Kebutuhan Informasi

3.3.1 Pengertian Informasi
Dalam kehidupan sehari-hari sering mendengar kata atau istilah informasi namun tidak mudah untuk mendefinisikan konsep informasi karena istilah tersebut memiliki berbagai aspek, ciri, manfaat yang satu dengan yang lain terkadang berbeda. Informasi bisa jadi berupa kesan, pikiran seseorang atau mungkin juga berupa data yang tersusun rapi. Kemudian dampak dari perkembangan teknologi informasi yang mengakibatkan ledakan informasi adalah setiap orang dapat menerima informasi apapun dan dari manapun tanpa batas dan filter. Untuk itu setiap orang sangat perlu mengevaluasi informasi yang mereka terima supaya bisa memenuhi kebutuhannya akan informasi. Agar proses pemenuhan kebutuhan akan informasi berhasil dengan sukses, maka sangat perlu seseorang memahami tentang informasi. Menurut Estrabook (dalam Yusup1995 :9) informasi bisa jadi berupa kesan, pikiran seseorang atau mungkin juga berupa data yang tersusun rapi. Informasi adalah suatu rekaman fenomena yang diamati, atau bisa juga berupa putusan-putusan yang dibuat. Jadi dapat disimpulkan bahwa informasi adalah:
a. Data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya.
b. Sesuatu yang nyata atau setengah nyata yang dapat mengurangi derajat ketidakpastian tentang suatu keadaan atau kejadian. Sebagai contoh, informasi yang menyatakan bahwa nilai rupiah akan naik, akan mengurangi ketidakpastian mengenai jadi tidaknya sebuah investasi akan dilakukan.
c. Data organized to help choose some current or future action or nonaction to fullfill company goals (the choice is called business decision making).

3.3.2 Penelusuran Informasi

Informasi sekarang sudah menjadi salah satu kebutuhan primer manusia, mulai dari yang sifatnya sederhana sampai yang kompleks, dari yang sifatnya hiburan sampai yang ilmiah. Informasi diperlukan untuk berbagai tujuan, antara lain untuk mengambil keputusan, memperlancar kegiatan bisnis atau hanya sekedar memenuhi rasa ingin tahu. Oleh karena itu, berbagai cara dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tersebut dan berbagai perilaku pencarian informasi pun muncul.
Kegiatan penelusuran makin berkembang seiring dengan kemajuan teknologi di bidang informasi dan telekomunikasi, antara lain munculnya berbagai perangkat lunak penelusuran informasi dan media penyimpan informasi. Kemudian pengunjung akan melakukan penelusuran informasi dengan tujuan untuk mendapatkan bahan yang dibutuhkan secapat mungkin. Kebutuhan untuk menemukan informasi yang dihimpun oleh perpustakaan dikenal dengan istilah temu balik informasi (Retrievel). Kamus istilah perpustakaan memberi batasan penemu balik informasi sebagai proses pencarian kembali informasi yang disimpan suatu perpustakaan. (Lasa, 1993:44). Selanjutnya menurut Wikipidia Online menyatakan “Information seeking is “a conscious effort to acquire information in response to a need or gap” in knowledge”
Penelusuran informasi adalah suatu rangkaian tindakan untuk menemukan informasi yang dibutuhkan para pengguna. Kemudian menurut Yusup (1995) menyatakan sebagai beirkut ini ada beberapa cara penelusuran informasi diperpustakaan antar lain:

1. Penelusuran informasi melalui catalog
2. Penelusuran informasi melalui bibliografi
3. Penelusuran informasi melalui indeks
4. Penelusuran informasi melalui abstraks
5. Penelusuran informasi melalui kamus
6. Penelusuran informasi melalui enskilopedi
7. Penelusuran informasi melalui sistim jaringan
8. Penelusuran informasi melalui computer
9. Penelusuran informasi melalui media lain
Jadi dapat disimpulkan bahwa media penelusuran informasi diperpustakaan ada beberapa media yang dapat digunakan untuk menelusuri informasi, namun kembali pada pengunjung perpustakaan untuk memanfaatkan media yang mana lebih efektik untuk digunakan dalam penelusuran informasi yang dibutuhkan.

3.3.3 Sumber Informasi
Informasi tidak lepas dari sumber-sumber informasi. Sumber informasi adalah adalah masukan yang diperolah dari berbagai sumber seperti gagasan dan pengalaman seseorang, kegiataan, operasional, pendapat masyarakat, hasil penelitian atau pengamatan, dan lain-lain. Setiap saat dapat diciptakan informasi baru, lebih-lebih dengan pesatnya perkembangan.
Sumber informasi yang beraneka ragam bentuk atau wadahnya, perlu diatur dan ditata dengan baik agar mudah dan cepat ditemukan sewaktu-waktu dibutuhkan. Sumber informasi yang sejenis sebaik-baiknya dikumpulkan menjadi satu, kemudian dikelompokkan menurut subjek atau isinya.
Makanya sumber informasi terdiri dari tiga bagian, yaitu:
1. Sumber informasi adalah karangan asli yang ditulis secara lengkap antara lain: monograf, artikel majalah, hasil penelitian, laporan langsung ( laporan langsung atau reportase, hasil wawancara dengan seseorang, laporan pandangan mata, dan skripsi, tesis, serta disertasi).
2. Sumber sekunder adalah segala jenis ringkasan sumber primer, dan merupakan alat bantu untuk menemukan sumber primer. Seperti ensiklopedi, kamus, bibliografi, kumpulan indeks, abstrak, biografi, katalog perpustakaan dan lain-lainnya.
3. Sumber tersier adalah ringkasn sumber sekunder meliputi indeks abstrak dan bibliografi dan bibliografi. (Soetminah, 1995:50)
Maka dapat disimpulkan bahwa sumber-sumber informasi yang ada diperpustakaan yaitu informasi yang berbentuk sekunder, primer, dan tesier.

3.3.4 Jenis Informasi Yang Dibutuhkan Oleh Pengguna
Ketika seseorang atau pengunjung menghadapi masalah dalam kehidupan maka akan muncul kebutuhan informasi. Kebutuhan akan terpenuhi ketika pengunjung berhasil untuk mencari dan memanfaatkan sumber-sumber informasi. Menurut Soetminah (1995: ) Pemanfaatan jenis informasi oleh pengguna sangat beragam sesuai dengan kebutuhan informasinya. Kebutuhan informasi dapat di pengaruhi oleh bermacam-macam faktor. Dalam mengidentifikasi kebutuhan informasi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:
1. Informasi yang sama dapat dilihat secara berbeda oleh pemakai yang berbeda untuk kebutuhan informasinya.
2. Suatu informasi dapat digunakan secara berbeda-beda
3. Kebutuhan informasi dapat dipuaskan oleh akses-akses terhadap informasi yang sudah diidentifikasikan dalam bentuk tertentu dan pada waktu yang tepat.
Selanjuntya berdasarkan Atkins (dalam Hernadi, 2006:44) menyatakan sebagai berikut:
”Kebutuhan informasi adalah fungsi dari keraguan ekstrinik yang dihasilan dari suatu perbedaan pengamatan antara kriteria ukuran kepasatian seseorang mengenai objek lingkungan yang penting, dan pernyataan terhadapap suatu kriteria yang ingin dicapai.

Kemudian menurut Nicholas (dalam Purnomowati: 2008) menyatakan bahwa kebutuhan informasi antara lain: (1) Factfinding yaitu infomrasi yang dibutuhkan seseorang untuk menjawab pertanyaan tertentu. (2). Current awarness yaitu infomrasi yang dibutuhkan sesorang agar dapat mengikuti perkembangan mutakhir. (3). Riset yaitu seseorang membutuhkan informasi dalam bidang tertentu secara lengkap dan mendalam. (4). Brief yaitu informasi yang dibutuhkan seseorang mengenai topik tertentu secara ringkas dan sepintas. (5). Stimulus yaitu: informasi yang dibutuhkan seseorang untuk merasang ide-ide baru.
Seterusnya menurut Guha (dalam Hervisya 2007:8) kebutuhan informasi yaitu: (1) Kebutuhan informasi mutakhir (Current Need Information), (2) Kebutuhan informasi ruitn (Everyday Need Approach), (3) Kebutuhan informasi mendalam (Exhaustive Need Approach), (4) Kebuthan informasi sekilas (Cathing Up Need Approach)
Jadi, dapat disimpulkan bahwa pengunjung perpustakaan dalam menelesuri informasi tujuannya untuk memenuhi kebutuhan informasi yang diinginkan dalam ketidakpastian terhadap diri pengunjung sehingga mendorong pengunjung untuk mencari informasi tersebut, baik informasi yang bersifat rutin, mutakhir, mendalam maupun informasi bersifat sekilas.

3.3.5 Kepuasaan Pengguna Akan Informasi

Bahwa dengan segala potensi dan kemampuannya, perpustakaan sebagai sumber informasi dan pengetahuan diarahkan untuk dapat berperan sebagai agen modernisasi hubungan yang sangat kuat antara kepuasan pengguna akan informasi dan layanan yang diberikan perpustakaan. Lancaster (dalam Nurlela: 1977) menyatakan bahwa kepuasan pengguna terhadap perpustakaan antara lain ditentukan sebagao berikut:
“Kinerja pelayanan yang mampu menekan sekecil mungkin tingkat kesalahan dan berusaha memberikan yang terbaik terhadap permintaan pengguna, responsive terhadap setiap keinginan pengguna, kompeten dalam melayani disertai kemampuan teknis dan etika berkomunikasi yang baik, dan akses terhadap informasi yang dicari relatif mudah, cepat dan akurat; dan ruangan dan peralatan penunjang tertata dengan baik dan nyaman.

Kemudian pendapat tersebut diperkuat oleh George dan Walls (dalam nurlela: 1983) yang menyatakan bahwa selain ke lima faktor yang dikemukakan diatas, masih ada beberapa aspek yang tidak boleh dikesampingkan oleh pengelola perpustakaan, yaitu: (1) kualitas koleksi yang disajikan harus menampilkan isi dan fisik yang maksimal, (2) ketersediaan koleksi memenuhi kebutuhan pengguna, lengkap dan beragam serta mudah ditemukan, (3) fasilitas temu kembali seperti katalog dan indeks tersedia, (4) staf perpustakaan bersikap peduli, ramah, ahli, serta senantiasa bersedia membantu pengguna, dan (5) waktu layanan yang telah ditentukan dilaksanakan secara konsisten dan konsekuen.
Selanjutnya penelusuran informasi dikatakan berhasil dalam memenuhi informasi yang diingikan oleh pengguna antara lain dipengaruhi oleh beberapa hal sebagai berikut:
1. Relevan (relevancy)
Berarti informasi harus memberikan manfaat bagi pemakainya.
2. Akurat (accuracy)
Informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bias atau menyesatkan, dan harus jelas mencerminkan maksudnya.
Komponen akurat:
– Completeness berarti informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan harus memiliki kelengkapan yang baik,
– Correctness
– Security
3. Tepat waktu (timeliness)
Informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan tidak boleh terlambat
4. Efisien (Efficiency)

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: