Sajadah kesabaran

Di atas sajadah dan berpalut mukena
“dia” mengadu pada mu rabbi
Untuk kecian kalinya “dia”
Melakoni sinema kekecawaan seperti sebelumnya yang pernah dialami

Di atas sajadah “dia” berpikir
Untuk menghilangkan variabel-variabel dan indicator
Selama ini diyakinkan dan diagungkan
Mampukah untuk mempudar serta melenyapkan Serbuk perasaan yang telah berbenih

Di atas sajadah “dia” berbaring
Untuk melelapkan mata dan melepaskan pegal kecewaan
Mampukah balsem kesabaran dan kapsul do’a
Untuk meredakan dan mengikikis kepanatan, mengalus butir-butir kesedihan

Di atas sajadah ”dia” duduk sambil bersimbuh
Seperti para peminta memohon dan mengharap serta melontar
Helain napas dengan tenggorakan serak
Sambil bersimbuh “dia” mendengungkan tajwid-tajwid keresahan
Yang telah bertali-temali disetiap kerudung romantisan cinta.

Di atas sajadah ”dia”yakinkan bahwa yang terjadi
Ibarat anggur kehidupan jika dicicipi hanya dua atau lebih
Akan membawa kemanisan, namun dimakan setangai membawa kamabukkan
Seperti itulah skenario piccisan…

Di atas sajadah ”dia” menyejukkan
Hati dengan sebuah senyum bahwa ”dia” mampu bangkit seperti baling-baling kipas
Walaupun tak sanggup berputar namun tetap memberi angin dan kesejukkan
Pada setiap yang merasakan…

Oleh: Testiani_makmur@yahoo.co.id
Belajar sesuatu dengan cinta, ikhlas dan sabar

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: