pertama, menghemat ruang dan fasilitas perpustakaan, karena adanya ruang baru itu; kedua, di antara para pembaca dapat saling berhubungan; ketiga, karena melihat teman sebangkunya membaca, ia sendiri mungkin akan berbuat demikian.
 Fasilitas untuk ruang baca yang baik
Ruang baca hendaknya dilengkapi berbagai fasilitas untuk menunjang kenyamanan. Seperti, pemasangan AC atau jendela yang luas, dapat memperlancar sirkulasi udara. Penerangan harus memadai, sinar yang baik adalah sinar alami.
 Perluasan dari ruang baca berupa ruang untuk diskusi
Ruangan ini dapat digunakan oleh sekelompok pembaca yang memiliki minat yang sama untuk membahas sesuatu.
 Ruang baca yang berupa ruang kerja bagi pembaca perpustakaan
Ruang ini dapat digunakan untuk pembaca remaja dan anak-anak agar mereka dapat berkarya.
 Ruang santai
Ruang ini dapat digunakan oleh pembaca yang telah lelah menbaca agar segar kembali. Sambil beristirahat ia dapat membaca dan menonton televisi.
Dengan adanya layanan ruang baca ini secara tidak langsung dapat meningkatkan minat baca masyarakat.

PENUTUP

Perpustakaan merupakan pusat informasi yang digunakan sebagai sarana untuk belajar mandiri. Perpustakaan juga harus mengutamakan pelayan kepada masyarakat umum tanpa membedakan usia, pekerjaan, pendidikan, jenis kelamin dan sebagainya. Dengan adanya perpustakaan maka minat baca masyarakat dapat ditingkatkan, karena perpustakaan merupakan salah satu lembaga pendidikan non formal, walaupun seseorang tidak mendapatkan pendidikan di sekolah tetapi bisa belajar dari perpustakaan.
Untuk meningkatkan minat baca masyarakat, maka perpustakaan haruslah haruslah ditata dengan baik, baik dari segi fisik, gedung, koleksi, fasilitas teknologi dan sistem layanan maupun sumber daya manusianya. Karena dengan adanya minat baca, maka masyarakat akan memperoleh berbagai macam informasi untuk menambah wawasan pengetahuan dan kecerdasan yang sangat dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas hidupnya.

3 Responses

  1. BLOG anda sangat bagus dan memuaskan saya, selamt berkarya Good Luck

  2. saya sangat prihatin dengan nasib generasi kita dewasa ini. sebagai seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di negeri ini saya sangat prihatin. tulisan anda dapat bermanfaat bagi saya terlebih lagi bagi para pengurus perpustakaan yang sedang merindukan keramaian para pengunjung. terima kasih.

    sayonara

  3. thks atas pujiannya, occeee insyallah selalu mengikbarkan informasi dan ilmu yang membutuhkan….
    salam kenal balik aja yaaa

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: